Si Miliarder Muda

Si Miliarder Muda
Apa Aku Boleh Menemui Kepala Sekolah?


__ADS_3

“Tok.. Tok” Desta mengetuk pintu ruangan tersebut yang sedang dibuka lebar.


Semua orang yang ada didalam ruangan pun melihat ke arah pintu karena penasaran, tapi kemudian mereka kembali mengerjakan pekerjaan masing-masing.


“Ada apa ya?” salah satu guru menegur Desta karena memang ini adalah pertama kalinya Desta terlihat di sini.


Dia memandangi Desta dari ujung kaki hingga ujung kepala, lalu dia mendengus dingin karena mengira Desta hanyalah orang tua murid yang ingin meminta keringanan pembayaran uang sekolah.


Hal itu sudah biasa, karena tidak sedikit murid yang berasal dari keluarga yang serba pas-pasan memaksa untuk bersekolah di sini mahalnya biaya pendidikan di sekolah ini hanya demi gengsi yang malah pada akhirnya mereka sendiri yang kebingungan untuk membayar uang sekolah anaknya.


“Ah namaku Desta, aku yang melamar pekerjaan sebagai guru olahraga di sekolah ini melalui Jobstreak” Desta menjawab pertanyaan guru tersebut.


“Oh ternyata kau guru baru itu?” seorang guru pria yang lain menjawab ucapan Desta dan juga melihat penampilan Desta yang begitu biasa saja.

__ADS_1


“Apa kau tahu siapa yang menyuruhmu ke sini? Karena di ruangan ini tidak ada yang mengurus pelamar dari Jobstreak, tapi jika kau pergi ke bagian administrasi, mungkin kau akan menemukan orang yang kau cari” sambung guru tersebut.


“Maaf, aku tadi tidak sempat menanyakan siapa namanya, tapi aku bisa memperlihatkan nomor yang menghubungiku tadi” Desta mengeluarkan ponsel dari saku celananya dan segera mencari riwayat panggilan di daftar teleponnya.


“Ini dia..!” Desta memberikan ponselnya kepada guru tersebut.


“I-ini, apa kau serius?” tanya guru tersebut dengan nada yang penasaran.


Desta yang kebingungan pun bertanya kembali, “Iya ini adalah nomor yang menghubungiku tadi, memangnya ada apa?”.


“Wah, siapa dia? Kenapa kepala sekolah secara langsung yang menyuruhnya datang?”


“Aku rasa dia keluarga dari kepala sekolah”

__ADS_1


“Nah, itu masuk akal, jika memang dia adalah keluarga dari beliau, itu adalah hal yang wajar”


Semua orang berbisik-bisik bergosip di belakang Desta.


“Apakah kepala sekolah di sini adalah seorang wanita?” tanya Desta.


“Jangan sembarangan berbicara..! Beliau adalah seorang pria sejati yang menjadi panutan setiap orang di sini..! Aku sangat bangga bisa bekerja di sekolah yang sama dengan beliau” jawab guru tersebut.


“Hmm, sepertinya kepala sekolah ini adalah orang yang sangat hebat, sampai-sampai semua orang begitu terkejut saat mereka mendengar bahwa yang menghubungiku tadi adalah nomor kepala sekolah..!” gumam Desta sembari menganggukkan kepalanya.


“Tapi, yang menghubungiku tadi terdengar seperti seorang wanita muda, dan dia yang menyuruhku untuk bekerja mulai hari ini juga” ucap Desta.


“Oh itu mungkin anak dari beliau..! Dia memang suka sekali iseng dengan ponsel ayahnya, mungkin kau dihubungi olehnya juga karena keisengannya” dan semua orang pun tertawa terbahak-bahak karena akhirnya pemikiran mereka tersangkal.

__ADS_1


“Hmm, kalau begitu apakah aku boleh menemui kepala sekolah hanya untuk memastikannya? Jika memang benar ini adalah hasil dari sebuah keisengan saja, aku ingin dia meminta maaf kepadaku..!” Desta mengambil kembali ponselnya dan duduk di kursi kosong yang tersedia didekat dispenser air minum.


__ADS_2