
Desta mengitari pasar hingga 2 kali keliling tapi tak ada satupun yang menarik perhatiannya untuk membeli sesuatu untuk Debby, akhirnya dia pun kembali ke parkiran dan pergi menuju pasar yang lebih besar lagi untuk mencarinya.
Dia pun tiba di sebuah pasar yang khusus menjual barang-barang jajanan dan oleh-oleh.
“Hmm, mungkin aku bisa mendapatkan sesuatu di sini” gumamnya sambil keluar dari mobilnya yang terparkir di halaman luar agar tidak jauh-jauh berjalan kaki jika parkir di dalam gedung parkir.
Desta mulai mencoba memasuki toko camilan satu per satu, namun dari 10 toko yang dia masuki, tidak ada satupun yang menarik perhatiannya untuk membeli camilan kesukaan Debby, yaitu manisan cabai yang sudah diolah selama mungkin hingga tidak terasa pedas sedikitpun.
“Haduh, kalau begini terus aku bisa dimarahi Debby karena tidak kunjung kembali untuk menemaninya di rumah sakit” gerutu Desta.
__ADS_1
Sampai akhirnya Desta telah mengunjungi setiap toko camilan yang ada dan tidak ada satupun yang menjual manisan cabai.
“Ya sudahlah, aku menyerah, aku belikan dia seblak saja sebagai pengganti manisan cabai, lagi pula dia tidak memintaku untuk membelikannya, jadi kemungkinan dia tidak akan kecewa” ujar Desta yang akhirnya membeli seblak ceker ayam yang memang aromanya sangat menggiurkan.
Jam 4 sore dan akhirnya Desta dalam perjalanannya kembali menuju rumah sakit dengan hanya membawa seblak untuk Debby dan sebuah guci antik yang dibelinya dari toko barang antik milik Benny.
Setengah jam perjalanan akhirnya Desta tiba di rumah sakit dan dia bergegas mempercepat langkahnya menuju lantai 3 di mana Debby di rawat.
“Bontet, kau ini aneh-aneh saja, aku kan sedang dalam masa pemulihan akibat tusukan pisau yang merobek sedikit ususku, mana mungkin aku dibolehkan makan makanan seperti itu untuk saat ini” ucap Debby yang menggembungkan pipinya, padahal dia sangat suka dengan seblak, tapi karena dalam masa perawatan dan pemulihannya, dia jadi tidak bisa menikmati seblak tersebut.
__ADS_1
“Hmm, aku lupa, maafkan aku yang mulia Debby..!” ucap Desta yang bergurau dengan Debby.
“Bontet, ke sini sebentar” panggil Debby, dan saat Desta sudah cukup dekat kepadanya, dia pun mencubit pinggang Desta dengan sangat tipis, sehingga membuat rasa cubitannya semakin pedas bagi Desta.
“Wow, cubitanmu semakin menyakitkan..! Kau bisa menang kejuaraan mencubit kalau begini, haha” ucap Desta sambil tertawa terbahak-bahak.
“Ya sudah, kalau begitu seblak ini aku yang habiskan saja, hehe” ucap Desta yang menggoda Debby karena dari tadi dia terus melihat ke arah seblak yang dibawakan oleh Desta.
Dalam sekejap, seblak itu pun lenyap dan hanya menyisakan tulang ceker ayam saja.
__ADS_1
“Deb, belakangan ini semakin banyak hal yang terjadi, dan kau pun menjadi salah satu korbannya, aku jadi merasa sangat tidak tenang setelah kejadian malam itu..!” ucap Desta dengan nada yang sangat serius setelah dia melenyapkan seblak yang membuat Debby menelan ludahnya sendiri karena sangat ingin memakan seblaknya juga.
“Jadi aku berencana untuk mencarikanmu seorang pengawal yang bisa menjagamu dengan baik saat aku tidak ada di dekatmu..! Untuk yang satu ini, aku ingin kau tidak menolaknya karena ini adalah keinginan terbesarku saat ini” ucap Desta yang memohon kepada Debby agar dia menyetujuinya.'