
“Ayah, ibu, ayo cepat pergi dari sini..!” Febrianto menarik tangan ayah dan ibunya dan berjalan dengan langkah yang dipercepat.
“Cih, kau pikir aku akan membiarkanmu?” Rio meraih sarung senjata yang ada di kakinya dan langsung menodongkan sebuah pistol ke arah Desta, lalu ke Febrianto dan kedua orang tuanya, lalu kembali lagi ke arah Desta.
“Bro, kau jangan main-main dengan pistol, itu sangat berbahaya kau tahu..!” Desta berjalan perlahan tanpa membuat gerakan yang terlalu mencolok sehingga Rio pun tidak sadar bahwa Desta sudah berada tepat di depan wajahnya.
Dengan cepat Desta mengarahkan pistol tersebut ke atas lalu memukul pergelangan tangan Rio dan membuatnya melepaskan pistol tersebut.
Tanpa pikir panjang lagi, Desta langsung saja melumpuhkan Rio dan menjatuhkannya dengan posisi tubuh menghadap ke lantai.
“Kalian akan benar-benar tamat karena sudah menyerang petugas kepolisian..!” ucap Rio dengan tertawa liciknya.
“Haha, aku rasa tidak akan terjadi..! Jenderal Winoto tidak akan membiarkan aku dan semua teman-temanku termakan oleh tuduhan palsu seperti itu” ucap Desta
__ADS_1
“Je-jenderal Winoto katamu? Bahaha, kau benar-benar membual sudah terlalu jauh kawan..! Kau pikir siapa Jenderal Winoto bisa mengenal orang biasa sepertimu?” Rio tertawa terbahak-bahak setelah mendengar ucapan Desta barusan, dia benar-benar tidak habis pikir dengan orang yang mengaku-ngaku mengenal dengan orang besar seperti Jenderal Winoto.
“Hmm, tapi Jenderal Winoto benar-benar mengenalku kok, bahkan kami berteman baik” jawab Desta sambil mengangkat bahunya.
“Omong kosong..! Buktikan saja kalau memang benar..!” Rio sudah mulai muak dengan bualan Desta yang tidak masuk akal itu.
Dia berpikir jika memang Desta mengenal Jenderal polisi Winoto, dia dan yang lainnya akan benar-benar kehilangan pekerjaan saat itu juga.
“Haha, tapi mana mungkin dia benar-benar mengenal Jenderal, apalagi sampai dia bilang bahwa mereka adalah teman dekat..! Paling-paling juga dia hanya membual agar bisa pergi dari sini..! Cih, dasar bocah tidak tahu diri..!” Rio mengutuk dalam hatinya dan berusaha untuk melepaskan diri dari Desta namun hanya sia-sia saja karena kekuatan Desta tidak bisa dilawan olehnya.
“Sial, apa dia benar-benar mengenal Jenderal Winoto?” Rio mulai bercucuran keringat dingin.
“Ada yang bisa aku bantu tuan muda?” jawab Jenderal Winoto.
__ADS_1
“Sepertinya ada anggota polisi yang mulai bandel di desa Kadipaten, bisakah membantuku untuk memecat dan memenjarakan mereka?” ucap Desta sambil menatap Rio dengan tajam.
Rio ingin meminta bantuan kepada teman-temannya namun dia menghentikan niatnya, karena 3 orang yang bersamanya di depan tadi sudah tidak sadarkan diri, dan dia yakin bahwa bos Patrick juga pasti sudah dikalahkan karena tidak muncul sedari tadi dengan keributan seperti ini.
Akhirnya Rio hanya bisa pasrah saat ini, dia hanya mendengarkan percakapan antara Desta dan jenderal Winoto saja.
“Apa yang terjadi, tuan muda?” jenderal Winoto bertanya dengan penuh penasaran didalam pikirannya.
Apa yang sudah dilakukan mereka sehingga membuat Desta tersinggung dan melaporkannya seperti ini.
“Pak jenderal tahu? Mereka adalah sekelompok polisi korup yang menerima suap dari seseorang yang memaksa ingin membeli tanah milik keluarga temanku dan akhirnya mereka menangkap dan menyiksa orang tua dari temanku ini dengan tuduhan penggelapan wilayah tanah, padahal mereka sudah menunjukkan surat kepemilikan tanah yang sah dari notaris kepada para petugas polisi ini” Desta menjelaskan keadaan yang sebenarnya dengan suara yang lantang dengan maksud agar Rio bisa mendengarkannya juga.
“Ah, aku mengerti tuan muda..! Aku akan segera mengurusnya dan akan berkunjung ke sana untuk bertemu dan menghukum langsung para petugas korup tersebut..! Aku meminta maaf yang sebesar-besarnya untuk keluarga teman Anda karena sudah mengalami hal yang tidak mengenakkan dari petugas kepolisian seperti itu” Jenderal Winoto berkata dengan suara yang bergetar karena dia tidak berani membuat Desta merasa lebih tersinggung lagi.
__ADS_1
Walaupun dia adalah pemimpin tertinggi di kepolisian dengan pasukan lebih dari 450 ribu orang, itu belum cukup untuk membuat Desta merasa tersinggung apalagi memprovokasinya.
“Cih, kau benar-benar bisa berakting ya..! Kalau kau berani, berikan aku ponsel milikmu dan biarkan aku berbicara dengan jenderal Winoto palsumu itu..!” Rio menantang dengan sombongnya karena masih berpikiran bahwa Desta benar-benar hanya membual.