
“Wah, kau pikir siapa dirimu hah? Berani sekali kau meminta kepala sekolah untuk meminta maaf kepadamu?” teriak salah satu guru yang sedang duduk dari kejauhan.
“Jika ini adalah kesalahan anaknya, ya aku berhak permintaan maaf darinya..! Kesalahan anak adalah kesalahan orang tua, jadi, jika anaknya tidak mau meminta maaf, aku mau orang tuanya yang meminta maaf..!” ucap Desta dengan nada yang dingin.
“Wah, kau benar-benar tidak tahu malu ya? Baiklah, aku akan memanggilkan kepala sekolah” tampak seorang guru yang kesal dengan sikap Desta, langsung meraih telepon yang tersedia di setiap meja guru dan menghubungi seseorang.
“Siap..!” jawab seseorang di ujung telepon.
“Hehe, kita lihat apakah kau masih bisa bersikap begitu angkuh setelah dibereskan oleh penjaga keamanan terbaik sekolah ini?” gumam guru yang menelepon seorang penjaga keamanan yang dianggap memiliki bela diri terbaik di sekolah ini.
“Jika kau tidak mau pergi dari sini, bersiap-siaplah untuk babak belur..!” ucap guru tersebut.
“Hoo, aku jadi penasaran bagaimana caranya kalian membuatku babak belur..!” jawab Desta dengan senyuman sinisnya yang tajam.
5 menit kemudian datanglah seorang penjaga kemanan yang dibilang terbaik tadi.
__ADS_1
“Ternyata kau orangnya..!” teriak penjaga keamanan tersebut.
“Oh ternyata kau penjaga kemanan terbaiknya, Cipto?” ucap Desta dengan santai, karena dia tidak merasakan aura kuat apapun darinya dan dia disebut sebagai penjaga keamanan terbaik di sini, memangnya seberapa lemah orang-orang di sini.
“Baru saja datang dan kau sudah membuat onar, hah? Cepat ikut aku..!” bentak Cipto sambil menarik kerah baju Desta, tapi dia tidak bisa menarik tubuh Desta dari kursi yang sedang diduduki olehnya.
“Orang ini, kenapa aku tidak bisa menariknya?” gumam Cipto dalam hati.
“Lepaskan tangan kotormu dari bajuku” Desta meraih tangan Cipto dan memutarnya dengan mudah yang bahkan tidak menggunakan tenaga sedikitpun hingga tangan Cipto pun terkilir dan dia meraung kesakitan.
Dengan kejadian itu, semua guru pun terkejut dengan kekuatan yang Desta miliki.
“Di-dia bahkan bisa dengan mudah membuat tangan Cipto terkilir? Padahal, Cipto adalah pemilik bela diri terbaik di sekolah ini dan semua murid takut kepadanya, tapi orang itu bisa dengan mudah mengalahkannya tanpa bergerak sedikitpun dari duduknya..! Siapa sebenarnya orang ini?” gumam guru yang menelepon Cipto tadi.
“Panggil kepala sekolah..!” teriak seorang guru yang panik dengan kejadian tersebut, dan kepala sekolah pun dipanggil untuk datang ke ruang guru untuk mengatasi keributan ini.
__ADS_1
“Hei, aku belum melakukan apapun, kenapa kau sudah berteriak kesakitan?” Desta tersenyum ke arah Cipto yang merasa ketakutan dengan tatapan tajam darinya.
“Baiklah, kalau begitu aku akan menunggu kepala sekolah kalian datang, kebetulan sekali aku ingin dia meminta maaf kepadaku atas kesalahannya..!” ucap Desta, tapi semua orang sangat tidak senang dengan ucapannya.
“Cih, kita lihat saja ketika kepala sekolah datang, apakah kau masih bisa berkata sombong seperti itu?” Cipto menyeringai sinis seolah-olah dia sudah memenangkan perdebatan ini ketika kepala sekolah datang nanti.
10 menit kemudian terdengar suara pintu diketuk dan semua orang terlihat seperti menyambut kemenangan yang akhirnya tiba di hadapan mereka.
“Siapa yang sudah berani mengacau di sekolahku?” ucap kepala sekolah sambil melihat ke sekelilingnya, karena Desta duduk disebelah dispenser air minum, kepala sekolah pun tidak bisa melihat dengan jelas wajahnya.
“Dia pak..!”
“Dia yang membuat keributan di sini..!”
“Heh, sekarang kau bisa apa hah? Mana kesombonganmu yang tadi? Kenapa diam saja?”
__ADS_1
Semua guru termasuk Cipto mencibir Desta yang hanya diam sambil memejamkan matanya dan menunggu kepala sekolah tersebut berdiri di hadapannya.