
"Tuan muda Desta adalah pemilik tunggal dari perusahaan Heir Group yang sebentar lagi akan selesai dibangun" Sebastian menjelaskan dengan sangat detail.
"Terima kasih, paman..!" Desta menutup panggilan teleponnya.
"Ah itu memang suara pak Sebastian, maafkan aku sudah meragukan perkataanmu tuan" Hendra merunduk dan memberi hormat kepada Desta.
"Sudahlah, lagipula aku tidak bisa berlama-lama di ruangan ini, aku hanya ingin kau melakukan yang kuminta tadi..!" ucap Desta yang bangkit dari tempat duduknya dan berjalan ke arah pintu untuk kembali ke ruang kerja tim pemasaran.
"Tuan akan menggantikannya dengan siapa?" tanya Hendra.
"Hmm, sejauh ini aku hanya melihat Debby sebagai kandidat yang cocok, kau gantikan saja dengan Debby..!" Desta hanya berkata sekali dan Hendra langsung melaksanakannya karena dia tau Desta tidak akan mengulangi perkataannya.
Desta pun kembali ke ruang kerjanya dan menyapa Debby, tapi Debby malah memalingkan muka darinya.
"Huh, kan aku tidak melakukan hal buruk, tapi walaupun dia marah, tetap saja terlihat cantik" Desta hanya tersenyum kecut dan kembali duduk menatap layar komputernya.
__ADS_1
Di sisi lain..
Anna menghubungi Herman untuk berbincang-bincang dan mengetahui bahwa Herman sedang berada di Jakarta karena perjalanan bisnis.
"Kebetulan sekali..! Aku juga sedang berada di Jakarta, apa kau mau mampir? Aku dan ayahnya Debby pasti akan menyambutmu" Anna sangat antusias saat berbicara dengan Herman, dia memang masih berharap Debby akan menjadi istrinya Herman agar kehidupannya terjamin, tidak seperti Desta yang hanya seorang satpam.
"Boleh juga, tapi aku hanya akan mampir jika Debby juga ada di sana" Anna pun menyetujuinya dan memastikan Debby pasti akan ikut menemuinya.
"Oke, besok siang di restoran d'Coins ya bibi, aku yang akan membayar semuanya" Herman mengirimkan alamatnya dan mereka berdua pun sepakat.
Anna langsung menyuruh Debby mengambil libur lagi besok untuk menemaninya, dia beralasan ingin menjernihkan pikirannya dengan makan banyak.
"Aku tidak mau tahu, bagaimanapun caramu harus bisa menemani ibu besok..!" dengan paksaan seperti itu, jelas Debby sangat curiga.
"Baik bu, tapi aku akan mengajak Desta bersamaku besok" dia mengajukan syarat karena kecurigaannya kepada ibunya.
__ADS_1
"Terserah kau saja, aku akan mengirimkan alamatnya restorannya padamu..!" Anna berpikir, Desta yang hanya seorang satpam tidak mungkin menang jika dibandingkan dengan Herman yang seorang bos besar.
"Mmm..." Debby menganggukkan kepalanya dan menutup panggilan teleponnya.
Dengan malu-malu dia menghampiri Desta yang sedang menatap layar komputernya.
"Bontet, sebagai permintaan maafmu, aku mau besok kau temani aku berkeliling Jakarta bersama ibuku" Desta mengerutkan alisnya, jika berkeliling jakarta saja kenapa tidak dia sendiri yang melakukannya?
"Apakah ada sesuatu yang mencurigakan?" Desta melihat wajah Debby yang tampak kebingungan.
"Ibuku memaksaku untuk menemaninya makan di restoran ini" Debby menunjukkan alamat d'Coins pada Desta.
Dengan spontan Desta pun menjawab "Aku mau, itu adalah restoran favoritku..!", tapi Desta juga menaruh rasa curiga kepada Anna, jika hanya untuk makan siang, mengapa sampai segitu memaksa.
Karena Desta yang mengatakannya, makanan restoran itu pasti enak dan tidak terlalu mahal pikir Debby.
__ADS_1
"Oke, besok jemput aku jam 12 siang di kontrakanku" Debby lalu menggembungkan pipinya kembali dengan wajah cemberutnya yang membuat Desta tertawa kecil.
"Haha, kau terlihat seperti balon jika begitu terus" Desta berdiri dan mengacak-acak rambut Debby yang membuat laki-laki lain jadi iri saat melihatnya.