
Hendra pun memanggil Albert untuk mengantarkan Desta kepada ketua tim divisi pemasaran, “Albert, ada hal penting untukmu, cepat kesini” Hendra mengatakan dengan suara yang agak keras lalu menutup panggilannya.
“Pak Hendra memanggilku kali ini ada masalah apa ya?” Albert bergumam dalam hatinya, lalu dia bergegas menuju ruangan direktur.
Saat dia membuka pintu, dia melihat sosok Desta yang sedang menatapnya dan seketika itu juga dia terkejut lalu menunduk ketakutan.
“T-tuan Desta, sedang apa anda di sini?” Albert tidak berani menatap mata Desta karena rasa trauma yang dia alami, terlebih lagi kini Desta adalah pemegang saham terbesar, jika dia ingin memecatnya itu sangat mudah.
“Albert, tenanglah..! Aku datang kemari bukan untuk memecatmu” Albert merasa lega setelah mendengar Desta berkata seperti itu, lalu dia mengangkat tubuhnya dan melihat ke arah Desta.
“Lalu ada keperluan apa anda memanggilku?” Albert menjadi sangat sopan kepada Desta.
“Tidak usah terlalu formal, Bro..! Mulai hari ini aku akan berpura-pura menjadi bawahanmu, aku akan masuk ke dalam tim pemasaran untuk mengobservasi kinerja mereka” Desta menjelaskan niatnya dengan detail dan Albert pun mengangguk mengerti akan rencana Desta.
__ADS_1
“Baiklah, kalau kau sudah mengerti, cepat antarkan aku ke tempat kerja tim pemasaran, perkenalkan aku sebagai karyawan baru, dan ingat, jangan membongkar identitasku..! Aku akan segera tahu jika itu kau yang membocorkannya..!” Desta memperingatkan Albert agar jangan bertindak bodoh seperti sebelumnya.
Mereka pun segera pergi menuju ruang kerja tim pemasaran, lalu Albert masuk terlebih dahulu untuk mengumumkan kepada semua orang di dalam ruangan itu.
“Ehem.. Semuanya mohon perhatiannya, hari ini tim kita akan bertambah satu orang lagi” Albert mengatakan dengan sangat keras.
“Silakan masuk” itu adalah tanda untuk Desta segera masuk ke dalam ruangan.
Semua orang termasuk Debby, Rissa, Agung dan Ferry melihat ke arah pintu dan menunggu siapa yang akan bergabung dengan tim mereka hingga manager Albert sendiri yang mengantarkannya.
Mereka berempat serentak terkejut, apakah ini sebuah lelucon.
Banyak yang tidak menyukai senyuman Desta yang tertuju pada Debby, karena dia adalah primadona di divisi pemasaran dan banyak sekali pria yang menyukainya.
__ADS_1
Mereka tidak mengetahui hubungan Desta dan Debby, dan jika mereka tahu, sepertinya akan terjadi keributan besar.
"Baiklah, silakan bergabung dengan yang lain" Albert tersenyum kecil kepada Desta, dia sangat berhati-hati agar tidak menyinggungnya.
"Oke, terima kasih ya" Desta menjawab dengan santai, lalu dia segera menuju meja yang terdapat komputer dan tidak pernah digunakan.
Debby mengambil ponselnya lalu mengirim Desta pesan, "Hei bontet, apa maksudnya ini?".
"Hmm? Maksud apanya?" Desta pura-pura tidak mengerti.
"Huh, ya sudah nanti pokoknya aku mau kau jelaskan bagaimana kau bisa bergabung di sini padahal pekerjaanmu sebelumnya adalah petugas keamanan" Debby memperjelas pertanyaannya dan menoleh ke arah Desta dengan tatapan menyelidik.
"Haha, oke nanti saja ya" Desta menjawab dengan senyuman kecut.
__ADS_1
Rissa mendekati Debby dan menanyakan "Bagaimana Desta bisa bergabung? Bukankah divisi ini sedang tidak membuka lowongan?" pertanyaan Rissa juga membuat Debby menyadari hal itu, namun dia hanya mengangkat bahunya karena dia juga tidak mengerti.