Si Miliarder Muda

Si Miliarder Muda
Bicara Empat Mata


__ADS_3

Boris tidak berani bertindak gegabah karena Desta berada sangat dekat dengan kakaknya, keluarga satu-satunya yang dia miliki saat ini.


Lalu Boris berjalan perlahan menuju Nina dan berkata “Kak, kau tidak apa-apa, ‘kan? Dia tidak melakukan hal aneh kepadamu, ‘kan?” tanya Boris yang terlihat panik itu.


“Bocah bodoh, bicara apa kau? Cepat minta maaf pada temanmu..! Dia ini orang yang baik dan sopan, kalau memang dia orang yang jahat, sudah dari tadi aku terluka” bantah Nina atas ucapan Boris tadi.


“Tapi kak?” sergah Boris.


“Tidak ada tapi..!” bentak Nina.


“Aku tidak tahu maksudmu ke sini apa, tapi jika kau berniat macam-macam, aku akan menghabisimu..!” ancam Boris kepada Desta dengan tatapan yang dingin.


“Boris..!” teriak Nina.

__ADS_1


“Haha, sangat menarik, kau memang tidak pernah berubah bro..!” ucap Desta tertawa terbahak-bahak dan bertingkah seolah mereka adalah teman lama.


“Baiklah, karena kalian berdua sudah bertemu, aku akan meninggalkan kalian untuk mengobrol” ucap Nina dan kemudian dia pun berdiri dengan susah payah dengan tongkatnya, sontak Boris pun bereaksi untuk membantu Nina.


“Tidak usah, kau temani dulu Desta, dia sudah lama menunggumu di sini” ucap Nina menolak bantuan Boris lalu langsung berjalan menuju ruang tengah untuk menonton televisi.


“Apa maumu?” ucap Boris yang berbalik ke arah Desta.


“Aku hanya ingin menanyakan, apa yang membuatmu berpikir bahwa kau bisa mencelakaiku tanpa membuatmu terluka sedikitpun? Memangnya apa yang dijanjikan oleh Brandon dan Cindy padamu hingga kau mau saja menuruti mereka?” ucap Desta dengan santainya.


Boris terlihat terkejut karena memang dia sudah yakin bahwa rekaman CCTV yang ada di gedung tersebut sudah dihapusnya sesaat setelah dia menyabotase sepeda motor Desta.


“Kenapa? Sepertinya kau sangat terkejut?” tanya Desta sambil tersenyum kecil.

__ADS_1


“Hmm, bicara apa kau..! Aku saja tidak mengenal mereka berdua..!” bantah Boris yang masih mencoba mengelabui Desta.


“Hoo, jadi kau pikir aku hanya asal bicara? Oke, kalau begitu ini pasti bisa menjelaskannya” ucap Desta sambil mengeluarkan ponselnya dan menunjukkan rekaman video yang tadi dia lihat.


“Ka-kau, bagaimana kau?” wajah Boris seketika berubah masam setelah melihat rekaman yang sangat jelas memperlihatkan wajahnya.


“Hehe, tidak usah kau pikirkan bagaimana aku bisa mendapatkan rekaman ini, yang aku mau tahu hanya kenapa kau menuruti mereka berdua? Memang sebelumnya kedatanganku ke sini adalah untuk membuatmu menyesal karena sudah berurusan denganku, tapi setelah mendengarkan cerita dari kakakmu, aku jadi penasaran dengan keputusanmu untuk membantu Brandon dan Cindy setelah kau mengatakan ingin berhenti menyakiti orang lain” ucap Desta yang kembali menyandarkan tubuhnya di sandaran sofa.


Boris pun terdiam tidak bisa membantah apapun yang diucapkan Desta, dia jadi berpikir bahwa Desta bukanlah orang sembarangan.


“Rekaman yang seharusnya sudah tidak bisa dipulihkan saja bisa dia dapatkan, untuk meretas kamera CCTV saja sudah sangat sulit, apalagi untuk mengembalikan yang sudah terhapus” gumam Boris yang berpikir bahwa dia harus lebih berhati-hati dengan Desta.


“Jadi?” ucap Desta yang menyadarkan Boris dari lamunannya.

__ADS_1


__ADS_2