
Desta maju dengan langkah yang tak beraturan, gerakan itu sangat membingungkan lawannya.
Gerakan langkahnya ke kiri dan ke kanan, berhenti sebentar lalu bergerak lagi hingga posisi mereka berdekatan.
Namun karena respon lawannya cukup cepat, pukulan dari Desta hanya mengenai ujung hidungnya saja dan membuat luka kecil.
"Ternyata kau cukup cepat, baru kali ini ada yang bisa menghindar dari langkah sunyiku" Desta memuji lawannya dengan senyuman kesenangan, karena dia selalu merasa kebosanan setiap berkelahi pasti selalu menemukan lawan yang lemah, lalu dia melangkah mundur.
Langkah sunyi adalah gerakan yang diciptakan sendiri oleh Desta ketika menghadapi ujian melawan 30 master beladiri.
Gerakan yang menghilangkan suara langkah kaki dengan kecepatan yang luar biasa, pukulan yang dihasilkan dari gerakan itu cukup untuk menghancurkan tulang tengkorak lawannya.
"Gerakan itu bisa membunuhmu dengan instan, tapi kau berhasil menghindarinya, aku mengakui kemampuan refleksmu, apakah kau mau menjadi pengawalku?" ucap Desta yang tetap menyunggingkan senyumannya.
__ADS_1
"Bocah, ternyata kau tidak menahan diri, aku senang melawan orang sepertimu..! Namaku Febrianto, siapa namamu?" doa memperkenalkan dirinya di tengah pertarungan, sungguh bijak.
"Namaku Desta, dan kau masih belum menjawab pertanyaanku..!" Desta mempertegas ucapannya karena dia benar-benar ingin orang kuat seperti Febrianto menjadi pengawalnya.
"Ah untuk itu maaf saja, aku tidak akan mau diperintah oleh orang yang lebih lemah dariku, kau harus mengalahkan aku terlebih dahulu" Febrianto membuat kuda-kuda untuk bertarung dan bersiap menyerang Desta.
"Kalau aku beri kau uang 200 miliar setiap 5 bulan, apakah masih tidak bisa membuatmu menjadi pengawalku?" ucap Desta yang ingin mempercepat.
"Hehe, maaf saja, aku tidak akan terpengaruh dengan uang segit... Tunggu, tadi kau bilang berapa?" Febrianto berhenti dan menanyakannya dengan jelas pada Desta.
"Oke, aku akan menjadi pengawalmu saat kau mentransferkan uang itu kepadaku..!" ucap Febrianto sambil memberikan nomor rekeningnya, tapi dia tersenyum sinis karena menganggap omongan Desta hanyalah bualan belaka.
"Sudah, aku sudah mengirimkannya padamu" tidak sampai 3 menit, ponsel Febrianto berbunyi oleh pesan yang berisikan informasi dana masuk ke rekeningnya.
__ADS_1
"Ka..ka..kau benar-benar mengirimkannya" Febrianto benar-benar mati kutu tidak bisa berucap apapun.
"Haha, kau terlalu mempercayai orang lain, terima kasih atas uangnya, aku pergi dulu" Febrianto berniat untuk menipu Desta dan langsung meninggalkanmya.
Namun sebelum dia menggerakkan tubuhnya, dia mendengarkan ucapan Desta yang membuatnya merinding.
"Ya silakan saja pergi, tapi aku yakin kau sudah tahu kabar Harianto yang terluka parah, dan Herman yang mengalami kebangkrutan instan kan?" Desta hanya menanyakan hal itu sambil tersenyum jahat.
Tapi Febrianto mengerti maksud dari ucapannya itu.
Dengan kemampuan bertarungnya, dia yakin yang sudah membuat Harianto babak belur adalah Desta, dan dengan uang sebanyak itu yang dia keluarkan tanpa merasakan apapun, dia pasti bisa dengan mudah membuat Herman bangkrut mendadak.
Kini dia mengerti kengerian orang yang berdiri di hadapannya saat ini, jika tidak ingin babak belur dan kehilangan seluruh hartanya, dia tidak boleh membuatnya marah.
__ADS_1
"Ba-baiklah, aku mengaku kalah dan aku akan menjadi pengawalmu" Febrianto sebenarnya masih merasa tidak terima karena dia adalah yang terkuat diantara bawahan Harianto yang bahkan bisa melampaui Harianto, tapi di hadapan Desta, dia tidak bisa melakukan apapun yang bisa menyinggungnya.
"Oke, mulai saat ini kau resmi menjadi pengawalku..! Dan untuk masalah kendaraan pribadi, besok kita akan mengunjungi showroom kendaraan yang kau sukai" ucap Desta yang berjalan mendekat kepada Febrianto dan kemudian menepuk pundaknya.