Si Miliarder Muda

Si Miliarder Muda
Desta VS Tora Pt.2


__ADS_3

Salah satu dari pengemudi keluar dan langsung menghampiri Desta.


“Tuan muda, kami sudah tiba dan membawa total 150 liter bensin sesuai dengan permintaan Anda” ucap orang tersebut yang merunduk dan memberi hormat pada Desta.


“Bagus, sekarang ikut aku dan jangan menyalakan lampu mobil kalian” ucap Desta dan orang itu langsung mengiyakan.


Dia mengambil walkie talkie untuk memberitahukan kepada yang lainnya, dan mereka pun berangkat mengikuti arahan Desta.


Setelah tiba di depan kediaman Yanto, Desta melambaikan tangannya pada orang-orang di belakangnya untuk bersiap-siap.


Desta turun dari mobilnya dan berjalan menuju pagar besi yang ditutup rapat.


“Oh, ternyata bagus juga rumahnya, tapi sayang sebentar lagi akan rata dengan tanah” ucap Desta, dia memanjat pagarnya dengan sangat mudah, dan sekarang pun dia sudah berada di halaman dalam rumah tersebut.


Di sisi lain..


“Kak, sepertinya aku mendengar suara di pagar depan, apakah ada maling yang masuk?” ucap Yanto yang masih belum bisa tidur karena rasa takutnya.


“Jangan bercanda..! Pagar itu sengaja aku pesan untuk dibuat sangat tinggi dan dipasangi paku besar agar maling profesional sekalipun akan kesulitan untuk memanjatnya” ucap Tora dengan santainya.


“Tapi kak, aku benar-benar mendeng..” Yanto berhenti bicara saat mendengar suara ketukan di pintu depannya.

__ADS_1


“Sekarang sudah jam 12 malam, memangnya siapa yang berkunjung selarut ini? Dan lagi, bagaimana dia bisa masuk hingga ke depan pintu seperti ini” ucap Tora keheranan.


“Jangan-jangan itu orang yang aku ceritakan ke kakak tadi, dia pasti datang untuk membunuhku” ucap Yanto yang mulai panik dan ketakutan.


“Omong kosong..! Mana mungkin dia bisa melakukan itu” jawab Tora yang berusaha menenangkan Yanto.


“Kalau kau tidak percaya, aku akan membukakan pintu depan dan membuktikan bahwa itu hanya ketakutanmu saja” tantang Tora.


“Jangan kak..! Aku takut kalau itu benar-benar dia” Yanto melarang Tora untuk membuka pintu depan rumah mereka.


“Ah sudahlah tenang saja, kalaupun memang itu adalah orang yang kau ceritakan, dia tidak akan bisa menyakitiku” ucap Tora dengan percaya diri.


“Siapa sih memangnya orang itu? Apa memang semenakutkan itu sampai-sampai dia ketakutan seperti itu?” gumam Tora yang memutar kunci dan membuka pintunya lebar-lebar.


Dia menengok ke luar dan tidak menemukan siapapun di sana, lalu dia menoleh ke samping kanan dan menemukan Desta yang sedang duduk di kursi menatap ke arahnya.


“Siapa kau? Bagaimana kau bisa masuk ke sini? Cepat pergi atau aku panggilkan polisi..!” ucap Tora yang terkejut dengan kehadiran Desta.


“Oh selamat malam, perkenalkan, aku Desta dan aku ke sini untuk menghukum Yanto..! Bagaimana caraku bisa masuk ke sini? Itu bukan urusanmu..!” jawab Desta dengan nada santai tapi sangat mengancam.


“Cepat bawakan aku Yanto, atau rumah ini aku bakar..!” sambung Desta.

__ADS_1


“Heh, memangnya kau siapa berani mengancamku seperti itu hah?” ucap Tora yang meremehkan Desta.


“Hehe, aku bukan siapa-siapa, aku hanya seorang satpam yang ingin menghukum seorang penjahat” jawab Desta sambil tersenyum sinis.


“Persetan dengan siapa kau sebenarnya, sekarang pergi atau..” ucapan tora terhenti setelah sebuah asbak rokok melayang ke arahnya tapi Desta sengaja tidak mengenainya.


“Oke sepertinya kau mencari mati” Tora berjalan mendekati Desta dan menggenggam kerah bajunya lalu mengangkat tubuhnya yang masih duduk di kursi.


“Urusanku hanya dengan Yanto, tapi kalau kau ingin menjadikan ini urusanmu juga, aku tidak akan segan-segan menghukummu juga karena sudah menyembunyikan seorang penjahat” ucap Desta sambil tersenyum licik.


Tanpa berbicara apapun lagi, Tora langsung melayangkan sebuah tinju ke arah wajah Desta, tapi Desta merespon pukulan itu dengan dahinya, dia menyundul tinju dari Tora dan membuat tulang dari jari tengah dan jari telunjuknya terkilir.


“Ah..!” Tora menarik tangannya dan melepaskan genggaman dari kerah baju Desta.


Dia memegang tangan kanannya karena rasa sakit dari terkilir yang dialaminya setelah memukul dahi Desta.


“Kenapa? Memukul dahiku saja kau tidak bisa?” ucap Desta yang berjalan mendekat ke arah Tora.


“Persetan..! Aku akan menghabisimu” Tora berlari menyerang Desta dengan melayangkan tinju tangan kirinya, tapi karena Desta jauh lebih gesit darinya, dengan mudah serangan Tora dihindari.


“Hei bocah, aku di sini..!” teriak Desta setelah berhasil menghindari serangan tora.

__ADS_1


__ADS_2