
“Cih, datang hanya untuk menumpang makan, sudah begitu masih berani bersikap seolah-olah ini adalah rumahnya sendiri, dasar gelandangan tidak tahu malu” Cindy benar-benar masih merasa kesal dan dia seperti tidak akan pernah menerima kehadiran Desta di sekitarnya.
“Ya, namanya juga orang dari kalangan bawah, mereka tidak pernah belajar sopan santun di rumahnya” Brandon menyambung ucapan Cindy.
Mendengar itu, Sony benar-benar merasa sangat kesal, gara-gara mereka berdua, nasib keluarga ini akan sangat terancam.
“Tuan muda, maafkan kelakuan mereka, mereka tidak tahu apa yang mereka bicarakan” ucap Sony memohon maaf kepada Desta.
“Haha, tidak usah begitu paman..! Aku sudah memaklumi kelakuan bocah, mereka masih labil dan tidak mengerti apa yang mereka lakukan, aku tidak akan memasukkannya dalam hati” ucap Desta santai.
“Terima kasih banyak atas kemurahan hati Anda tuan muda” ucap Sony merasa lega.
“Cih, apa-apaan sih ayah, kenapa dia begitu takut kepada si brengsek ini? Apanya yang tuan muda? Dia hanya seorang bajingan yang tidak tahu malu..!” gumam Cindy menggertakkan gigi atas dan bawahnya .
__ADS_1
“Sepertinya aku terlalu baik dengan hanya membakar motornya, seharusnya aku membakar sekaligus dengan orangnya..!” gumam Brandon yang juga merasa sangat kesal.
Merasa situasi yang sudah tidak kondusif, istrinya Sony pun berpamitan untuk naik ke lantai atas dengan alasan tidak enak badan agar tidak menyaksikan hal konyol yang dilakukan anaknya dan pacarnya tersebut.
Desta dan Sony pun sudah duduk dan bersiap untuk menyantap hidangan yang ada di atas meja.
“Tuan muda, apakah Anda tidak melupakan sebuah janji yang sudah dibuat sebelumnya?” sela Della tersenyum kecut saat Desta merapikan duduknya.
“Eh, itu.. aku.. Seafood..!” teriak Desta, dia langsung mengalihkan pembicaraan dengan mengambil beberapa porsi seafood dan meletakkannya di atas piring kosong yang ada di depannya dan Della pun hanya diam tak berbicara apapun.
Della hanya memutar matanya dan mendengus dingin karena Desta tidak mau meminta maaf karena tidak menepati janjinya, malah mengalihkan pembicaraan dengan seafood.
“Lihat itu, dengan cara dia makan sangat jelas tidak mungkin dia seorang tuan muda..! Dengan begini aku semakin yakin ayah pasti sedang diancam olehnya” gumam Cindy.
__ADS_1
Cindy menyenggol kaki Brandon dan mengisyaratkan untuk mengatakan sesuatu kepada Desta dan Brandon pun menganggukkan kepalanya mengerti akan maksud dari Cindy.
“Pak Sony, aku jadi semakin penasaran dengan tuan muda ini..!” ucap Brandon kepada Sony.
Desta hanya mendengarkannya saja tanpa melirik sedikitpun ke arah mereka.
“Ada apa?” tanya Sony.
“Apa benar dia ini seorang tuan muda? Maksudku, coba lihat cara makannya..! Itu sudah cukup menunjukkan ketidak sopanannya dan tidak punya etika..! Mana ada seorang tuan muda yang tidak mengerti aturan seperti ini..!” Brandon bermaksud menggiring Sony untuk mengatakan bahwa benar dia telah diancam oleh Desta agar Brandon bisa mencari muka dengan membantu Sony keluar dari masalahnya.
“Uhuk.. Maafkan aku jika tidak sopan, aku hanya tidak tahan dengan etika di meja makan, tidak bisa makan dengan puas jika aku melakukannya” jawab Desta.
Desta memang tidak pernah menyukai etika makan di meja, karena menurutnya itu sangat mengganggu dan membatasi keinginannya untuk makan sepuasnya, walaupun ketika berada di rumahnya, dia selalu diajarkan etika di meja makan oleh Sebastian dan ayahnya.
__ADS_1