
"Oh maksud Anda kak Danu ya? Aku sih tidak masalah, kalau begitu tanyakan langsung saja kepadanya..!" jawab Desta mengizinkan jenderal Winoto untuk membuat asosiasi dengan sekolah beladirinya Kamandanu.
"Baiklah, terima kasih banyak" ujar jenderal Winoto dengan ekspresi senang.
"Mmm, tidak perlu berterima kasih, lagipula kalau Heir Group berasosiasi dengan kepolisian, aku jadi semakin tenang dengan keamanannya" jawab Desta dengan alasan yang masuk akal.
“Jika hanya itu saja, berarti masalah ini sudah terpecahkan, aku akan pamit untuk menemui Debby” Desta berdiri dan memberi salam kepada jenderal Winoto, lalu dia berjalan keluar ruangan dan menuju mobilnya yang diparkir di depan gedung.
Saat Desta akan masuk ke dalam mobilnya, ada seorang pemuda yang sepertinya salah satu karyawan di Heir Group mendatangi Desta.
“Kenapa?” ucap Desta yang merasa risih karena pemuda itu melihatnya dengan tatapan yang menjengkelkan.
__ADS_1
“Ah tidak, aku hanya heran saja, apa yang dilakukan oleh orang dengan mobil murahan seperti ini di ruang utama gedung para dewan?” ucap pemuda itu yang merendahkan Desta karena mobil yang dimilikinya hanya seharga tidak lebih dari 300 juta.
“Memangnya apa hubungannya ruang utama gedung para dewan dengan mobil murahan?” tanya Desta yang merasa heran dengan pertanyaan yang dilayangkan oleh pemuda itu.
“Tentu saja ada hubungannya..! Karena gedung ini hanya untuk para petinggi perusahaan saja, dan yang boleh parkir di halaman ini hanya para petinggi itu, dengan gaji yang mereka peroleh per bulannya, sudah pasti kendaraan mereka pun tidak ada yang di bawah 1 miliar, makanya sudah sangat jelas kalau kau ini bukan salah satu dari para petinggi dan kau masih berani parkir di sini?” ucap pemuda itu dengan sangat sombong.
“Lihatlah sekelilingmu..!” pemuda itu menunjuk ke arah sekeliling parkiran dan memang benar, semua kendaraan yang terparkir di sana kecuali milik Desta, adalah kendaraan yang harganya di atas 2 miliar dan yang paling tinggi adalah harga mobil yang dimiliki Sebastian.
Tak lama kemudian terlihat Sebastian dan jenderal Winoto yang keluar dari gedung dan melihat ke arah Desta yang sedang berdebat dengan pemuda itu, dan mereka pun langsung mendekati Desta.
“Tuan Sebastian..!” pemuda itu langsung menghampiri Sebastian untuk mencari muka dengannya.
__ADS_1
“Ada apa? Kenapa kau belum juga masuk ke dalam?” tanya Sebastian.
Ternyata pemuda itu adalah salah satu petinggi di Heir Group, namun jabatan yang dia pegang adalah jabatan yang paling rendah diantara para petinggi.
“Aku sedang memarahi karyawan yang tidak tahu aturan ini, dia berani memarkirkan mobil usangnya di area sini” lapor pemuda itu yang bermaksud untuk membuat Desta diusir seperti kucing liar.
“Apa yang kau bicarakan? Dia adalah...” jenderal Winoto terhenti karena melihat Desta melambaikan tangannya yang mengisyaratkan untuk tidak mengatakan apapun tentang identitasnya.
“Eh hehe, aku hanyalah karyawan biasa, kalau begitu aku akan segera pergi dari sini, maafkan aku sudah mengganggu ketertiban di sini” ucap Desta yang membuka pintu dan segera menyalakan mesin mobilnya, tidak ingin menyebabkan masalah yang lain lagi.
“Haduh, memang sih perusahaan ini sangat bergengsi, tapi apakah mereka tidak menyeleksi kepribadian seperti itu? Sepertinya aku harus menghindari berada di sekitar orang-orang seperti itu agar tidak timbul masalah lainnya.” Desta menepuk dahinya lalu mengemudikan mobilnya meninggalkan area tersebut untuk bertemu dengan Debby di perusahaan Gloria.
__ADS_1