
Karena suatu urusan tertentu, akhirnya Debby memutuskan untuk tidak masuk ke kantor hari ini.
Dia pun menerima panggilan telepon dari nomor tak dikenal.
“Halo?” jawab Debby.
“Debby, Ini aku Imam..!” ucap seseorang di ujung telepon.
“Oh ternyata kau Mam? Kau pasti mendapatkan nomorku dari Lia, ‘kan?” ucap Debby ketus.
Dia tahu bahwa Imam menyukainya sampai sekarang ini, dan pertemuannya yang terakhir saat di Malang dengan Desta sangatlah tidak menyenangkan.
Jadi, Debby sudah tahu niat Imam adalah untuk mendekatinya saat ini.
“Hehe, ternyata kau masih sangat cekatan seperti dulu ya” jawab Imam.
“Tidak usah berbasa-basi..! Ada apa kau sampai menghubungiku?” walaupun Debby dan Desta saat ini sedang bertengkar, bukan berarti dia sudah berpaling darinya.
“Wah, kau menjadi sangat menyelidik dan tidak ingin berbasa-basi lagi, apakah ini karena pengaruh dari pacarmu yang satpam itu?” Debby benar-benar ingin memukul wajahnya Imam saat ini ketika dia menyinggung Desta seperti itu.
“Bukan urusanmu..! Jika tidak ada yang penting, aku akan menutup panggilan telepon ini..!” ucap Debby yang nada bicaranya sudah sedikit emosi.
“Haha, baiklah kalau kau benar-benar sudah tidak sabar..! Aku hanya ingin memberikan informasi penting padamu tentang pacarmu itu” ucap Imam yang membuat Debby menaikkan alis matanya sebelah kanan.
“Informasi penting? Memangnya apa?” Debby menjadi sedikit penasaran karenanya.
“Hehe, tentang itu, apakah kau merasakan sesuatu yang aneh padanya belakangan ini? Maksudku, apakah kau tahu ke mana saja dia pergi selama tidak bersamamu?” ujar Imam dan itu semakin membuat Debby penasaran.
“Tidak, cepatlah tidak usah berbasa-basi lagi..! Katakan saja poin pentingnya yang ingin kau sampaikan..!” Debby sudah semakin emosi dengan ucapan yang setengah-setengah dari Imam.
__ADS_1
“Haha, kau benar-benar tidak sabaran ya..! Kalau kau memang ingin mengetahuinya, datanglah ke kedai kopi yang ada di Central Garden besok jam 3 sore, aku akan menunggumu di sana..!” ucap Imam dan panggilan teleponnya pun dimatikan.
“Apa-apaan dia itu? Memangnya apa yang mau dia sampaikan tentang Desta?” Debby pun semakin kesal dibuatnya karena dia tidak suka jika dibuat penasaran, apalagi hal itu menyangkut tentang Desta calon suaminya nanti.
“Perasaanku tidak enak tentang ini, lebih baik aku hubungi Desta terlebih dahulu” Debby berniat untuk menghubungi Desta dan ingin menanyakan keberadaannya belakangan ini yang membuat mereka tidak bisa bertemu selama lebih dari 5 hari.
“Tapi, aku tidak ingin mendengarkannya dari telepon, aku ingin mendengarkan langsung darinya” Debby pun akhirnya membatalkan niatnya untuk menghubungi Desta.
Debby menghampiri Roger yang sedang menyervis mobil yang diparkirkan di garasi kontrakannya.
“Roger, apakah hari ini aku bisa bertemu dengan Desta?” tanya Debby.
“Maaf nona Debby, sejak tadi pagi ponselku sedang bermasalah dan tidak dapat digunakan untuk menghubungi siapapun, makanya tadi siang aku izin pergi sebentar untuk memperbaikinya di toko servis ponsel” jawab Roger dengan suara yang pelan.
Roger pun keheranan dengan pertanyaan Debby barusan, dia adalah tunangannya Desta, kenapa tidak tanyakan langsung saja kepada Desta.
“Hmm, baiklah, aku yang akan melakukannya” ucap Debby lalu dia berbalik dan kembali ke dalam.
“Ada apa Deb?” tanya Desta saat menjawab panggilan telepon dari Debby.
