
“Maafkan aku kak” ucap Boris tertunduk malu dan tidak bisa berkata apapun.
“Bodoh..! Aku tahu kita memang miskin dan tidak memiliki uang, tapi aku benar-benar tidak ingin kau mengambil jalan lamamu kembali, aku tidak ingin merasakan cemas yang dulu sempat membuatku berpikir kalau kau sudah mati, aku harus bilang apa pada ayah dan ibu di surga nanti jika terjadi hal buruk padamu?” ucap Nina, matanya mulai berkaca-kaca dan mengeluarkan air mata.
“Kak...!” Boris melihat ke arah Nina dan berjalan perlahan untuk menenangkan Nina.
“Aku.. Aku hanya tidak ingin sendirian di sini..! Kau itu keluargaku satu-satunya yang aku punya..!” dan Nina pun mulai menangis tersedu-sedu.
“Kak, maafkan aku..! Aku berjanji ini adalah yang terakhir, dan aku saat ini sedang berusaha untuk keluar dari lingkaran ini” jawab Boris berusaha menenangkan kakaknya yang sedang menangis tersebut.
“Aku sadar saat ini bukanlah waktunya untuk menangis, tapi aku sudah tidak bisa menahannya lagi..! Aku benar-benar takut kehilangan adikku..!” ucap Nina.
__ADS_1
Boris yang terlihat sangat bersalah, kembali menundukkan kepalanya dan tidak bisa menatap wajah kakaknya yang sedang menangis, dia tidak sanggup melihatnya.
“Sepertinya dia adalah harapanku satu-satunya, jika memang yang dikatakannya benar, aku akan melakukan apapun untuk lepas dari lingkaran setan ini” gumam Boris yang sudah mulai menetapkan niatnya untuk menemui Desta dan meminta bantuannya.
“Tapi, aku kan sudah berusaha mencelakainya, kenapa dia malah berniat untuk membantuku? Apa benar ini bukanlah jebakan darinya?” Boris kembali kebingungan dan ragu untuk menjalankan niatnya.
“Apapun yang terjadi aku sudah siap, jika memang itu adalah jebakan, aku akan siap menerima konsekuensinya, ini semua memang salah ku dari awal, tapi demi kakakku, aku akan melakukan apapun..!” sambung Boris yang kembali mendapatkan kepercayaan diri untuk memenuhi tawaran Desta, Boris terlihat seperti seorang bocah yang sangat labil saat ini.
“Jalan keluar?” tanya Nina dengan pipi yang masih dibasahi oleh cucuran air mata.
“Mmm..! Besok malam aku akan pergi ke tempat yang sudah dijanjikan untuk bertemu dengan orang tadi kak..! Dia berkata bahwa bisa membantuku untuk mengakhiri ini semua” ucap Boris dengan nada tegas dan meyakinkan agar setidaknya ia bisa sedikit menenangkan kakaknya itu.
__ADS_1
Nina pun berhenti menangis dan tersenyum kecil tapi dengan suara yang masih sangat parau dia berkata, “Aku percaya kau..!” ucap Nina dalam duduknya yang bersimpuh di lantai.
“Mmm..!” jawab Boris menganggukkan kepalanya, lalu dia mengangkat tubuh Nina dari lantai dan membawanya ke kamar untuk beristirahat.
“Kakak beristirahat saja dulu, aku akan menyiapkan makan malam untuk kita” ucap Boris sambil merebahkan tubuh Nina di atas ranjang empuk.
“Aku tidak ingin makan sayur kol malam ini, masak saja sayur lain” ucap Nina yang sudah merebahkan kepalanya di atas bantal yang sudah ditepuk oleh Boris agar empuk.
“Serahkan saja padaku..!” jawab Boris lalu dia berjalan keluar kamar dan menutup pintunya.
“Besok malam menjadi malam penentu nasibku dan keluarga ini..! Untuk sementara aku percaya saja dengan ucapannya” ujar Boris lalu berjalan untuk segera memasak makan malam di dapur.
__ADS_1