
Desta memasukkan ponsel ke saku celananya setelah mengirimkan pesan singkat kepada salah satu anggota gangster yang ikut membantunya malam itu agar segera bersiap berangkat menuju d'Coins, lalu dia berjalan menuju parkiran untuk mengambil mobilnya.
"Oh ternyata ribut-ributnya sudah selesai? Baguslah, aku bisa berjalan bebas di sini kalau begitu" ucap Desta karena sudah tidak melihat kerumunan orang seperti tadi lagi karena mereka semua sekarang sudah masuk ke dalam kantor.
Setelah ini Desta berencana untuk mengunjungi sekolah bela diri Kamandanu untuk melihat perkembangannya.
"Ah aku kirimkan pesan singkat sajalah, kak Danu juga pasti sedang sibuk, aku hanya akan mengganggu proses pelatihan saja kalau datang sekarang" ucap Desta kemudian dia mengirimkan pesan singkat yang berisi pertanyaan tentang jumlah murid yang sudah diajarnya.
"Tadinya aku ingin kak Danu saja yang menjadi pengawal Debby, tapi itu tidak mungkin kan?" gumam Desta dalam hatinya.
Desta tidak jadi masuk ke mobilnya karena melihat segerombolan mobil yang digunakan para gangster untuk membantunya kemarin malam dan salah satunya berhenti lalu keluar dari mobil untuk menyapa Desta.
"Tuan muda" ucap orang itu sambil merunduk memberi hormat pada Desta.
"Mmm, sudah semua ini?" tanya Desta sambil menunjuk ke seluruh mobil van berwarna hitam yang terparkir di belakang mobil orang yang sedang merunduk di depannya ini.
"Sudah tuan muda, semuanya sudah siap berangkat" jawab orang itu dengan tegas.
"Bagus, sekarang ayo berangkat..! Oh aku lupa menanyakan namamu, aku harus memanggilmu apa?" tanya Desta sambil mengangkat tubuh orang itu agar menyudahi salam hormatnya.
"Namaku Jefrey tuan muda" jawabnya sambil tetap merunduk.
"Oke, aku akan mengingat itu..!" ucap Desta yang menepuk pundak Jefrey.
"Kalau begitu jangan buang waktu lagi, aku sudah sangat lapar..!" ucap Desta dan mereka pun segera berangkat dari Heir Group menuju d'Coins.
"Deb, aku akan datang kembali malam, aku sedang ada urusan dengan rekan-rekanku" ucap Desta saat mengirimkan pesan suara kepada Debby, karena sekarang sedang menyetir dan dia tidak ingin berhenti-berhenti.
Setelah tiba dan memarkirkan mobil mereka, Desta memimpin jalan untuk masuk ke dalam restoran dan memerintahkan mereka untuk segera memesan makanan sesukanya.
"Robert, aku mau membuat mereka semua kenyang, aku harap kokimu siap..!" ucap Desta saat disambut oleh Robert di pintu masuk.
"Baiklah tuan" jawab Robert dan dia pun segera kembali ke dapur untuk menyiapkan para koki berjumlah 40 orang yang dipersiapkan oleh Robert khusus untuk saat seperti ini.
__ADS_1
"Kalian makanlah sepuasnya..! Tapi jangan sampai membuat keributan atau aku akan menghajar kalian..!" teriak Desta dan semua orang menjawab serentak.
"Baik tuan muda..!" jawab mereka dan mulai memilih makanan yang ada di dalam menu.
"Tuan muda, apa aku boleh duduk satu meja denganmu?" tanya Jefrey yang berdiri di hadapan Desta.
"Kau pikir siapa dirimu berani bertanya seperti itu?" Desta berbalik tanya dengan tatapan dingin yang mematikan.
"Eh itu, aku, tidak.." Jefrey berkeringat dingin dan terbata-bata karena ketakutan dengan tatapan yang menyeramkan dari Desta.
Semua orang yang melihatnya pun terdiam dan tak satupun yang berani menghujat ucapan Desta dan suasana pun menjadi sangat mencekam hanya karena tatapan dari Desta saja.
"Haha, aku bercanda Jef..! Kau seharusnya melihat ekspresimu..! Kemarilah duduk di depanku" ucap Desta sambil tertawa terbahak-bahak yang kemudian membuat semua orang bernafas normal kembali.
"Baik tuan muda" jawab Jefrey canggung dan masih gemetaran.
