
“Akhirnya aku bisa berbicara langsung denganmu..!” jawab Desta kegirangan.
“Hehe, aku salut dengan kemampuan intelijenmu karena bisa menemukanku” jawab Roger dengan nada yang sombong.
“Terima kasih atas sanjungannya Roger..! Baiklah, aku tidak akan berbasa-basi lebih lama yang akan membuatmu bosan, maksudku dengan mencarimu pasti kau sudah tahu bukan?” tanya Desta serius.
“Mmm, tapi apakah kau bisa meyakinkanku?” Roger kembali bertanya kepada Desta.
“Hmm? Meyakinkanmu bagaimana maksudnya? Apakah ini tentang bayaranmu?” ucap Desta yang mencoba menebak maksud dari Roger.
“Kalau tentang bayaran aku nomor duakan, yang aku mau adalah, jika aku harus menjadi pengawal, berarti orang yang akan aku kawal nanti minimal harus bisa menjaga dirinya sendiri untuk masalah kecil, karena akan sangat merepotkan jika aku harus mengurusi hal-hal sepele untuknya”
Desta terdiam sesaat, dia paham maksudnya Roger adalah Debby harus bisa mengurus dirinya sendiri saat menemui masalah kecil atau sepele tanpa harus dibantu olehnya.
“Tapi aku yakin Debby bisa” gumam Desta sambil menganggukkan kepalanya.
“Hmm, Roger, aku hanya ingin kau tahu bahwa yang akan kau jaga nanti adalah tunanganku, jadi aku mau kau tidak berharap banyak karena sekarang kau tahu dia adalah seorang wanita” jawab Desta menginformasikan Roger agar dia tahu siapa yang harus dia jaga, dan mungkin saja bisa memberi keringanan dalam persyaratannya.
“Hmm, kalau begitu aku menolak..!” tegas Roger.
“Haha, aku mengerti pemikiranmu..! Memang akan sangat merepotkan untuk menjaga seorang wanita karena kau berpikir dia akan sama seperti wanita pada umumnya yang tidak bisa melindungi dirinya sendiri bukan? Tapi tenang saja, aku bisa menjamin bahwa dia sangat kompeten untuk menjaga dirinya sendiri..!” ucap Desta karena dia mengingat kejadian Debby yang berhasil mengambil alih pisau dari Yanto, walaupun akhirnya dia tetap tertusuk oleh pisaunya, tapi itu sudah termasuk tindakan berani untuk seorang wanita pikirnya.
“Tidak..! Bukan itu maksudku” bantah Roger yang sedikit mengeraskan suaranya.
“Maksudku adalah, karena kau berani memintaku untuk menjadi seorang pengawal, pastinya kau tahu akan kemampuanku dan bayaran untukku pun tidaklah murah..! Jadi, aku menyimpulkan bahwa kau adalah orang manja yang hanya ingin melindungi kekasihnya agar terlihat keren” ucap Roger dan ucapannya itu membuat Desta tertawa keras.
“Haha, bagaimana kau bisa menyimpulkan seperti itu? Memangnya kau pikir aku benar-benar seperti itu? Apa perlu aku buktikan agar aku menerima permintaanku?” tantang Desta.
__ADS_1
“Oh menarik, jadi kau mau menantangku berkelahi?” jawab Roger.
“Ya begitulah, siapa tahu aku yang manja ini bisa membuatmu berubah pikiran” ucap Desta dengan nada mengejek.
“Oke..! Aku terima tantanganmu..! Bagaimana kita bisa bertemu?” jawab Roger menerima tantangan dari Desta.
“Hehe, aku punya sarana untuk pertarungan kita, datanglah ke alamat yang akan aku kirimkan padamu setelah ini besok siang jam 1..! Aku akan menunggumu” ucap Desta dengan penuh semangat.
Desta sebenarnya memang sangat penasaran dengan kemampuan orang yang direkomendasikan oleh Sebastian ini, dan kebetulan ini adalah saat yang tepat untuk meyakinkannya bahwa dia tidak salah memilih pengawal untuk Debby.
“Oke..! Kau jangan kabur ya..!” ucap Roger yang merendahkan Desta lalu menutup panggilan teleponnya.
“Paman, kau dengar itu?” tanya Desta kepada Sebastian yang sedari tadi mendengarkan percakapan mereka berdua.
