Si Miliarder Muda

Si Miliarder Muda
Ucapkan Selamat Tinggal Pada Mereka


__ADS_3

Desta menyeret Suwandi seolah tidak ada beban dan dia membawanya ke sebuah bangunan kosong yang dilihatnya saat perjalanan menuju rumah Suwandi.


“Jadi, apa yang ingin kau katakan?” Desta tidak mengikat Suwandi dan memukulinya hingga mengaku, karena baginya cara itu terlalu mudah.


“Mau apa kau membawaku ke tempat seperti ini?” bentak Suwandi.


“Haha, tenang saja, aku tidak akan melakukan hal yang tidak terpuji apalagi memperkosamu, bro..! Aku masih normal, makanya aku akan menikahi Debby” jawab Desta yang sedikit bercanda.


“Aku hanya ingin tahu, kenapa kau memukuli adiknya Debby karena dia sekarang harus menjalani beberapa kali operasi tulang untuk penyembuhan, itu juga kalau berhasil, jika tidak, dia akan menjalani kecacatan seumur hidupnya” ucap Desta sembari menyalakan sebatang rokok yang diambilnya dari kantong Suwandi.


Dia menghisap rokok itu lalu terbatuk-batuk, Desta memang tidak suka merokok dan hanya ingin mencoba terlihat keren saja saat dia menginterogasi Suwandi.


“Bocah, kau berani macam-macam denganku? Aku beritahu kau, jika kau tidak ingin menyesal kau...”

__ADS_1


“Krak..”


suara tulang yang patah terdengar sangat jelas, itu adalah suara kaki kanan Suwandi yang dipatahkan oleh Desta.


“Aku sudah tahu kau akan mengancamku, itu sudah pasti dilakukan oleh semua penjahat yang sedang terpojok, kan? Jadi aku patahkan saja kakimu karena itu yang selalu aku lakukan ketika orang itu mengancamku” Desta mulai tersenyum seperti seorang psikopat.


“Arrrrhh.. Sialan kau bocah, akan kubunuh kau..! Akan aku pastikan tunangannmu si Debby itu akan menjadi budak seks dan seluruh keluarganya akan menerima akibatnya” Suwandi benar-benar tidak tahu sifat Desta yang sangat tidak suka diancam apalagi menyinggung Debby di depan Desta.


“Oh begitu?” tanpa bicara banyak, Desta berjalan mendekatinya dan kemudian menendang wajah Suwandi hingga dia terpental sejauh 5 meter.


“Krak.. Krak...”


Kini kaki kanannya terlihat seperti tidak lagi memiliki tulang karena sudah dhancurkan oleh Desta.

__ADS_1


“Arrrrhhhhhh” hanya teriakan itu yang keluar dari mulut Suwandi karena rasa sakit yang dideritanya.


“Ayo coba ancam aku lagi? Ke mana perginya omongan besarmu yang ingin menjadikan Debby pekerja seks tadi?” Desta memukul-mukulkan besi itu ke telapak tangannya dan tidak melepaskan tatapan jahatnya kepada Suwandi.


“K-kau... Sialan kau..!” Suwandi melemparkan kaleng yang ada di dekatnya ke arah Desta dengan penuh keputusasaan dan terbaring lemah di lantai.


“Kau ngapain sih?” ucap Desta yang mengernyitkan alisnya.


“Untuk apa kau lakukan ini? Aku hanya orang suruhan, jika kau membunuhku sekali pun, itu tidak akan menjamin keluargamu akan selamat, haha” Suwandi tertawa kecil menahan sakit.


“Hoo, kalau begitu beritahu aku dong siapa yang menyuruhmu?” ucap Desta.


“Haha, konyol sekali kau bocah, mana mungkin akan kukatakan..!” jawab Suwandi.

__ADS_1


“Ah, jadi ternyata kau sudah tidak peduli dengan anak dan istrimu ya? Oke kalau begitu kau bisa mengucapkan selamat tinggal pada mereka” Desta berjalan sedikit menjauh dari Suwandi dan mendekati tumpukan beton yang sudah tidak terpakai.


Tapi bagaimanapun Desta tidak akan mungkin membunuh wanita dan anak kecil yang tidak berdosa, jadi dia hanya berniat menakut-nakutinya dengan menjadikan anak dan istrinya sebagai tawanan.


__ADS_2