
"Aku punya" jawab Desta dengan cepat.
"Kau ini, ya sudah bayar dulu lalu aku akan memberikan akses padamu" ucap bartender itu.
Desta mengambil kartu ATMnya dan menggesekkan ke mesin pembayaran.
"Kau mengejutkanku, aku pikir kau hanya pengunjung biasa yang hanya banyak bicara" ucap bartender itu sambil memberikan kartu akses ke meja VIP.
"Ya begitulah, aku sering mendapatkan perlakuan seperti itu" jawab Desta dengan senyuman kecil lalu memasukkan kartu ATM miliknya ke dompet.
"Lewat sini" bartender itu menunjukkan jalan menuju kursi VIP untuk Desta.
"Terima kasih, paman" ucap Desta kemudian duduk dan melihat menu untuk memesan sesuatu.
"Jadi, bagaimana caraku mencari informasi" Desta melihat daftar menu dan sesekali melihat meja VIP sebelahnya, lalu kembali melihat daftar menu.
__ADS_1
"Sepertinya boleh juga jika cara itu kucoba" Desta akhirnya memanggil seorang pelayan yang sedang lewat.
"Mau pesan apa tuan?" tanya pelayan yang berbaju rapi itu.
"Begini, aku mau pesan Vieille Bon Secours Ale satu botol, dan seseorang yang bisa menemaniku mengobrol" ucap Desta sambil mengedipkan matanya, dia yakin pelayan itu pasti mengerti maksudnya.
"Baik tuan, mohon tunggu sebentar" pelayan itu langsung pergi mengambil minuman yang dipesan Desta.
Tak lama kemudian, dia pun kembali dengan membawa minuman pesanan Desta dan juga seorang gadis cantik berkulit putih mulus, dan hanya mengenakan pakaian dalam saja atau disebut dengan lingerie.
"Mmm, terima kasih" Desta mengangguk dan langsung menuangkan minumannya ke dalam gelas.
"Jadi, kau sudah lama di sini?" ucap Desta yang membuka pembicaraan dengan gadis itu dan memberikan secangkir minuman keras padanya.
"Ya begitu lah, dan panggil saja aku Felicia" ucapnya lalu mengambil minuman dari tangan Desta.
__ADS_1
"Indah sekali, ah maksudku apa kau mengenal dengan pemilik bar ini? Desta hampir saja salah fokus dengan kemolekan tubuh Felicia yang hampir tidak berbusana.
"Ya tentu saja aku kenal, aku harus menghiburnya terlebih dahulu sebelum bisa menghibur pelanggan sepertimu" Felicia menjulurkan jari telunjuknya ke dagu Desta dan mulai menjalar ke mana-mana.
Desta menelan ludahnya dan berusaha menahan semua yang dia terima, karena ini pertama kali baginya.
"Kalau begitu, kau tahu dong biasanya dia ada di mana?" Desta mulai membiasakan dirinya dengan sensasi sentuhan yang diberikan Felicia dan mulai bisa mengontrol pikirannya agar tidak melenceng dari tujuannya.
"Mhmm.. Aku bisa membawamu padanya jika memang kau ada urusan bisnis dengannya, karena itu juga merupakan tugasku sebagai pekerja di sini" jawab Felicia sambil menggigit nakal daun telinga Desta dan membuatnya seperti tersengat listrik dan degup jantung yang semakin cepat.
"Tapi itu tidak gratis kau tahu" Felicia mengedipkan matanya pada Desta, tapi karena Desta ingat dia sudah punya Debby, jadi Desta tidak akan menaruh nafsu padanya.
"Ah aku mengerti, berapa biaya informasi yang harus aku bayarkan?" tanya Desta sambil tersenyum kecil.
"Haha, kau memang sangat pintar" Felicia mengelus paha Desta dengan lembut, tapi Desta segera menyingkirkan tangan Felicia dari pahanya karena merasa takut ada yang tidak bisa dikendalikan nantinya jika dibiarkan.
__ADS_1
"Biayanya 200 juta untuk informasi yang akan aku berikan sampai aku antarkan kau padanya" ucapnya dengan berbisik pelan di telinga Desta.