
Widodo pasti tidak akan berada di rumahnya di saat rekrutan barunya itu ingin bertemu dengannya.
Terlebih lagi, karena dia adalah seorang bos besar, ke mana pun dia pergi pasti akan membawa banyak pengawal untuk menjamin keselamatannya, dan karena di rumah ini sangat sepi, Widodo pasti sedang tidak berada di rumah dan Desta semakin yakin dengan asumsinya bahwa dia bisa menggali informasi di sini sebanyak mungkin dengan menyamar sebagai orang suruhannya.
Desta dan Febrianto berjalan menuju pintu masuk rumah tersebut, dan mereka pun melihat seorang wanita cantik yang membukakan pintu.
“Masuklah..!” ucap wanita tersebut.
“Perkenalkan, namaku Desta dan dia adalah Lukman” ucap Desta menyamarkan nama Febrianto, karena dia yakin Widodo pasti akan cepat mengenali namanya jika menggunakan nama asli.
Sedangkan untuk namanya sendiri, Widodo pasti tidak akan tahu karena baru kali ini Desta berkunjung ke sini dan tidak pernah berurusan langsung dengannya sebelumnya.
“Bos, aku tahu kau ingin menyamarkan namaku, tapi apa tidak ada nama yang lebih keren lagi?” Febrianto hanya tersenyum kecut dengan nama yang diberikan Desta untuknya.
__ADS_1
“Oh perkenalkan, namaku Lisna dan aku adalah anak angkat sekaligus istri simpanan dari bos kalian” ucap Wanita tersebut.
Lisna memang anak yang diangkat oleh Widodo dan memberikannya rumah sendiri di kawasan ini agar dia bisa mengunjunginya tanpa diketahui oleh istrinya yang sah.
Mendengarkan penjelasan Lisna, tentu saja Desta dan Febrianto kebingungan.
“Anak angkat sekaligus istri simpanan? Jadi, nona diperlakukan yang bagaimana?” Desta langsung saja bertanya tanpa basa-basi.
“Haha, aku tahu kau akan menanyakan hal itu, pertanyaan itu sudah biasa dilontarkan kepadaku oleh rekrutan sebelum kalian” ucap Lisna sambil tertawa kecil, untuk sesaat Febrianto merasa tertarik kepada Lisna dan pikirannya pun sempat melayang kemana-mana.
Desta yang mendengar ucapannya dengan jelas, langsung saja menginjak kaki Febrianto dengan keras agar dia segera berhenti melamun.
“Maaf, maksudku, nona Lisna diperlakukan seperti apa oleh bos Widodo?” Febrianto mengusap-usap kepala bagian belakangnya.
__ADS_1
“Hmm, bagaimana aku mengatakannya ya? Aku diperlakukan seperti anak dan istrinya saja..! Jika dia sedang ingin menganggapku sebagai anaknya, dia pasti akan memanjakanku seperti anak kecil” ucap Lisna.
“Tapi, jika dia sedang dikuasai oleh nafsunya, aku diperlakukan seperti istrinya dan kami pun langsung berhubungan intim untuk memuaskannya” ucap Lisna dengan nada yang sedikit sedih.
“Tapi, apakah kehidupan yang seperti itu bisa nona terima? Bukankah itu sedikit tidak normal?” ucap Febrianto yang merasa kesal dengan Widodo yang memperlakukan Lisna seperti boneka pemuas nafsunya saja.
“Itu...” Lisna merunduk dengan ekspresi wajah yang datar dan nada bicara yang sedih.
“Lukman, sudahlah tidak usah kau tanyakan hal pribadi seperti itu..!” ucap Desta memperingatkan Febrianto agar tidak terbawa suasana dan membongkar penyamaran mereka, Febrianto pun menjawab dengan menganggukkan kepalanya.
“Apa kalian bercanda? Tentu saja aku menikmatinya..! Selama hidupku, aku tidak pernah merasa sesenang ini, rumah mewah, kehidupan penuh dengan keglamoran, dan perut yang tidak akan pernah kosong? Wanita mana yang tidak menginginkan hal itu? Haha..!” ucapan Lisna benar-benar mengejutkan Desta dan Febrianto.
Semula, mereka mengira bahwa Lisna adalah korban Widodo untuk memuaskan hawa nafsunya saja.
__ADS_1
Di luar dugaan, Lisna ternyata hanyalah seorang wanita murahan dan sangat mengidam-idamkan harta kekayaan tak peduli bagaimanapun cara dia mendapatkannya, dan ternyata Widodo hanya datang ke rumah ini ketika dia sedang butuh.