Si Miliarder Muda

Si Miliarder Muda
Lebih Baik Bersama Herman


__ADS_3

"Ke sini tadi naik apa?" Anna tanpa berbasa-basi langsung bertanya kepada Desta.


"Oh aku naik sepeda motor" Desta menjawab sambil tersenyum kecil.


"Hari ini memangnya tidak masuk kerja?" lanjut Anna.


"Kebetulan hari ini aku bebas tugas, jadi aku bisa ke sini" jawab Desta yang sudah mulai tahu arah pembicaraan ini.


"Memangnya kau kerja di mana dan si bagian apa?" Anna kembali bertanya dengan pertanyaan yang membuat semua orang paham kemana arah pembicaraan ini.


Desta melihat ke arah Debby dan mengangguk, "Aku bekerja di perusahaan Dahlia, dan pekerjaanku adalah divisi keamanan".


"Jadi, kau ini seorang satpam?" Anna mulai terlihat menunjukkan ekspresi yang meremehkan.


"Iya benar sekali, bibi." Desta sudah menebak arah pembicaraannya, tapi dia tetap menjawabnya dengan tenang.


Lalu Anna menatap Debby dengan tatapan tajam yang seolah menyampaikan rasa kecewanya karena Debby malah memilih Desta yang hanya seorang satpam daripada Herman yang seorang bos besar.


"Oke oke, cukup bicaranya, kau pesan makanan dulu saja" Retno mencoba memecah suasana tidak enak ini.


"Baik paman" Desta mengangguk lalu melihat menu sekilas dan memesan beberapa masakan seafood yang tipenya sama dengan d'Coins.

__ADS_1


"Kak Desta, apakah kau tidak tahu kalau kak Deb banyak orang besar yang mengejarnya namun dia tolak? Kau sangat beruntung bisa membuatnya mau denganmu..!" Lia langsung berbicara tentang Herman dan Imam yang ditolak oleh Debby.


"Wah, kalau begitu aku benar-benar beruntung yah" Desta menjawab sambil tersenyum masam.


"Lia, jangan bicara seperti itu padanya..! Debby marah dengan Lia.


Namun Anna tetap seperti tidak setuju bahwa Debby berpacaran dengan Desta, dia tidak memiliki masa depan yang bagus jika nanti menikah dengan seorang satpam.


"Debby, apa kau yakin dengannya?" Anna sungguh blak-blakan walaupun masih ada Desta yang mendengarkan omongannya.


Desta pun mulai paham sifat dari Anna, tapi menurutnya itu adalah hal yang wajar karena tidak ada orangtua yang ingin anaknya hidup susah, tapi apakah Debby benar-benar hidup susah jika menikah dengan Desta, dia saja belum pernah merasakan hidup susah selama hidupnya.


"Mmm.. Aku sangat yakin dengannya bu..!" Debby menjawab dengan penuh keyakinan dan membuat ibunya diam tak melanjutkan pertanyaan apapun lagi.


"A-apa ini? Kukira hanya pembicaraan biasa, ini lebih terlihat seperti acara lamaran" Desta mengutuk di dalam hatinya.


"Aku berjanji tidak akan membiarkan Debby hidup dalam kesusahan, aku berjanji atas nama mendiang ibuku..!" Desta berjanji dengan bersungguh-sungguh.


"Baiklah, semoga janjimu bisa kau tepati..!" jawab Anna dan Retno menganggukkan kepalanya, Lia mengacungkan jempolnya kepada Desta.


Desta membuat Debby semakin yakin untuk hidup bersamanya.

__ADS_1


"Oke, karena hari ini adalah hari yang baik, aku akan mentraktir kalian makan seafood sepuasnya..!" Retno mencoba membuat suasana semakin baik lagi.


Mereka pun mulai makan makanan yang tiba di mejanya.


Setelah puas makan dan membayar, Mereka memutuskan untuk berpisah dan membiarkan Debby dan Desta berkeliling.


"Bontet, maafkan sikap ibuku kepadamu sebelumnya ya, aku harap kau tidak tersinggung" Debby meminta maaf.


"Menurutku itu adalah hal yang wajar, jadi aku tidak terlalu memikirkannya" jawab Desta.


Di sisi lain, keluarga Debby masih membicarakan tentang Desta.


“Retno, apa kau yakin membiarkan Debby memilih seorang satpam daripada Herman?” Anna sebenarnya masih tidak menginginkan Desta untuk menjadi calon menantunya karena status sosialnya yang tidak begitu bagus.


“Aku tidak ingin memaksakan kehendak kepada Debby, aku tidak ingin dia hidup dengan penuh paksaan” Retno memang selalu lebih bijak jika itu menyangkut masalah anaknya.


“Tapi apa kau tidak khawatir jika nanti Debby akan hidup susah? Dia hanya seorang satpam..!” Anna bersikeras meyakinkan Retno untuk menjodohkan Debby dengan Herman, karena di matanya Herman jauh lebih baik dan lebih sukses dibandingkan Desta.


“Kau ini, tidak baik merendahkan seseorang, siapa tahu nanti dia bisa menjadi orang besar seperti Herman juga” Retno menimpali omongan Anna.


“Ayah, kalau menurutku lebih baik kak Deb bersama kak Herman saja, dia lebih memiliki masa depan jika bersamanya” Lia pun juga ikut bicara tentang kakaknya.

__ADS_1


“Kalian ini..! Baiklah, aku akan coba bicara dengan Debby nanti, tapi aku tidak akan pernah memaksanya, aku ingin dia memilih jalan hidupnya” jawab Retno yang akhirnya mengalah.


__ADS_2