Si Miliarder Muda

Si Miliarder Muda
Herman Tidak Pernah Jera


__ADS_3

"Hmm, kalau begitu sudah bisa dipastikan malam ini mereka akan menyerang perusahaan Gloria karena data tersebut menyebutkan bahwa aku adalah bos di perusahaan tersebut, paman apakah aku bisa meminta..." sebelum Desta menyelesaikan omongannya, Sebastian memotong dengan sebuah jawaban yang melegakan.


"Aku sudah menghubungi Jenderal Polisi Winoto agar segera mengirimkan pasukan khusus untuk mencegah mereka masuk ke halaman perusahaan Gloria" ucap Sebastian.


"Baiklah, terima kasih paman, itu akan memberikanku cukup waktu untuk tiba tepat waktu di sana" Desta menutup teleponnya dan bergegas menuju ke parkiran untuk mengambil motornya dan melaju dengan kecepatan penuh.


20 menit kemudian dia pun tiba di perusahaan Gloria.


Desta melihat sekelompok orang yang sedang mengepung pintu depan dan ada sekelompok lagi yang telah memasuki halaman kantor, namun dia belum melihat satupun polisi yang berjaga, hanya beberapa satpam yang sudah tergeletak di tanah karena dihajar oleh sekelompok orang itu.


"Wah, apa mereka terjebak kemacetan?" gumam Desta karena heran.


Dia memarkirkan motornya di luar halaman perusahaan agar tidak terlihat oleh orang-orang tersebut.


Desta menyelinap masuk dan berjalan mengendap-endap dibalik kegelapan seperti seorang ninja.

__ADS_1


dia melihat ada sekitar 10 orang yang masuk, lalu satu per satu dia jatuhkan orang-orang itu tanpa ketahuan dan membuat beberapa dari mereka panik.


Hingga akhirnya hanya tersisa 3 orang lagi, Desta pun menunjukkan kehadirannya.


"Berani sekali kalian mengacau di perusahaanku" Desta menatap dengan tatapan yang sangat dingin.


"Heh ternyata hanya seorang bocah, aku kagum kau bisa menjatuhkan sebagian besar dari kami tanpa ketahuan, tapi karena sekarang aku sudah menunjukkan batang hidungmu, berarti kau sudah siap mati" tegas salah satu dari mereka.


"Huh, lagi-lagi omong kosong dari orang yang otaknya hanya diisi oleh kotoran" Desta sengaja memprovokasi mereka agar semuanya langsung menyerang tanpa ada yang melarikan diri, karena jika ada yang lolos pasti akan memanggil sisa kawanannya yang sedang berjaga di depan gerbang, dan itu akan membuat Desta sangat kerepotan.


Desta tersenyum lega karena dia tidak perlu khawatir untuk melawan sisanya, dia hanya akan menghubungi Sebastian kembali untuk melaporkan bahwa tidak ada satupun petugas polisi yang datang.


Dia akan menanyakan alasannya nanti setelah membereskan ketiga orang bodoh itu.


Salah satu dari mereka memiliki kemampuan bertarung yang lumayan, dia berhasil memukul wajah Desta hingga dia mundur beberapa langkah, tapi itu tidak cukup untuk membuat Desta jatuh.

__ADS_1


Dengan langkah cepat Desta pun segera membalas pukulannya tepat di wajah, namun pukulannya berhasil ditangkis oleh orang itu.


Desta kembali mundur beberapa langkah untuk mengatur strateginya.


2 dari mereka tiba-tiba berlari untuk menyerang Desta, namun belum sempat mengambil ancang-ancangnya, salah satu dari mereka tumbang dengan mudah ketika pukulan keras Desta mendarat tepat di dada kirinya yang membuat jantungnya terasa seperti berhenti berdetak.


Lalu Desta melangkah mendekati orang yang satunya dengan kecepatan tinggi dan langsung melayangkan tendangan ke arah kepala yang membuatnya pingsan seketika.


"Tinggal kau dan aku sekarang..!" ucap Desta.


"Salah..! Masih ada teman-temanku kok di depan gerbang sana" dia menunjuk ke arah belakangnya yang merupakan arah pintu gerbang depan perusahaan Gloria.


"Haduh, iya aku lupa tentang mereka, jadi sekarang kau mau melawanku atau berlari memanggil mereka seperti seorang banci?" Desta memprovokasinya lagi karena takut dia akan memanggil orang-orang yang berjaga di depan gerbang, karena dia tidak ingin melawan 20 orang sekaligus, itu bisa membuatnya sangat kerepotan.


"Bocah, aku tahu kau sedang memprovokasiku agar aku tidak memanggil yang lain, tapi baiklah, aku menghargai keberanianmu, aku akan meladenimu tanpa bantuan mereka" orang itu sangat percaya dengan kemampuannya.

__ADS_1


"Hehe, baiklah kalau begitu, aku mulai" Desta melompat-lompat untuk meregangkan badannya dan membunyikan lehernya, lalu bergerak maju untuk melawannya.


__ADS_2