Si Miliarder Muda

Si Miliarder Muda
Dia Adalah Calonku


__ADS_3

Keesokan harinya..


Karena keluarganya datang mengunjunginya, Debby mengambil cuti selama 3 hari untuk menemani mereka.


"Kak Deb, kau masih ingat dengan kak Imam? Temanmu sewaktu SMA?" tanya Lia sambil menyalakan televisi.


"Imam gendut? Ya, aku masih ingat, kenapa?" jawab Debby santai.


Imam adalah teman sekelasnya sewaktu SMA di Malang, dia kembali dari Palembang saat lulus SMP.


Debby bersekolah SMP di Palembang karena mengikuti ayahnya yang sedang ditugaskan selama 4 tahun di sana.


Saat dia kembali ke Malang, ayahnya mendaftarkan ke SMA yang sama dengan Imam, dan selama 3 tahun dia mengejar Debby, namun Debby tidak pernah tertarik padanya walaupun Imam sudah sering bermain ke rumahnya bersama teman-temannya yang lain.


"Kudengar dia sekarang sudah menjadi pria tampan dan bekerja di perusahaan multinasional di Jakarta" Lia berbicara dengan bersemangat.


"Oh..." Kabar itu sama sekali tidak membuat Debby tertarik, menurutnya Desta sudah lebih dari cukup, walaupun dia hanyalah seorang satpam.

__ADS_1


"Kalau tidak salah, tadi malam kau bilang sudah punya calon, apakah dia tampan? Atau dia orang yang sangat kaya hingga tidak membuatmu tertarik dengan Herman?" Lia menatap Debby dengan penuh penasaran.


"Tidak, dia hanya seorang satpam di sebuah perusahaan, dan gajinya juga lumayan, 8 juta per bulan." Gaji seperti itu sudah melebihi gaji satpam di Malang, namun tetap saja pekerjaannya hanya seorang satpam, Lia langsung memandang dengan tatapan aneh pada kakaknya.


"Kak, kurasa kalau ibu tahu soal ini, dia akan marah besar", Lia memperingati Debby.


"Yah, Cepat atau lambat ibu juga akan tahu", Debby memang berencana akan membawa Desta untuk bertemu dengan keluarganya.


Hari ini Debby akan mengajak keluarganya berkeliling kota Jakarta.


Di sisi Desta..


"Baguslah kalau begitu, kau berhati-hatilah di sana..!" jawab Desta lalu menutup panggilannya karena ada pesan singkat dari Debby yang ingin segera dia baca.


"Bontet, ayah dan ibuku ingin menemuimu, apakah besok kau ada waktu untuk bertemu di Central Garden?" Pesan singkat dari Debby seketika membuat jantung Desta berdetak lebih kencang, dia senang namun juga gugup.


Desta menarik nafas dalam-dalam dan menghembuskan sekuat tenaga lalu mengetik, "Oke, besok kebetulan aku libur dari tugas berjaga, jam berapa aku harus ke sana?" lalu dia mengirimnya dengan keringat dingin yang bercucuran.

__ADS_1


"Besok jam 3 sore, lantai 4, di restoran seafood, kau tidak mungkin tersasar, restoran itu hanya satu-satunya di lantai 4" Debby menjawab pesannya.


"Oke, aku akan ke sana tepat waktu..!" Desta langsung terdiam dan menyiapkan mentalnya untuk bertemu dengan calon mertua.


Waktu pun berjalan dengan sangat cepat dan Desta sudah menyiapkan mentalnya untuk bertemu dengan orangtua Debby.


Dia langsung menuju ke Central Garden dengan sepeda motornya, dengan kecepatan penuh dia memacu kendaraannya agar tidak terlambat.


Setelah sampai di sana, dia langsung menuju lantai 4 dan menemukan sebuah restoran seafood yang sangat besar, restoran itu menggunakan hampir keseluruhan lantai 4 Mall tersebut.


"Wah, ini malah seperti lantai pribadi restoran ini" ucap Desta.


Dia pun berjalan masuk dan menemukan Debby sedang duduk bersama keluarganya dan melihat-lihat menu.


Debby kemudian melihat dan melambaikan tangannya kepada Desta yang berjalan ke arahnya, ayah dan ibunya juga ikut melihat ke arah Desta yang membuat Desta merasa canggung.


"Hehe, halo paman, bibi" Desta menyapa dengan kecanggungan yang luar biasa, Debby mengisyaratkan agar Desta segera duduk di sebelahnya.

__ADS_1


"Ayah, ibu, perkenalkan dia Desta, dia adalah calon yang aku katakan" Retno, Anna dan Lia langsung melihat ke arah Desta dengan tatapan menyelidik.


Anna melihatnya dari ujung kaki hingga ke ujung rambut, namun dia tidak menemukan hal yang istimewa dari Desta, dan langsung membuat ekspresi curiga.


__ADS_2