
Setelah tiba di apartemennya, Desta menerima panggilan dari nomor yang tidak dikenal, dia tidak ingin mengangkatnya, tapi dia punya firasat bahwa itu adalah panggilan yang penting.
“Halo” jawab Desta.
“Desta, Desta, Desta, Desta..! Ini benar kau kan?” suara yang sangat berisik memanggil namanya berulang kali, dan dia pun teringat akan seseorang selalu memanggilnya seperti itu.
Dia adalah Gibran, ketua kelas Desta waktu SMP yang sangat berisik sampai-sampai tidak ada yang mau berdebat dengannya.
“Maaf salah sambung” Desta tidak ingin mengobrol dengannya, dia tahu hanya dengan mendengarkannya berbicara, pasti akan sangat melelahkan.
“Hei kau jangan begitu, aku menghubungimu untuk memberikan undangan pesta” Desta menghentikan jarinya untuk mematikan sambungan teleponnya.
“Hoo, memangnya pesta apa?” akhirnya dia memutuskan untuk mendengarkannya, siapa tahu itu adalah pesta yang sangat menarik.
“Pesta Reuni Teman Sekolah” jawab Gibran.
“Tuuut.. Tuuut.. Tuuut..” Desta langsung menutup sambungan teleponnya.
Dia sangat membenci yang namanya reuni, karena di sana hanya akan menjadi ajang untuk memamerkan kesuksesan dan kekayaan, kalau hanya itu saja, dia sudah sering melihatnya sewaktu mengikuti pesta dengan ayahnya, tidak perlu reuni.
Ponsel Desta pun kembali berdering oleh panggilan dari Gibran, tapi dia tidak mengangkatnya dan segera meletakkan ponselnya.
__ADS_1
“Daripada ribut, lebih baik aku menonton sesuatu yang bagus” ucapnya dan segera menyalakan televisi untuk mencari siaran yang menarik.
Tak lama ponselnya berdering lagi, tapi tetap dia abaikan dan meneruskan mencari siaran yang diinginkannya, namun karena sudah terlalu berisik, akhirnya dia mengangkatnya.
“Desta, aku tahu kau akan menjawab panggilanku, hehe” ucap Gibran di ujung telepon.
“Cepatlah beritahukan saja kapan, dimana, dan aku harus mengenakan pakaian apa” Desta tidak ingin berlama-lama.
“Wow, aku tidak menyangka ternyata kau seantusias itu, baiklah kalau begitu aku akan mengirimkan pesan singkat kepadamu agar kau tidak lupa” jawab Gibran.
“Aku bukannya antusias, dodol..! Kalau kau akhirnya akan mengirim pesan singkat, kenapa tidak kau lakukan dari tadi” Desta mengutuk dalam hatinya.
“Sudah ya, aku sudah mengirimkan detailnya padamu, selamat bersenang-senang kawan lama” Gibran akhirnya menutup panggilannya.
Ponselnya pun berdering lagi, kali ini adalah panggilan dari Debby, Desta tahu pasti Debby juga diundang oleh Gibran untuk datang ke pesta itu.
“Ya, aku datang jika kau datang” ucap Desta sebelum Debby berbicara.
“Oh haha, ternyata kau juga mendapatkan undangannya ya” jawab Debby.
“Tadinya aku tidak ingin datang, pesta itu pasti akan sangat membosankan” ucap Desta dengan suara yang menggerutu.
__ADS_1
“Tapi kalau kau ikut, aku pasti akan ikut” sambung Desta.
“Hmm, sepertinya aku akan datang ke pesta itu, lagipula sudah sangat lama tidak berjumpa teman-teman SMP” jawab Debby untuk meyakinkan Desta.
“Oke, kalau begitu aku akan bersedia ikut pesta itu” jawab Desta lalu mematikan sambungan teleponnya.
Waktu pun berjalan cepat dan hari berpesta pun tiba.
Sekarang sudah jam 3 sore dan Debby telah berdandan sangat cantik, Desta pun terlihat sangat tampan dengan tuksedo yang dikenakannya.
Sebelum Desta menjemput Debby, dia melihat cuaca yang sudah semakin mendung seolah bisa menurunkan hujan yang sangat deras kapan pun.
Dia pun memutuskan menggunakan taksi untuk menjemput Debby sekaligus pergi ke pesta reuninya.
“Aku tahu dia pasti sudah berdandan sangat cantik, andai saja aku punya mobil, pasti tidak perlu menunggu kedatangan taksi yang lama” Desta jadi terinspirasi untuk membeli sebuah mobil, namun dia tidak ingin mobil yang terlalu menarik perhatian.
“Deb, aku sudah di jalan untuk menjemputmu” Desta mengirimkan pesan singkat kepada Debby.
“Sepertinya aku akan meminta bantuan paman Sebastian lagi untuk memesankanku sebuah mobil” gumamnya dalam hati.
Dia melihat ponselnya dan mencari nomor Sebastian, tapi beberapa kali dihubungi, tidak ada jawaban dari Sebastian.
__ADS_1
“Ya sudahlah, mungkin paman sedang sibuk dengan urusan lain” Desta menghela nafasnya, dan akan mencoba menghubunginya lagi nanti.