Si Miliarder Muda

Si Miliarder Muda
Masalah Di Malang Lagi Pt.1


__ADS_3

"Lalu sekarang bagaimana rencanamu untuk membeli rumah dan kendaraan untuk orang tuamu?" Desta bertanya pada Febrianto karena waktunya sangat singkat.


"Ah itu, hehe aku belum tahu bos, karena aku baru tahu impian ayahku ternyata seperti itu" jawab Febrianto dengan polosnya.


"Ya sudah nanti saja itu kita lakukan, yang penting sekarang kita temui orang tuamu terlebih dahulu" Desta memesan taksi melalui agen khusus pemesanan taksi di bandara.


Namun sebelum berangkat, ponsel Desta berbunyi karena panggilan dari Debby.


"Desta, aku ini darurat..!" ucapan Debby terdengar sangat panik.


"Ada apa?" Desta jadi ikut panik karena ucapannya.


"Lia..! Lia dipukuli oleh seseorang hingga banyak tulangnya yang patah, dan kabar ini diberitahukan oleh teman Lia yang waktu itu sedang berjalan-jalan dengannya, dia tidak berani melawan karena ditodong dengan pisau oleh teman yang memukuli Lia" ucap Debby dengan suara yang bergetar karena panik.


"Oke oke, kau tenang dulu, apakah sudah lapor ke polisi?" tanya Desta.


"Sudah, dan sekarang laporan dari saksi sedang diproses" jawab Debby.


"Kalau begitu segeralah berangkat ke Malang, aku akan menyusulmu secepatnya" ucap Desta dan kemudian dia menutup panggilannya setelah Debby mengiyakan.


"Feb, sepertinya aku harus pulang, ada sedikit masalah di Malang" ucap Desta kepada Febrianto.

__ADS_1


"Kalau begitu aku ikut denganmu bos..!" Sebagai pengawal, Febrianto merasa bertanggung jawab dengan tugasnya.


"Tidak usah, kau temui orang tuamu dan sampaikan salam dariku" Desta kemudian berbalik menuju loket bandara untuk membeli tiket penerbangan ke Malang.


"Kebetulan sekali hanya tersisa 1 tiket lagi untuk maskapai Hanoman Airlines dengan harga 2 juta rupiah" ucap petugas loket itu.


"Buatkan aku tiketnya..!" Desta menyerahkan kartu identitasnya dan membayarkan 2 juta rupiah.


"Silakan tuan, ruang tunggu ada di terminal 1C dan akan berangkat 30 menit lagi" tiket pun sudah didapatkan dan Desta bergegas menuju ruang tunggu.


30 menit kemudian Desta masuk ke dalam pesawat dan lepas landas menuju Malang.


"Ibu, aku akan segera pulang, sekarang aku sudah di dalam pesawat" Debby mengabarkan ibunya dan berusaha menenangkannya, lalu menutup panggilan teleponnya karena pesawatnya akan segera lepas landas.


"Siapapun pelakunya aku tidak ingin Desta yang menghukumnya, aku tahu kekejaman yang dimilikinya" bagaimanapun Debby tidak ingin membuat Desta membunuh seseorang demi masalah keluarganya, walaupun sebenarnya Desta sudah membunuh Herman.


3 jam kemudian, Desta telah tiba di bandara Malang lalu dia menghubungi Debby yang telah tiba lebih dulu.


"Kau sudah di rumah sakit?" tanya Desta.


"Mmm, aku tidak sanggup melihat keadaan Lia saat ini" Debby menjawab telepon Desta dengan terisak-isak.

__ADS_1


"Sebentar lagi aku sampai" Desta langsung bergegas memesan taksi dan menyuruh supir taksi untuk mengebut.


Tak butuh waktu lama, Desta pun tiba dan langsung masuk ke dalam rumah sakit untuk melihat kondisi Lia saat ini.


Tertegun Desta dibuatnya, kedua tangan yang patah, kaki yang penuh dengan luka pukulan, wajah yang tertutup oleh memar.


"Paman, bibi, apakah kalian mengetahui siapa yang melakukan ini?" tanya Desta.


"Aku tidak tahu persis, tapi belakangan ini Lia sering cerita bahwa dia selalu bertengkar hebat dengan pacarnya" ucap Anna yang menjawab pertanyaan Desta.


"Tapi apa mungkin seorang pacar tega melakukan ini pada pasangannya?" sambung Anna.


"Aku rasa bukan masalah itu yang menyebabkan penganiayaan ini" ucap Desta yang sedang menyelidiki luka dan memar di tubuh Lia.


"Ini murni disebabkan oleh pukulan yang penuh dengan dendam" ucapan Desta sedikit tidak masuk akal, bagaimana dia bisa tahu penyebabnya hanya dengan melihat lukanya saja.


Semua orang menatap Desta dengan tatapan heran, dan Desta mengerti tatapan yang dia dapatkan itu.


"Aku tahu ini memang terdengar tidak masuk akal, tapi percayalah karena aku sering melihat luka yang seperti ini" Desta sedang membicarakan dirinya ketika menghukum orang-orang yang membuatnya marah dan membuat luka yang sama seperti yang Lia dapatkan.


"Makanya aku akan menanyakan ini, apakah Lia sudah menyinggung seseorang?" sambung Desta dengan nada yang serius.

__ADS_1


__ADS_2