
Tak lama makanan mereka pun tiba dan siap disantap, Desta terkesima dengan ukuran kepiting yang dipesannya, dan dengan 2 porsi yang dia pesan, langsung saja menjadi pusat perhatian para pengunjung restoran.
“Wow, kepiting sebesar ini bagaimana aku menghabiskannya?” ucap Desta, tapi wajahnya tidak menunjukkan bahwa dia tidak bisa menghabiskannya.
Debby hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat pesanan yang ada di meja makannya membuat tidak ada tempat lagi untuk meletakkan makanan yang lain.
“Bontet..! Aku tidak tahu bahwa King Crab yang kau pesan itu akan sebesar ini, cepat habiskan..! Aku tidak mau menjadi pusat perhatian saat makan” Debby mengeluh dengan pesanan Desta.
“Hehe, maaf ya, kalau begitu aku akan menanyakan apakah makanan ini bisa dibawa pulang, jadi aku akan makan secukupnya saja sekarang” Desta berdiri dan menghampiri pelayan untuk menanyakan hal tersebut, dan pelayan itu menganggukkan kepalanya yang berarti makanan itu bisa dibawa pulang.
2 orang pelayan pun datang untuk membawa makanan Desta ke dapur restoran untuk dimasukkan ke dalam kotak makanan agar bisa dibawa pulang.
“Nah, kalau begini sudah beres kan?” ucap Desta.
“Mmm..” Debby hanya menganggukkan kepalanya lalu menyantap makanannya.
Setelah mereka selesai makan, Desta mengajak Debby untuk pergi dari Central Garden dan menuju butik yang berada tidak jauh dari situ.
“Deb, aku akan mengajakmu berkeliling untuk mencari desain gaun pengantin yang cantik untukmu” ucap Desta, dan Debby pun menganggukkan kepalanya mengiyakan ajakan Desta.
__ADS_1
Mereka pun segera berjalan ke parkiran dan pergi menuju butik tersebut, dan seperti sebelumnya, Yanto mengikuti mereka sampai ke butik tersebut.
“Hah? Itu kan butik untuk memesan gaun pengantin, memangnya siapa yang akan menikah? Jangan-jangan..” Yanto curiga bahwa orang yang mengajak Debby ke sana bukanlah teman biasa, melainkan tunangannya.
“Kalau begitu aku akan meminta penjelasan darinya ketika mereka selesai” ucap Yanto yang mengepalkan tangannya kuat-kuat.
30 menit dia menunggu di dalam mobil dan akhirnya mereka berdua keluar dari butik tersebut dengan senyuman yang dibenci olehnya, itu adalah senyuman kebahagiaan Debby yang bahagia bukan karena dirinya.
Yanto keluar dari mobil Pajero Sport miliknya dan berjalan mendekati mereka berdua.
“Berhenti..!” teriak Yanto.
“Maksud apanya? Kau kenapa?” jawab Debby kebingungan, namun Desta paham dengan rencana yang akan dilakukan oleh Yanto, dia akan membuat seolah Debby selingkuh darinya dan akan menikah dengan laki-laki lain.
“Haha, sungguh klise dan kampungan, tapi aku mengakui ketidak maluannya di depan umum seperti ini” gumam Desta lalu tertawa kecil.
“Kau sialan.. Apa yang kau tertawakan?” bentak Yanto kepada Desta.
“Tidak ada, lanjutkanlah..!” jawab Desta santai.
__ADS_1
“Debby, kenapa kau malah memilih orang rendahan seperti ini daripada aku yang sudah jelas-jelas lebih baik untukmu?” ucap Yanto.
“Wah orang ini terlalu percaya diri, aku jadi mau muntah mendengarnya” gumam Desta yang geli mendengar ucapan Yanto.
“Yanto, kau kenapa? Kau sakit kepala atau apa?” balas Debby yang heran dengan kelakuan Yanto yang seperti ini.
“Aku kecewa denganmu Deb, kau malah akan menikahi pria rendahan seperti ini dan menolakku mentah-mentah” sambung Yanto.
Debby sudah malas mendengarkan ucapan Yanto dan mengajak Desta berjalan untuk pergi meninggalkan Yanto sendiri.
Tapi tindakan itulah yang diinginkan Yanto, jika Debby dan Desta melakukan hal itu, orang-orang yang melihat sudah pasti akan berpikir bahwa Debby yang sudah keterlaluan.
Tapi hal itu tidak dipikirkan oleh Desta, “Sudah selesai kan? Kalau begitu permisi, aku mau mengantar putri cantik ini kembali untuk beristirahat” ucap Desta yang menarik tangan Debby dan berjalan meninggalkan Yanto.
Namun Yanto tidak terima dengan perlakuan Desta yang seperti itu, dia pun menarik kerah baju Desta dan memukul wajahnya hingga terjatuh.
“Kau lihat Deb? Pecundang seperti ini tidak pantas untukmu” ucap Yanto.
“Oi, apa kau sudah gila?” Debby bukan mencemaskan Desta, tapi dia mencemaskan Yanto yang sebentar lagi akan hajar oleh Desta dan selain itu, dia juga pasti akan memecat Yanto dari perusahaan Gloria.
__ADS_1
“Haha, aku salut dengan keberanianmu..! Siapa namamu tadi? Yanto? Oke, aku beri kau satu kesempatan untuk meminta maaf padaku sebelum kau menyesali semua yang sudah kau lakukan” Desta tertawa terbahak-bahak lalu berdiri seraya membersihkan celananya yang kotor setelah jatuh ke tanah.