Si Miliarder Muda

Si Miliarder Muda
Ya, Aku Mampu


__ADS_3

"Aku heran, apa yang membuat mereka begitu sombong, padahal Agung hanya menjabat sebagai ketua tim dan Ferry hanya wakil ketua" Rissa sangat kesal hingga ingin memukul.


"Haha, sudahlah tidak perlu kau tanggapi serius omongan mereka, jika aku pemilik perusahaan Gloria, jabatan mereka hanya akan bertahan sebentar saja" Desta mengatakan suatu hal yang memang ingin dia lakukan, dia ingin menciptakan tempat kerja yang nyaman untuk Debby.


"Huh, jika aku jadi pemilik perusahaan, akan kupecat mereka berdua..!" Rissa berkata sambil mengepalkan tangannya.


Desta dan Debby hanya tertawa melihatnya, lalu Rissa pun berpisah di pintu lift.


"Baiklah, hari ini akan menjadi kencan kita yang kedua..!" Desta meraih tangan Debby.


Namun siapa sangka, Ferry dan Agung mengikuti mereka berdua dari belakang.


Mereka sangat penasaran, sihir apa yang digunakan Desta yang hanya seorang satpam untuk mendapatkan Debby, wanita yang mereka idamkan.


Desta melihat peta gedung mall dan mengajak Debby pergi ke sebuah kedai teh yang menyediakan teh terbaik dan sangat mahal.


"Desta, apa kita harus minum teh di tempat ini? Sepertinya mahal." Debby bukan khawatir tentang uang yang dikeluarkan, tapi dia hanya merasa sayang jika mengeluarkan uang banyak hanya untuk secangkir teh, terlebih lagi Desta baru saja membeli motor dengan harga yang mahal.


Desta tersenyum mendengarnya, dan dia jadi paham Debby bukan orang yang suka pamer dan menghamburkan uang walaupun sebenarnya Desta tidak mempermasalahkan jika itu untuk Debby.


"Tidak apa-apa, kali ini saja ya" Desta tetap mengajak Debby untuk menikmati teh terbaik.


"Bro, apa dia serius mengajak Debby minum di sana? Dia pikir itu kedai teh di pinggir jalan?" Ferry terheran dengan Desta yang hanya seorang satpam, berani masuk ke kedai teh yang mahal.


"Hmm, mana mungkin dia yang membayarkannya, pasti Debby yang mengajaknya ke sana" Agung menimpali kenyataan bahwa Desta yang membawa Debby ke sana.


"Dasar laki-laki tidak tahu malu, untuk berpacaran saja harus wanitanya yang bermodal" Agung mengepalkan tangannya dan memukul dinding, dia semakin memandang rendah Desta.


"Kita tunggu saja di sini, aku ingin melihat sejauh mana dia akan menguras uang Debby" Agung dan Ferry memutuskan untuk mengikuti mereka untuk sementara.

__ADS_1


30 menit mereka menunggu, akhirnya Desta dan Debby pun keluar dari kedai teh, tapi itu membuat mereka kecewa, karena tidak ada masalah yang terjadi.


Padahal mereka berharap uang Desta ataupun Debby tidak mencukupi, jadi mereka bisa bermain pahlawan untuk membayarnya dan membuat Debby membuka matanya bahwa dia telah salah memilih pacar.


Mereka terus mengikuti ke mana pun Desta dan Debby pergi, hingga akhirnya kepercayaan diri Agung meningkat pesat saat melihat mereka masuk ke dalam sebuah toko baju yang terbilang mahal di Mall itu.


"Wah bocah itu sungguh nekat, mana mungkin dia mampu membeli bahkan baju termurah di toko itu sekali pun" Agung melangkahkan kakinya mendekati toko baju itu dan melihat dari luar, dia menunggu saat yang tepat untuk terlihat keren di depan Debby.


Di sisi Desta..


"Pilihlah baju yang kau suka, aku akan membelikannya untukmu..!" ucap Desta sambil menunjuk semua baju yang ada di toko.


"Tapi di sini harganya sangat mahal, aku tidak mau..!" Debby menolak untuk memilihnya.


