Si Miliarder Muda

Si Miliarder Muda
Ingin Melamar Di Heir Group


__ADS_3

“Haha, sudahlah tidak usah dipikirkan..! Cepat bersihkan saja wajahmu itu..!” Desta tertawa geli melihat kelakuan Potas yang terlihat sangat frustasi.


“Potas, kau sangat beruntung mendapatkan kebaikan dari tuan muda..! Sekarang, beri tahu aku berapa yang dibayarkan oleh bedebah itu kepada kalian untuk menyerang tuan muda Desta?” tanya Jefrey dengan tatapan yang masih sangat tajam.


“Du-dua miliar rupiah bos..!” Potas tidak berani menatap mata Jefrey.


“Uang 2 miliarmu akan aku kembalikan” ucap Jefrey kepada Imam dan dia menyuruhnya untuk segera pergi dari sini.


Imam pun tak berani melihat ke arah Desta, dia hanya melangkahkan kakinya sejauh mungkin dari tempat tersebut karena tidak ingin Elang Hitam malah berbalik menyerangnya.


“Sialan..! Aku tidak tahu bahwa orang itu ada hubungan dengan gangster Elang Hitam..! Tapi, bagaimana bisa? Dia hanyalah seorang satpam saja, kecuali dia bukanlah satpam biasa” didalam hati Imam masih sangat banyak tanda tanya yang tidak bisa terjawab olehnya.


“Tuan muda, sekarang harus aku apakan anak buahku yang bodoh ini?” tanya Jefrey untuk menghukum Potas yang sangat tidak tahu diri itu.


“Terserah kau saja, karena kau kan pimpinannya..!” ucap Desta dan dia kembali duduk di kursi taman.


“Aku hanya ingin menyegarkan pikiranku saat ini, jadi, tolong segera pergi..!” ucapan Desta seperti sebuah perintah yang tidak bisa ditolak oleh siapapun di sana.


“Baik tuan muda..! Kalian, seret dia ke mobil dan bawa pulang ke markas, aku punya hukuman yang cocok untuknya..!” Jefrey memerintahkan 2 orang anak buahnya yang sedang berdiri di belakangnya dan segera mundur perlahan untuk meninggalkan taman kota secepatnya sebelum Desta berubah pikiran.


“Apa yang kalian lihat?” Jefrey memarahi kerumunan orang yang masih berdiri agar mereka segera bubar, dia tidak ingin mereka mengganggu ketenangan Desta nantinya.


Akhirnya ketenangan pun kembali dan Desta pun bernafas lega karena tidak perlu mematahkan apapun kali ini.


Tak lama ponsel miliknya bergetar oleh notifikasi pesan singkat dari Sebastian, “Tuan muda aku sudah menemukan identitasnya, akan aku kirimkan detailnya sekarang juga”.


“Tidak usah, masalahnya sudah selesai dan aku sudah tidak membutuhkan informasinya, terima kasih banyak atas bantuannya, paman..!” balas Desta dalam pesan singkatnya.

__ADS_1


Tidak terasa waktu berlalu begitu cepat dan sudah menunjukkan jam 4 sore, ”Ah, ternyata sudah terlalu lama aku di sini” Desta bergegas menuju mobilnya yang terparkir untuk kembali ke apartemennya.


“Sebenarnya ada satu hal yang masih mengganjal di pikiranku..! Dari mana Imam bisa tahu bahwa aku sedang berada di taman kota? Sedangkan aku tidak memberitahukan siapapun niatku untuk datang ke sini” Desta berpikir sejenak sebelum dia menyalakan mesin mobilnya.


“Ah paling-paling dia sudah mengikutiku sejak lama, dasar penggemar..! Haha..!” Desta tertawa geli memikirkan hal tersebut.


Tak lama dia pun tiba di apartemen.


Sebelum kakinya menginjakkan di lantai lobby, ada sebuah keributan di depan pintu masuk yang akan dia lewati.


Seorang wanita yang terlihat sudah cukup berumur sedang beradu mulut dengan seorang pria yang mengenakan setelan kemeja rapi dan terlihat masih cukup muda.


“Cih, jika bukan karena aku, kau pasti sudah mengemis di pinggir jalan sekarang ini..!” wanita tersebut berteriak dan memang hanya suaranya yang sangat keras bahkan terdengar sampai ke dalam sehingga menyebabkan kerumunan orang yang melihat dari balik kaca.


“Aku tidak pernah meminta bantuanmu, dan sekarang kau malah merasa lebih superior dariku? Baiklah, mulai hari ini aku akan mengundurkan diri dari jabatanku dan aku akan keluar dari perusahaan sampah itu..!” pria yang menjadi lawan adu mulut wanita tersebut pun menjawab dengan sangat lantang.