"Hari ini kau sibuk?" Debby berkata dengan nada yang agak malu-malu karena mereka masih dalam kondisi bertengkar atau setidaknya begitulah menurutnya.
"Hehe, apa kau rindu padaku?" goda Desta sambil tertawa kecil.
"Huh, siapa juga yang rindu? Aku hanya ingin menanyakan sesuatu padamu, dan aku ingin mendapatkan penjelasan tersebut secara langsung darimu..!" bentak Debby.
"Haha, kau itu memang sangat imut ya, bahkan saat sedang marah..! Memangnya apa yang ingin kau tanyakan?" jawab Desta penasaran.
"Tadi pagi aku mendapatkan panggilan telepon dari Imam, dia ingin mengatakan sesuatu padaku tentang dirimu yang tidak ada kabar 5 hari kemarin" Debby mengatakan yang sejujurnya karena memang dia tidak ingin menutupi apapun dari Desta.
__ADS_1
"Oh, lalu apa yang ingin dia katakan?" Desta kebingungan dengan hal tersebut, dia tidak terlalu kenal dengan Imam, tapi kenapa Imam bisa tahu apa yang dilakukan Desta.
"Entahlah, itu sebabnya aku ingin bertanya padamu sekaligus meminta penjelasanmu tentang 5 hari kemarin agar aku tidak tertipu dengan informasi yang salah..!" ucap Debby.
"Hmm, baiklah aku akan menceritakannya padamu" jawab Desta dan dia pun menceritakan semua kondisi dan kejadian yang menimpanya mulai dari sabotase yang dilakukan Boris terhadap sepeda motornya, hingga Brandon yang kehilangan seluruh kekayaannya.
"Itulah sebabnya aku tidak menghubungimu atau memberimu kabar hingga aku mengetahui kekuatan dari orang yang ingin mencelakaiku" Desta pun membuat Debby mengerti dengan keadaannya kemarin dan kini dia sudah tidak merasa kesal.
"Lalu, apa kau masih ingin bertemu dengan Imam untuk informasi yang belum tentu benar?" Desta kembali bertanya dengan sedikit menggoda Debby.
"Aku pikir aku tetap akan datang" jawab Debby.
"Apa perlu aku ikut?" Desta sebenarnya ingin ikut untuk memastikan keselamatan Debby, tapi dia lebih memilih untuk memercayai Roger untuk menjaganya.
"Tidak usah..! Kalau kau ikut, tidak akan ada informasi yang akan diberikan oleh Imam, lagi pula ada Roger yang ikut denganku nanti" dan Debby pun mengerti bahwa mungkin saat ini Desta pun membutuhkan sedikit waktu untuk menyendiri setelah serangkaian kejadian yang dilaluinya.
"Huh, posisiku sebagai penjagamu sudah diambil alih oleh Roger" ucap Desta dengan nada berpura-pura sedih.
"Ini juga kan bagian dari rencanamu..!" Debby membalasnya dengan nada yang menyindir dan Desta pun hanya bisa tersenyum pahit di ujung telepon.
Akhirnya Debby pun tidak bertemu dengan Desta secara langsung karena sudah merasa cukup dengan panggilan telepon saja, karena dia berpikir bahwa mungkin saja Desta akan sangat sibuk dengan semua pekerjaan bosnya.
"Ya sudah kalau begitu, asalkan kau tidak langsung marah-marah padaku jika nanti ada informasi yang aneh darinya" Desta tahu bahwa Imam sangat menyukai Debby hingga sekarang, dan seperti yang lainnya, kemungkinan Imam akan membuat Debby merasa panas dengan informasi yang dibuat-buat olehnya dan berusaha untuk membuatnya meninggalkan Desta.
"Haha, kau mengenalku baru 1 hari ya?" ucap Debby yang menyindir Desta, karena Debby paham betul sifat dan sikap Desta mengingat mereka sudah kenal satu sama lain sejak bangku SMP.
"Hehe, baiklah aku percaya padamu" dan panggilan telepon pun dimatikan.
"Hmm, aku jadi penasaran" gumam Desta, tapi dia tidak menganggap Imam sebagai ancaman.
__ADS_1
"Lebih baik aku memikirkan cara untuk mengembangkan perusahaan Heir Group dan lainnya" ucap Desta, dan dia pun kembali mengemudikan mobil barunya yang terhenti karena menjawab panggilan telepon dari Debby.