
Roger sebenarnya terheran-heran dengan kemampuan yang dimiliki Desta, jika dia saja sehebat itu, untuk apa lagi membutuhkan pengawalan darinya, dia ‘kan bisa menjaga tunangannya sendiri.
“Bos, aku ingin menanyakan sesuatu boleh?” ujar Roger sambil mengambil botol air minum dari dalam tas yang dibawanya.
“Tanya apa?” jawab Desta.
“Dengan semua kemampuan yang Anda miliki saat ini, memangnya ada yang berani mengusik Anda ataupun orang terdekat Anda?” tanya Roger dengan penuh penasaran yang terlihat jelas di raut wajahnya.
“Haha, kau tidak akan pernah tahu bukan? Aku bisa saja menyewa seribu pengawal untukku dan keluargaku, tapi aku hanya membutuhkan orang yang paling kompeten untuk menjadi pengawalku, karena banyaknya orang tidak menjamin keselamatan yang dikawalnya juga” ucap Desta dengan tenang.
“Ah, kau ada benarnya juga bos, kalau begitu aku termasuk orang yang beruntung karena sudah dianggap kompeten untuk menjaga tunangan Anda..!” ujar Roger dengan merundukkan kepalanya.
“Mmm, aku memang mengakui kemampuanmu, itulah kenapa aku sampai mau menerima tantanganmu seperti ini, lagipula, Debby tidak selemah itu” jawab Desta dengan nada yang sedikit ditegaskan.
“Aku mengerti bos..!” ucap Roger menganggukkan kepalanya.
“Tuan muda, baru saja aku mendapatkan pesan dari tuan besar” ucap Sebastian yang memotong pembicaraan Desta dan Roger.
“Ada apa paman?” tanya Desta yang menaikkan alis sebelah kanannya karena penasaran.
“Tuan besar ingin berkunjung ke Heir Group dan juga ingin bertemu dengan Anda 1 minggu lagi” ucap Sebastian yang memperlihatkan pesan yang dikirimkan oleh Darius ayahnya Desta.
“Mmm, baiklah paman, aku akan hadir saat ayahku berada di sini” jawab Desta.
“Baiklah tuan muda, kalau begitu, ini akan menjadi berita bagus untuk tuan besar” ucap Sebastian dan kemudian dia pamit untuk kembali ke ruang kerjanya.
Roger yang mendengar hal itu hanya bisa diam karena tidak berani menanyakan lebih jauh lagi, dia merasa canggung karena sebelumnya dia sudah meremehkan kemampuan Desta, dan ternyata dia adalah seorang tuan muda dan juga pemilik dari perusahaan Heir Group yang merupakan perusahaan teknologi terbesar di Jakarta saat ini.
__ADS_1
“Roger..! Kau tidak perlu kaku begitu, anggap saja aku sebagai temanmu, ini perintah..!” tegas Desta yang melihat tingkah canggung Roger dari tadi.
“Baik bos” ucap Roger.
Lalu mereka berdua pergi dari gedung olah raga menuju parkiran dimana mobil Desta diparkirkan.
“Bos, kapan aku harus memulai tugasku?” tanya Roger.
“Tenanglah, nanti juga aku akan memberitahumu kalau sudah waktunya” jawab Desta santai dan Roger hanya bisa mengiyakan ucapannya.
Setelah tiba di parkiran, mereka bergegas naik ke dalam mobil dan pergi menuju rumah sakit untuk melihat perkembangan kondisi Debby karena hari ini seharusnya dia sudah diperbolehkan untuk pulang.
Tak sampai 1 jam, mereka pun tiba di rumah sakit dengan cepat karena perjalanan yang ditempuh kali ini tanpa adanya kemacetan yang terjadi seperti biasanya.
“Deb, apakah dokter Ali sudah memberikanmu izin untuk pulang?” tanya Desta tergesa-gesa ketika tiba di dalam ruangan perawatan Debby.
“Bagus, kalau begitu aku akan mengurus hal lainnya di rumah sakit ini..! Oh, ngomong-ngomong dia ini adalah pengawalmu, namanya Roger” Desta memperkenalkan Roger kepada Debby.
Roger terlihat terkesima dengan kecantikan Debby, tapi karena dia tahu bahwa itu adalah tunangannya Desta, dia tidak berani melihat lebih lama lagi.
