Si Miliarder Muda

Si Miliarder Muda
Sang Tuan Muda Telah Tiba


__ADS_3

“Akhirnya, sang tuan muda telah tiba..!” teriak Denis saat Desta memasuki ruangan yang mereka gunakan untuk menyandera Andre.


“Ya ampun, aku pikir siapa, ternyata kalian berdua” jawab Desta yang melihat tajam ke arah Denis dan Firman.


“Ya memang hanya kami berdua, korban kearogananmu yang berpikir bisa seenaknya mempermalukan kami” jawab Denis dengan nada yang sangat ketus.


“Haha, ya terserah aku, karena itu adalah perusahaanku dan kau mengacau di dalamnya, apakah salah jika aku mengusir pengacau?” jawab Desta sambil tertawa kecil yang bermaksud untuk menghina.


“Kau..! Ah sudahlah, untuk apa aku marah-marah, kan aku bisa membuat keadaan berbalik sekarang, haha..!” ucap Denis dengan percaya diri yang tinggi.


“Hoo, bisa apa kau memangnya?” tantang Desta dengan menaikkan alisnya sebelah kanan.


“Kau lihat saja..!” Denis melambaikan tangannya dan kesepuluh orang sewaan pun keluar dari persembunyiannya dan mengambil posisi untuk mengepung Desta.

__ADS_1


Semua orang sewaan itu membawa senjata masing-masing, ada yang membawa pisau, ada yang membawa rantai, bahkan ada yang membawa parang.


“Mmm.. Mmm.. Mmm..” Andre berniat untuk mengatakan sesuatu namun tertahan karena mulutnya yang ditutup oleh selotip.


“Hehe, jadi ini maksudmu dengan membalikkan keadaan?” ucap Desta dengan senyuman kecil.


“Huh, sudahlah, jangan berlagak tenang, kau sudah terkepung seperti ini menyerah saja..!” ucap Firman yang tersenyum senang karena dia merasa sudah menang jumlah dan tidak mungkin Desta bisa melawan orang sebanyak ini sekaligus.


“Aku tidak berlagak tenang kok, aku memang orangnya tenang sejak lahir, gara-gara itu orangtuaku mengira aku mati, tapi syukurlah aku ternyata tidak apa-apa dan bisa tumbuh sehat seperti sekarang ini” ucap Desta dengan gaya yang sangat santai, dia sama sekali tidak menganggap semua orang yang ada di ruangan ini sebagai ancaman, karena tidak ada satupun dari mereka yang membawa pistol seperti saat dia berhadapan dengan pasukannya Herman.


“Jangan banyak omong kau..! Kalian semua, cepat habisi dia..!” teriak Denis yang memerintah sepuluh orang itu untuk menghajar Desta.


“Hehe, majulah..!” tantang Desta.

__ADS_1


“Kau daging cincang..!” salah satu dari 10 orang itu menyelinap di belakang Desta untuk menyerangnya secara tiba-tiba, tapi karena Desta memiliki insting yang kuat, dia pun menghindari ayunan parang yang dilayangkan olehnya.


“Hmm, kalau dipikir lagi, aku sudah lama nih tidak makan steak daging cincang, terima kasih ya rekomendasinya” ucap Desta yang masih sangat santai.


Orang itu mengayunkan parangnya ke sana dan ke sini tapi tak ada satu pun yang mengenai Desta karena kegesitannya.


“Ada apa om gendut? Sudah kelelahan?” ejek Desta untuk memancing emosi orang tersebut agar dia tidak berpikir jernih.


“Sialan kau..! Matilah..!” ayunan parang orang itu terlihat sangat kuat dan sekarang seperti akan mengenai Desta.


Desta masih terlihat tenang dan tidak bergerak sedikitpun saat parang itu kembali diayunkan ke arahnya.


Lalu, dengan cepat dia mengganti posisi kakinya dan mengambil sikap kuda-kuda seperti ingin memukul atau menangkis parang tersebut.

__ADS_1


“Heh, kau sudah gila ya? Apa kau pikir bisa melawan parang dengan tangan kosong?” orang itu semakin mempercepat laju tangannya untuk menebas Desta.


__ADS_2