
"Aku adalah Roni, pemegang saham terbesar di perusahaan penerbangan di Malang, yaitu maskapai yang kalian tumpangi ini, mengganti rugi uang kalian hanyalah hal kecil bagiku, tapi aku bisa pastikan kalian tidak akan bisa mendapatkan tiket pesawat maskapai mana pun untuk 1 minggu ke depan..!" ucap pria itu dengan senyum liciknya mengancam ke semua orang yang terlihat mundur dan terbungkam dengan statusnya karena memang maskapai penerbangan ini adalah yang terbesar diantara 3 maskapai terbesar di Indonesia.
"Hoo, kalau kau memang sekaya itu, kenapa tidak naik pesawat pribadi saja?" Semua orang melihat ke arah seorang pemuda yang berjalan mendekat kepada Roni.
"Perkenalkan, namaku Desta..!" Desta berdiri di hadapan Roni dengan wajah yang sangat santai.
"Haha, tadinya aku ingin melakukan itu, hanya saja pesawat pribadiku semuanya sedang dalam masa perbaikan dan aku harus menaiki pesawat umum seperti ini" ucap Roni dengan bangganya.
"Nah, karena ini adalah penerbangan umum dengan segala aturannya, berarti untuk saat ini kau adalah orang umum, jadi kau harus menuruti semua peraturannya..!" ucap Desta yang membangkitkan keberanian semua orang untuk kembali meneriaki Roni.
"Bocah, kau berani juga..!" Roni berdiri dan meletakkan ponselnya di tempat duduk.
"Plak.. Plak.."
Tamparan yang sangat keras mendarat ke wajah Roni dan tamparan itu dilayangkan oleh Desta hingga terdengar ke telinga semua orang.
Semua orang terdiam, ada yang membuka mulutnya, dan ada yang menutup mulutnya dengan kedua tangannya.
"Sial, orang itu benar-benar berani..!"
__ADS_1
"Ah sudahlah, sepertinya aku harus merencanakan penerbangan untuk minggu depan kalau begini"
Semua orang yang melihatnya menjadi berbalik menyerang Desta karena dia berani menampar pria yang mengancam akan mempersulit penumpang lain untuk membeli tiket penerbangan selama satu minggu.
"Kau..!" Roni berteriak dan menunjuk ke arah Desta.
"Ya?" Desta menjawab dengan santai dan hanya tersenyum menanggapi amarah pria tersebut.
Ternyata sebelumnya Desta sudah menghubungi Sebastian untuk membeli seluruh saham dari maskapai yang dimaksud oleh Roni itu dengan harga 250 triliun.
Namun Sebastian menyarankan untuk tidak membelinya sekarang, karena belum menemukan orang yang cocok untuk mengelolanya.
"Tenanglah paman, aku sudah punya kandidatnya, lagipula bukankah bagus jika Heir Group memiliki maskapai penerbangannya sendiri?" ucap Desta sambil melihat ke arah Roni saat dia masih duduk di kursi penumpangnya.
Akhirnya dia menyetujui permintaan Desta untuk membeli maskapai tersebut, dan 10 menit kemudian nama pemilik maskapai tersebut berubah menjadi Desta dan seluruh data di internet pun langsung berubah juga.
Itu sebabnya dia sangat tenang untuk sampai memukul wajah Roni hingga memar.
"Keluar kau..! Berani sekali kau memukulku..! Keluar dari pesawat ini sekarang juga..!" teriak Roni dengan segala tenaga untuk mengusir Desta karena wajahnya sudah memar dan hidungnya mimisan karena tamparan Desta.
__ADS_1
"Hehe, bukankah harusnya kau yang keluar dari sini? Ini kan pesawatku..!" Desta tetap tenang dan tersenyum ramah.
"Heh bocah..! Apa kau tuli? Aku sudah katakan sebelumnya, akulah pemegang.." tak sempat dia menyelesaikan omongannya, para penumpang yang lain berteriak secara bersamaan.
"Wah iya, nama pemilik maskapai penerbangan ini bukanlah Roni, tapi Desta sebagai pemilik tunggal..!"
"Wah benar..! Jadi kau menipu kami ya?"
"Kurang ajar..! Keluar kau dari sini..!"
Para penumpang yang penasaran, berteriak setelah melihat berita nasional di internet tentang informasi kepemilikan maskapai penerbangan ini, lalu keributan pun tak terelakkan dan suasana di dalam pesawat menjadi sangat ribut, pramugara yang tadinya terlihat takut kini memiliki keberaniannya untuk mengusir Roni.
Debby sangat tenang saat mendengar para penumpang lain meneriakkan informasi itu, karena dia sudah mengetahui identitas Desta yang sesungguhnya.
"I-itu tidak mungkin..! Akulah pemilik saham terbesar maskapai ini..!" lalu Roni menghubungi manager administrasi di maskapai tersebut, dan betapa kagetnya dia saat data tersebut telah dikonfirmasi secara langsung olehnya.
Lalu Roni melihat ke arah Desta yang dari tadi hanya tersenyum, dia menggeretakkan giginya dan mengepalkan tinjunya kuat-kuat karena kesal dirinya telah dipermalukan oleh Desta hingga dianggap sebagai pembohong.
"Kau hanya tinggal memilih, keluar dari pesawat ini sekarang juga dan aku akan memecatmu, atau diam dan patuhi aturan dan kau masih bisa bekerja di maskapai ini..!" ucap Desta yang meninggikan suaranya.
__ADS_1
"A-aku,.. mengaku bersalah dan aku akan diam selama perjalanan, maaf telah mengganggu perjalanan Anda" Roni merunduk dan meminta maaf, namun di dalam hatinya masih tidak dapat menerima perlakuan Desta yang seperti ini kepadanya.
"Pintar..!" Desta menepuk pundak Roni dan kembali duduk ke tempat duduknya.