“Walaupun dia berbadan kekar seperti ini, tapi dia sangat sulit dideteksi jika sedang bertugas..! Jadi dia tidak akan merepotkanmu nantinya” jelas Desta, tapi itu justru membuat Debby semakin merasa tidak leluasa.
“Hmm, Bontet kemarilah..!” panggil Debby, dia terlihat seperti akan mengatakan sesuatu yang penting, dan Desta pun berjalan mendekatkan telinganya kepada Debby.
“Kalau begini apanya yang di balik bayangan? Ini sama saja kau memberitahukan aku bahwa setiap saat akan ada yang mengintipku dari kejauhan” ucap Debby dengan nada yang sedikit kesal.
“Haha, memangnya kau merasa seperti itu? Okelah, kalau begitu aku tidak akan memberitahukanmu kapan dia akan bertugas dan aku tidak akan memberikan kontaknya kepadamu, jadi kau hanya perlu bersikap seperti biasa saja, tak usah kau pedulikan Roger” ucap Desta dengan berbisik pelan.
__ADS_1
“Tapi kan tetap saja aku pasti akan merasa selalu diawasi” ucap Debby menggerutu.
“Ya sudah kalau begitu, aku punya ide yang lebih bagus lagi” ujar Desta sambil mengacak-acak rambut Debby.
“Roger kemarilah” panggil Desta.
“Ya bos?” jawab Roger sambil mendekati Desta.
“Kalau sekarang tugasmu adalah sebagai supir sekaligus pengawal pribadi Debby..! Dengan begitu, kau tidak akan secara sembunyi-sembunyi yang malah membuat si tuan putri ini tidak nyaman” ucap Desta terus terang, dan Debby pun hanya bisa tersenyum kecut karena idenya Desta tidak buruk juga untuknya.
“Baik bos, aku akan mengikuti perintahmu..!” Roger benar-benar terlihat seperti anak kecil yang tidak berani membantah orang tuanya.
“Bagus..! Kalau begitu mulai sekarang jalankan tugasmu” ujar Desta sambil menepuk pundak Roger dan memberikannya kunci mobil miliknya dan Roger pun kembali ke parkiran.
Tak lama kemudian ponsel milik Desta berbunyi dan itu adalah panggilan dari nomor tak dikenal.
“Halo? Aku tidak mau mendaftarkan kartu kredit dulu..” ucap Desta yang kemudian terhenti, dia mengira itu adalah panggilan dari orang bank yang menawarkan kartu kredit seperti biasanya, tapi ternyata bukan.
“Ah, tuan muda Desta, aku minta maaf jika menghubungimu dengan nomor asing, perkenalkan, namaku adalah Sony dan aku adalah pemilik dari Sony Group dan juga merupakan mantan supir pribadi tuan Darius ayah Anda” ucap pria yang terdengar dari ujung telepon.
“Ah ternyata kau paman Sony, ada apa menghubungiku tiba-tiba seperti ini?” ucap Desta yang masih penasaran dengan tujuan dari Sony.
“Aku ingin mengundang tuan muda untuk menghadiri pesta pembukaan cabang perusahaanku yang sekarang sudah menjalin kerja sama dengan Heir Group milik Anda sekaligus merayakan hari ulang tahunku, dan bagaimanapun ini adalah berkat bantuan dari tuan Darius, jadi, Anda akan menjadi tamu kehormatanku nanti” ucap Sony dengan nada yang penuh hormat.
“Kapan acaranya paman?” jawab Desta, dan karena panggilan itu dalam mode pengeras suara, Debby bisa mendengarkan pembicaraan mereka.
“Hmm, kalau begini sih aku tidak heran jika dia bisa mengenal orang-orang kaya, tapi aku terkejut ternyata tuan Sony yang merupakan orang terkaya nomor 1 di Jakarta sebelumnya dan kini menjadi nomor 2 setelah tuan Sebastian mendirikan Heir Group, adalah seorang mantan supir pribadi ayahnya Desta, sepertinya orang-orang kaya di Jakarta adalah bawahannya Desta ya?” gumam Debby sambil menggelengkan kepalanya karena tidak bisa membayangkan seberapa besar kekayaan yang dimiliki keluarga Desta, tapi dia tidak terlalu memikirkan hal itu karena kekayaan bukanlah segalanya bagi Debby namun sifat yang dimiliki oleh Desta yang paling penting baginya.
__ADS_1