"Tuan muda, ada yang ingin aku bicarakan dengan Anda" ucap Jefrey yang memulai percakapan.
"Bicaralah..!" jawab Desta santai sambil memilih makanan dalam daftar menu.
"Lanjutkan..!" ucap Desta yang mulai terlihat tertarik.
"Dan kami semua setuju setelah melihat kemampuan berkelahi tuan muda kemarin malam" sambung Jefrey, lalu Desta menatap ke arahnya.
"Hoo, jadi kalian sebelumnya meragukan kemampuanku?" tanya Desta.
"E-eh bukan seperti itu maksudku tuan muda, karena kelompok gangster kami berprinsip dengan tidak boleh dipimpin oleh yang hanya bisa memerintah saja, dan karena melihat kemampuan Anda, kami semua setuju untuk dikomando oleh tuan muda Desta..!" jawab Jefrey yang menjelaskan alasannya.
"Haha, kau boleh juga..! Tapi jika kalian ikut denganku, apakah paman Sebastian tidak akan kekurangan orang untuk menjaga Heir Group?" tanya Desta.
"Tidak akan kekurangan tuan muda, karena jumlah orang dalam kelompok kami saat ini ada 1200 orang dan ini hanyalah sebagian kecilnya" jawab Jefrey.
"Haha, okelah kalau begitu aku terima kalian" ucap Desta menyetujui tawaran tersebut, karena dia berpikir akan ada kemungkinan dimana akan membutuhkan kekuatan dari orang sebanyak ini.
__ADS_1
"Ngomong-ngomong, nama kelompok kalian apa? Apakah kalian terkenal di dunia bawah tanah?" tanya Desta menyelidik.
"Sepertinya tuan muda mengerti dengan dunia bawah tanah? Nama kelompok kami adalah Elang Hitam dan kami adalah kelompok gangster terkejam nomor 1 di dunia bawah tanah" jawab Jefrey dengan bangganya.
"Hoo, menarik, sungguh menarik..! Kalau begitu aku mau kapan-kapan kau ajak aku untuk berkunjung ke markas hitam ya..!" ucap Desta.
"Markas Elang Hitam tuan muda" jawab Jefrey yang membenarkan kalimat Desta.
"Ya, itu maksudku..! Sekarang pesanlah makananmu" ucap Desta yang melambaikan tangan kepada salah satu pelayan untuk memesan makanan.
Semua orang akhirnya selesai memilih makanan dan satu per satu para koki pun menjadi sibuk untu membuatkan makanan yang dipesan.
"Jef, berapa upah yang harus aku bayarkan pada kalian untuk menjadi pengawal?" tanya Desta tanpa berbasa-basi lagi.
"Tidak udah tuan muda, karena upah kami sudah dibayarkan oleh tuan Sebastian, dan kami hanya akan menjalankan tugas sesuai perintah Anda atas keinginan tuan Sebastian" jawab Jefrey.
"Haha, oke kalau begitu aku akan mentraktir kalian semua makan di sini lagi setiap satu bulan sekali" ucap Desta dan tentu saja itu membuat semuanya bersorak gembira.
Dengan keuntungan yang sangat besar yang diperolehnya saat ini, adalah hal yang wajar jika Desta berani mentraktir orang sebanyak itu setiap satu bulan.
Karena jika digabungkan penghasilan dari maskapai penerbangan, perusahaan Gloria, dan juga Heir Group, makan penghasilan bersih per bulannya bisa mencapai 5,3 triliun dan otomatis membuatnya menjadi orang terkaya di Indonesia saat ini.
Tak lama kemudian makanan datang satu per satu dan mereka mulai makan, semua orang terlihat sangat bahagia bisa menikmati makanan mewah seperti ini.
1 jam mereka asyik menikmati makanan mewah dan kini perut mereka sudah terisi penuh dengan makanan lezat.
"Ah, aku sangat beruntung menjadi bagian dari ini semua"
"Ya, tuan muda sangat dermawan"
"Masih muda tapi sudah sesukses itu, belum lagi dia sangat pandai berkelahi"
"Jika saja aku bisa seperti kak Jefrey, bisa duduk satu meja dengan tuan muda pasti sangat membanggakan"
__ADS_1
Semua anggota gangster lainnya sangat kesenangan dan semakin yakin untuk menjadi pengawal Desta.