Si Miliarder Muda

Si Miliarder Muda
Acara Makan Malam Pt.2


__ADS_3

“Jika aku beri tahu pun kau tidak akan mengerti, karena tuan muda bukan hanya anak dari orang kaya, tapi dia adalah penerus mutlak dari kekayaan keluarganya..! Jika dia menginginkan keluarga ini jatuh, hanya masalah sepele baginya untuk melakukannya” ucap Sony memperingati Cindy, dia tahu niat Cindy yang ingin mempermalukan Desta seperti tamu-tamu lain sebelum dia mengenal Brandon.


Namun, setelah mengenal Brandon, bukannya menjadi baik atau lebih rendah diri, Cindy malah semakin menjadi arogan dan tidak mau menghargai orang lain yang berada di kalangan dibawahnya.


“Omong kosong..! Mana ada orang seperti itu di sini..! Ayah pasti sudah diancam sesuatu olehnya kan? Itu sebabnya ayah bersikap seperti itu padanya..!” teriak Cindy yang suaranya sedikit bergetar.


“Jaga ucapanmu nona muda..! Aku tidak peduli kau berpikiran seperti apa kepada tuan muda Desta, tapi jika sampai kau ataupun pacarmu menyinggung perasaan apa lagi sampai memprovokasinya, aku tidak akan sungkan mengusir kalian berdua meskipun kau adalah anakku sendiri..!” tegas Sony, dia begitu takut jika Desta akan menaruh dendam kepada keluarganya.


“Cih..!” tanpa berbicara apa pun lagi, Cindy pergi keluar dari ruangan ayahnya.


“Apa-apaan sih ayah itu? Memangnya ada orang seperti itu di sini? Mana mungkin orang yang berpenampilan kumuh seperti itu bisa menjadi tuan muda yang ditakuti oleh ayah?” gerutu Cindy yang masih kesal dengan perkataan ayahnya.

__ADS_1


“Lagi pula, memangnya sekaya apa dia sampai-sampai ayah bilang dia bisa menghancurkan keluarga ini dengan mudah? Apakah dia pemilik dari Heir Group? Tapi jika pun benar, bahkan Heir Group sendiri tidak akan bisa dengan mudah menjatuhkan keluarga ini..! Tapi mana mungkin dia adalah pemilik dari Heir Group, penampilannya saja seperti pengemis, huh..!” Cindy berjalan dengan raut wajah yang sangat kusut dan masam, serta tangan yang dikepalkan dengan sangat erat.


Lalu Cindy mengambil ponselnya untuk menghubungi Brandon.


“Brandon, nanti malam ayah akan mengadakan acara makan malam untuk menyambut si brengsek yang sudah mempermalukanmu, dan aku sudah bilang pada ayah untuk mengundangmu juga, kau bisa datang ke acara malam ini, ‘kan?” tanya Cindy dengan nada yang sedikit memaksa agar Brandon menghadiri acara nanti malam.


“Wah, kalau begitu ini adalah kesempatan yang sangat bagus untuk membalas perlakuannya padaku di hadapan ayahmu, aku akan menunjukkan dengan siapa dia berurusan..!” ucap Brandon.


“Kenapa?” tanya Brandon.


“Ayah sangat membesar-besarkan nama si brengsek itu, terlebih lagi ayah bilang jangan sampai kita menyinggung perasaan atau memprovokasinya, karena dia adalah orang yang punya kekuatan untuk menghancurkan keluargaku dengan sangat mudah, atau begitulah kata ayahku tadi” ucap Cindy memberitahukan Brandon tentang larangan ayahnya.

__ADS_1


“Cih, memangnya dia siapa? Penampilan seperti itu apanya yang orang besar? Dia lebih pantas dengan julukan gelandangan yang hanya menumpang makan di sebuah pesta..! Jika memang dia bisa membuat ayahmu takut, paling-paling karena dia sudah mengancam sesuatu kepada ayahmu” ucap Brandon kesal.


“Karena jika pun dia memang orang kaya, tidak mungkin dia bisa menjatuhkan keluarga kalian begitu saja, bahkan jika pemilik Heir Group si orang kaya nomor 1 di Jakarta saat ini pun tidak bisa melakukannya, kecuali dia berasal dari kota lain yang memang lebih kaya dari itu, tapi tidak mungkin bukan? Dia kan sekarang tinggal di Jakarta, terlebih lagi dengan penampilan seperti itu, aku menjadi semakin yakin bahwa dia hanya mengancam sesuatu pada ayahmu” ucap Brandon mencoba meyakinkan logikanya kepada Cindy.


“Iya ‘kan? Aku juga berpikiran seperti itu tapi ayahku malah memarahiku” ucap Cindy berpura-pura sedih dengan maksud membuat Brandon semakin panas.


“Tenanglah, aku akan memikirkan sesuatu untuk membuatnya bungkam dan tak berani bahkan untuk menatap mata ayahmu lagi ataupun mengancamnya lagi” ujar Brandon mencoba menenangkan Cindy.


“Mmm, aku percaya padamu Brandon” ucap Cindy dan panggilan telepon pun dimatikan.


“Bagaimanapun, aku akan membebaskan ayah dari si brengsek itu..! Lalu aku dan Brandon akan memberinya pelajaran hingga dia tidak berani untuk menampakkan wajahnya di hadapan keluarga ini lagi..!” gumam Cindy sambil menganggukkan kepalanya, lalu dia berjalan kembali ke kamarnya untuk merebahkan tubuhnya sejenak.

__ADS_1


__ADS_2