“Aku tidak peduli kalian sedang meributkan hal apa, tolong jangan di depan pintu..! Aku ingin cepat-cepat beristirahat..!” lalu Desta berjalan dengan santai menuju pintu masuk lobby.


“Hei, kau pikir kau siapa berani menyentuhku? Lagipula, apa kau pikir kau mampu membayar kamar di apartemen ini, hah?” teriak wanita tersebut dengan mata yang menyelidik penampilan Desta yang sangat biasa dan kumuh karena perkelahian di taman kota tadi dari atas hingga ke bawah.


“Mampu atau tidaknya itu bukan urusanmu..!” ucap Desta tanpa menoleh sedikitpun kepada wanita itu, dan itu benar-benar menambah emosi pada dirinya.


Ekspresi dari pria yang beradu argumen dengan wanita tadipun berubah masam dan seperti ketakutan seolah-olah Desta sudah membuat kesalahan yang sangat fatal.


“Oh jadi, kau mau bermain sok kuat hah? Baiklah kalau begitu..!” tangan wanita tersebut melambai ke atas dan sesaat kemudian terlihat seseorang dengan setelan jas mewah yang turun dari mobil yang terparkir di depan lobby, tapi Desta tetap tidak menghiraukannya dan terus berjalan menuju lift apartemen.


“Hei, mau ke mana kau?” teriak wanita itu dan pria berjas tadipun semakin mempercepat langkahnya untuk menarik Desta dari belakang.

__ADS_1


Sebelum tangan pria berjas tadi sempat menarik bajunya, Desta berbalik dan tangannya sudah terlebih dahulu melayang ke arah wajah pria tersebut.


Namun, karena dia tidak ingin urusannya lebih panjang dan hanya memperlambatnya untuk beristirahat, akhirnya Desta menghentikan laju tangannya tepat sebelum menghantam wajah pria tersebut.


“Dengar, aku sedang tidak dalam kondisi untuk bercanda..! Jadi, aku harap kalian bisa menyingkir sebelum aku membuatmu menyesal..!” Desta menarik kembali tangannya dan berbalik untuk masuk ke dalam lift.


Pria berjas tersebut hanya bisa terdiam, dia bahkan tidak bisa merespons pukulan yang dibatalkan oleh Desta tadi.


“Sedang apa kau? Kenapa hanya berdiam diri di situ?” wanita tadi kembali berteriak kepada pria berjas tersebut dan menatap kesal ke arah Desta yang sudah tertutup oleh pintu lift.


“A-aku, aku tidak ingin mencari gara-gara dengannya..! Entah kenapa aku merasa dia bukan seseorang yang bisa disinggung” pria berjas tadi pun berbalik lalu berjalan menuju mobil dengan wajah pucat dan keringat dingin.


“Dasar pengecut..! Aku sangat kecewa kau bahkan tidak bisa membela istrimu..!” ucap wanita tersebut, tapi, pria tadi sama sekali tidak menggubrisnya dan tetap masuk ke dalam mobil miliknya yang terparkir di depan lobby.


“Dan kau, jangan pernah menunjukkan wajahmu padaku lagi..!” teriak wanita tersebut dan segera menyusul ke dalam mobil suaminya lalu mereka pun meninggalkan area apartemen dengan cepat.


“Cih, siapa juga yang mau bertemu denganmu lagi..!” ucap pria yang beradu argumen dengan wanita itu dan dia pun masuk ke dalam apartemen.


Pria tersebut adalah manager di sebuah perusahaan besar milik wanita tadi.


Karena hubungan ayah mereka yang seperti keluarga sendiri dan dengan kemampuan yang dimilikinya, pria tersebut diberikan kesempatan oleh ayah dari wanita tadi, untuk menjadi manager di sana.


Tapi, karena dia tidak terima, dicarilah semua kesalahan yang dilakukan oleh pria tersebut dan dibuatnya semakin membesar sehingga menjadi pergunjingan buruk di perusahaannya.


Ayahnya adalah pemilik perusahaan tersebut, kenapa bukan putrinya yang menjadi manager di perusahaan tersebut, pikir wanita itu.


Akhirnya, pria tadi pun memutuskan untuk berhenti dari perusahaan tersebut dan berencana untuk melamar di perusahaan besar lainnya seperti Heir Group ataupun Gloria yang sama-sama bergerak di bidang teknologi agar dia tidak merasa berhutang budi pada siapapun lagi.

__ADS_1


“Huh, lihat saja..! Aku akan menjadi orang besar di perusahaan besar seperti Heir Group..!” pria tersebut mengutuk dalam hatinya lalu masuk ke dalam lift.


__ADS_2