"Deb, hari ini aku ulang tahun, jadi aku akan membelikanmu dan kuharap kau tidak menolaknya, karena itu permintaan ulang tahunku..!" Debby hanya menghela nafas dan akhirnya menuruti kemauan Desta.


"Baiklah, tapi aku hanya akan memilih yang paling murah di sini" Debby langsung berkeliling toko untuk mencari baju dengan harga paling murah.


Harga paling murah adalah 250 juta dan itu sudah cukup untuk membuatnya sakit kepala, akhirnya dia berjalan mendekati Desta dan berbisik pelan "Apa kau yakin? Harga paling murah di sini adalah 250 juta rupiah..!" Debby melihat ekspresi Desta yang terkejut mendengarnya, dia sudah menduga Desta akan bereaksi seperti itu.


"Hah? Itu sangat murah..! Ya sudah, cepat pilih sesukamu..!" ucap Desta.


"Iya, di sini memang sangat mahal... Eh tunggu, tadi kau bilang apa?" Debby mencoba untuk meyakinkan apa yang dia dengar.


"Aku bilang, aku bisa membelikan semua baju di toko ini untukmu, cepat pilihlah sebanyak yang kau mau..!" Desta meyakinkan Debby untuk memilih baju yang dia sukai.


"Baiklah, kau yang memaksaku ya" dengan agak berat hati, Debby akhirnya kembali memilih dan sudah mengambil beberapa baju di tangannya.


Setelah 30 menit berkeliling toko dan mencoba satu per satu baju yang dipilihnya, akhirnya Debby selesai dan kembali kepada Desta.

__ADS_1


"Sudah selesai memilihnya?" Desta hampir mati bosan menunggu Debby memilih baju, dia tidak menyangka akan membutuhkan waktu selama ini untuk memilih baju.


"Mmm.." Debby menganggukkan kepalanya dengan menyiratkan senyuman yang manis, lelah Desta pun seketika hilang saat melihatnya.


"Oke, ayo ke kasir, berikan bajunya padaku" Desta mengambil semua baju yang dipilih Debby dan menyuruhnya menunggu di dekat ruang ganti.


Debby menurut dan segera berjalan menuju ruang ganti untuk menunggu Desta.


Melihat Desta yang sedang sendirian, Agung akhirnya merasa inilah saatnya dia beraksi, dia menyuruh Ferry untuk menunggunya di luar toko.


Dia mendekati dan menepuk pundak Desta untuk membuatnya menoleh.


"Bro, kau sangat tidak tahu malu, mau seberapa banyak lagi uang Debby yang kau habiskan?" Agung berteriak langsung menarik kerah baju Desta dengan tujuan membuatnya malu karena sudah menguras uang Debby.


"Hmm..?" Desta menaikkan alisnya sebelah dan memasang wajah bingung.


"Kasir coba hitung berapa total belanja orang ini..!" Agung menjadi merasa lebih superior saat dia berkata seperti itu.


Dia merasa mampu membayarkan semua baju yang dipilih Debby, karena saat ini tabungannya sudah mencapai 950 juta.


"Total semuanya jadi 750 juta rupiah, tuan" ucap kasir yang memproses tagihannya, dan Agung tersenyum karena dia masih bisa membayarnya.


"Hei, kau dengar itu? Apa kau mampu membayarnya? Kau hanya seorang satpam mana mungkin mampu..!" Agung kembali berteriak dan membuat semua orang yang sedang mengantri melihat ke arahnya.


"Haduh, mengapa hal ini seperti tidak ada habisnya" Desta bergumam dalam hati.


"Ya, aku mampu, aku bahkan mampu untuk membeli semua pakaian yang ada di toko ini..!" semua orang kecuali Agung, terkejut mendengarnya, apa benar seorang satpam mampu membeli semua baju di toko ini.


"Haha, jangan membual..! Jika memang benar, buktikan perkataanmu..!" tantang Agung dengan nada yang merendahkan.

__ADS_1


Dia tahu bahwa tidak akan mungkin Desta berani melakukan itu, di toko ini saja harga paling murahnya 250 juta.


"Hei jangan membual, kalau kau tidak mampu, jangan memperlama kami..!" pelanggan lain yang geram dengan adegan itu langsung berteriak kepada mereka.


__ADS_2