Si Miliarder Muda

Si Miliarder Muda
Liburan Ke malang Pt.1


__ADS_3

Keesokan harinya..


Debby mendapatkan panggilan telepon dari Albert yang mengatakan bahwa mulai hari senin, dia adalah ketua tim divisi pemasaran.


Debby tidak terlalu kaget mendengarnya karena dia tahu ini pasti ulah Desta, seperti yang dia katakan pada Debby sebelumnya dengan alih-alih meramal.


"Terima kasih pak Albert, aku merasa terhormat dengan promosi ini" kemudian panggilannya dimatikan.


"Dasar Bontet, kau sudah berbuat begitu banyak untukku, aku tidak mungkin bisa membalasmu dengan cara yang sama" Debby memikirkan sesuatu untuk membalas Desta dengan kejutan.


Debby pun berencana membuatkan kue untuk Desta yang akan dibawanya saat ke kantor.


Tapi dia harus membeli bahan-bahannya terlebih dahulu.


"Telur 6 butir, tepung 1 kilogram, gula 200 gram, dan baking powder 1 sendok teh, oke resepnya sangat mudah" Debby sedang mencari resep kue yang enak untuk dibuatnya, lalu setelah menetapkan kue apa yang ingin dibuatnya, dia pun segera berangkat ke swalayan terdekat untuk membeli bahannya.

__ADS_1


Setelah tiba di sebuah swalayan tak jauh dari tempat tinggalnya, dia segera mencari bahan-bahan yang dibutuhkannya.


Saat sedang asyik-asyiknya dia berbelanja, ponselnya berdering dan itu adalah panggilan dari ibunya.


"Deb, bisakah kau pulang ke Malang untuk beberapa hari? Herman tadi malam menghubungiku dan mengatakan jika seluruh keluarga kita tidak meminta maaf kepadanya, dia mengancam akan menghancurkan bisnis perhiasanku dan membuat ayahmu dipecat dari pekerjaannya.


Debby tersentak mendengarnya, dia tidak menyangka Herman akan melakukan hal seperti itu kepada keluarganya.


"Baik bu, aku akan berangkat sore ini" Debby segera berjalan keluar meninggalkan barang yang ingin dibelinya.


"Dan satu lagi Deb, dia ingin kau mengajak Desta" Sambung Anna, Debby langsung teringat kejadian di restoran d'Coins yang membuat Herman diusir dari tempat itu, dan dia merasakan niat buruk dari Herman.


Debby segera mematikan panggilan telepon dan mencari nomor Desta untuk dihubungi.


"Bontet, datang ke tempatku sekarang juga..! Siapkan baju ganti untukmu, kita akan berangkat ke Malang sore ini." Debby mendesaknya agar cepat datang dan dia pun bergegas untuk menyiapkan keberangkatannya.

__ADS_1


"Wah apakah ini artinya aku akan disuruh melamar secara resmi?" tanya Desta yang menggodanya.


"Datang saja, tidak ada waktu untuk menjelaskan sekarang..!" karena mendengar nada bicara Debby yang panik, Desta pun langsung bergegas menyiapkan segalanya.


"Dasar wanita, selalu penuh dengan tebak-tebakan" Desta pun menarik gas dan memacu motornya dengan kecepatan maksimal.


Karena mengebut, tidak sampai setengah jam Desta pun tiba di kontrakan Debby dan langsung memarkirkan motor di dalam garasi.


"Kita ke sana naik apa?" tanya Desta.


"Aku sudah memesan tiket kereta ke malang untuk keberangkatan jam 4 sore" jawab Debby.


Desta melihat arlojinya, "Sekarang masih jam 1, apakah tidak ingin membeli sesuatu terlebih dahulu untuk bekal di perjalanan nanti?" Desta memberikan saran.


"Tidak ada waktu, perjalanan dari sini ke stasiun memakan waktu 2 jam" jawab Debby yang tergesa-gesa mengunci semua pintu kontrakannya.

__ADS_1


"Huh, ya sudah kalau begitu" Desta membuat wajah cemberut dan pipi yang digembungkan, namun malah membuat Debby tertawa terbahak-bahak.


"Wajahmu sangat menggelikan, tidak ada imutnya sama sekali" ucap Debby yang meneteskan air matanya karena tertawa dengan sangat puas.


__ADS_2