“Baiklah tuan muda, aku akan mempersiapkan semuanya” jawab Sebastian lalu dia juga mematikan panggilan teleponnya.
Keesokan harinya, jam 8 pagi dokter Ali kembali mengunjungi Debby sebagai jadwal kunjungan pasien rutinnya.
“Kalau terus seperti ini kecepatan penyembuhannya, nanti malam juga sudah boleh pulang dari sini” ucap dokter Ali yang membuat Debby tersenyum senang karena dia sudah merasa sangat bosan berada di rumah sakit walaupun fasilitas yang dia dapatkan sangat premium.
“Baik, terima kasih dokter” ucap Debby dan dokter Ali pun segera pergi untuk kunjungan pasien berikutnya.
“Bontet, kau dengar itu? Akhirnya aku tidak akan memakan makanan rumah sakit ini lagi..!” ucap Debby yang menunjuk ke sebuah nampan kayu yang menjadi alas untuk sarapan yang dia makan setiap pagi.
“Haha, yang penting kau jangan bertindak sembarangan lagi saat sembuh nanti..! Kalau ada situasi berbahaya seperti malam itu, lebih baik kau menjauh, karena itu adalah langkah yang paling tepat..!” tegas Desta yang terlihat seperti sedang memarahi Debby.
“Hehe, kau terlihat tampan kalau marah” ucap Debby.
__ADS_1
“Ya apapun itulah pokoknya yang aku mau agar kau tetap menjauh dari situasi berbahaya..!” tegas Desta sekali lagi.
“Siap komandan..!” jawab Debby yang meletakkan tangannya di depan alisnya dan membentuk sikap hormat kepada atasan.
“Bagus..! Kalau begitu istirahatlah, aku akan pergi untuk mengurus sesuatu” ucap Desta dan Debby menganggukkan kepalanya mengiyakan perintah Desta.
Setelah Debby berbaring, Desta segera pergi untuk datang lebih awal ke tempat yang telah dijanjikan untuk menguji kemampuan Roger.
Tempat yang dijanjikan tentu saja adalah gedung olah raga di perusahaan Heir Group, tapi bukanlah gedung yang digunakan oleh Kamandanu untuk sekolah Danu’s Martial Arts miliknya.
Setiap gedung olah raga berjarak 1 kilometer jauhnya, dan oleh karena itu, Sebastian akan menyiapkan kendaraan antar jemput untuk Roger agar dia tidak tersesat di area Heir Group yang sangat luas itu.
Desta pun tiba lebih awal dan karena sekarang masih jam 11, dia segera melakukan pemanasan dengan berlari keliling gedung sebanyak 100 kali sampai jam 1 siang.
“Tuan muda, aku minta jangan membuatnya trauma, karena kemampuannya untuk bekerja dibalik bayangan sangatlah langka, jadi, tolong jangan buat dia berpikir bahwa kemampuannya tidak dibutuhkan setelah melawan Anda” ucap Sebastian dari kursi penonton.
Maksud dari bekerja dibalik bayangan di sini adalah, seseorang yang bisa membaur dengan lingkungan sehingga tidak menimbulkan kecurigaan sedikitpun dan kemampuan ini sangatlah langka di zaman seperti sekarang yang serba ricuh ini.
“Tidak akan..! Jika aku melemahkan perlawananku, aku tidak akan tahu apakah dia pantas untuk menjadi pengawal Debby, aku akan tetap dengan kekuatan penuhku..!” jawab Desta yang tidak ingin mendengarkan nasihat Sebastian.
“Hmm, aku rasa Anda ada benarnya, mungkin aku yang terlalu cemas dengan orang itu jika berhadapan dengan tuan muda” jawab Sebastian.
Tiba-tiba ada suara pintu yang dibuka dengan kasar lalu terdengar suara langkah yang mendekat.
Tak lama kemudian terlihat seorang pria dengan kumis dan jenggot yang telah rapi dicukur, tinggi sekitar 180 sentimeter dengan badan yang sangat kekar, benar benar terlihat seperti seorang pembunuh bayaran.
Tak terasa ternyata sekarang sudah jam 1 siang dan sesuai janji, Roger benar-benar sudah tiba di sana.
__ADS_1
“Ternyata kau hanya seorang bocah ingusan, apa kau yakin menantangku seperti ini?” tanya Roger yang semakin meremehkan Desta karena dia pikir anak muda sekarang ini tidak memiliki pengalaman bertarung seperti dirinya.