Si Miliarder Muda

Si Miliarder Muda
Simpan Maafmu Untuk Orangtuamu


__ADS_3

“Selesai Check-in, sekarang tinggal menunggu di sini” ucap Desta setelah merebahkan tubuhnya di atas kursi panjang didalam ruang tunggu.


Tak sampai beberapa menit, Desta disapa oleh seorang pria yang terlihat sudah berumur 40 tahunan dengan setelan jas rapi yang berjalan mendekat kepadanya.


“Pak Desta?” ucap pria tersebut.


“Pak? Aku ini masih muda, justru Anda yang seharusnya aku panggil pak” jawab Desta sambil tersenyum kecil walaupun dia tidak tahu siapa orang yang menyapanya itu.


“Hehe, Anda sangat pandai bercanda ya..! Perkenalkan, namaku Nixon dan aku adalah manager di maskapai penerbangan Desta Air Lines” ucap pria tersebut memperkenalkan diri.


“Desta apa tadi?” Desta terkejut mendengarkan namanya tercantum dalam sebuah perusahaan penerbangan, dan dia menduga bahwa itu adalah perusahaan penerbangan yang dia beli sewaktu di malang.


“Hehe, aku yakin Anda mendengarnya dengan jelas” jawab Nixon dan dia pun segera duduk disebelah Desta.


“Huh, apakah namanya tidak bisa diubah? Itu terlalu menarik perhatian dan terdengar sangat narsis” Desta merunduk dan mengusap-usap kepalanya karena tidak habis pikir dengan nama perusahaan yang diubah menjadi seperti itu.

__ADS_1


“Orang yang memberikannya nama harus dihukum..!” gumam Desta yang mengutuk dalam hatinya.


“Haha, kalau boleh jujur aku pun juga berpikir seperti itu sebelumnya..! Anda terdengar sangat narsis karena memasukkan nama sendiri menjadi nama perusahaan” ucapan Nixon membuat Desta semakin merasa malu.


“Tapi, sekarang aku sudah tahu bahwa itu bukanlah Anda yang memberikannya nama dan Anda tidaklah senarsis itu, haha..!” ucap Nixon dengan nada bercanda.


“Ah ya begitulah kira-kira” Desta kehabisan kata-kata dan tidak tahu harus menjawab apa.


“Omong-omong, ke mana tujuan Anda kali ini?” tanya Nixon penasaran.


“Oh, aku akan menuju Jogjakarta hari ini, ada beberapa urusan yang harus diselesaikan” jawab Desta dengan santai.


“Untuk apa kau lakukan itu?” Desta bingung dan juga sedikit merasa kesal.


“Hehe, aku bercanda kok pak..! Baiklah, kalau begitu aku akan segera pergi ke ruang tunggu di sebelah, kapan-kapan tolong mampirlah ke kantor pusat untuk melihat kinerja bawahan Anda” Nixon berdiri lalu berjalan meninggalkan ruangan tersebut.

__ADS_1


“Aku sih ingin mampir, tapi belum ada waktu dan keinginan untuk ke sana” gumam Desta.


Tak lama kemudian, panggilan untuk memasuki pesawat pun berkumandang dan Desta segera masuk ke dalam pesawat dan terbang ke Jogjakarta dengan waktu tempuh 1 jam 15 menit dan akhirnya dia tiba di Jogjakarta.


“Feb, aku sudah di bandara, aku akan segera menyusulmu ke hotel, tolong kirimkan alamatnya..!” ucap Desta dalam panggilan teleponnya.


“Oke bos..!” Febrianto langsung mengirimkan detail lokasinya kepada Desta.


Desta langsung berangkat menuju hotel dan menunggu Febrianto di luar untuk segera pergi ke kantor polisi yang menjadi tempat memenjarakan kedua orang tua Febrianto.


“Maaf aku malah merepotkanmu bos” Febrianto merunduk meminta maaf karena dia merasa sangat menyusahkan Desta.


“Tidak usah, minta maaflah karena kau tidak menghubungiku sebelum kedua orang tuamu dipenjara..!” ucap Desta dengan tatapan yang menjadi sangat tajam ketika membicarakan tentang kesalahan Febrianto.


“Ma-maaf bos, sebenarnya aku tidak ingin merepotkanmu, tapi sekarang malah masalahnya semakin membesar dan aku tidak tahu harus berbuat apa” ucap Febrianto yang masih tetap merunduk.

__ADS_1


“Sudahlah, ucapkan saja maafmu itu kepada kedua orang tuamu nanti setelah aku bebaskan mereka” jawab Desta, dia langsung pergi ke pinggir jalan untuk masuk ke dalam taksi yang sedang menunggunya di depan.


“Baik bos..!” Febrianto menyusul Desta masuk ke dalam taksi dan mereka langsung berangkat ke kantor polisi yang dimaksud.


__ADS_2