
"Tidak apa-apa, dia hanya kelelahan" seorang dokter yang memeriksa kondisi Anna mengatakan bahwa Anna akan baik-baik saja setelah dirawat satu hari penuh.
"Fyuh..!" semua orang yang mendengar akhirnya merasa lega.
Debby menggelengkan kepalanya, dia tidak habis pikir bisa-bisanya ibunya meminjam uang sebesar itu hanya untuk tampil mewah.
"Terima kasih dok..!" ucap Retno lalu melihat ke arah Desta.
"Desta, maafkan kami yang sudah berkali-kali merepotkanmu" Retno tertunduk malu di hadapan Desta.
"Ah, tidak perlu meminta maaf, aku melakukannya karena kalian sudah kuanggap keluargaku sendiri" jawab Desta berusaha menenangkan Retno.
"Baiklah, bagaimanapun aku sendiri yang akan memastikan kejadian seperti ini tidak akan terulang kembali" Retno melihat ke arah Desta dengan tatapan bersungguh-sungguh.
"Mmm, baguslah kalau begitu" Desta menganggukkan kepalanya.
"Besok aku dan Debby akan kembali ke Jakarta pagi-pagi sekali, aku tidak ingin membuat Debby terlihat buruk di mata bawahannya nanti karena terlalu lama izin" ucap Desta sambil berjalan ke arah kursi.
__ADS_1
Anna tidak berada di ruangan yang sama dengan Lia, karena dia dirawat di ruang UGD sedangkan Lia tidak.
Desta merasa sepertinya dia harus menyewa pengawal untuk menjaga Retno dan yang lainnya dari belakang, karena entah kenapa dia merasakan masalah masih akan berdatangan pada mereka, dia hanya tidak ingin rencana pernikahannya batal.
"Paman, Debby, aku permisi sebentar" Desta keluar dari ruangan UGD dan berjalan ke arah kantin.
"Feb, apakah kau mengenal sesorang yang bisa diandalkan untuk menjaga dari belakang?" Desta menghubungi Febrianto untuk meminta bantuannya.
"Maksudnya bos?" jawab Febrianto yang masih belum paham.
"Ah kalau begitu aku akan menyarankan beberapa rekanku yang sangat kompeten dalam hal itu" jawab Febrianto yang memberikan kabar baik bagi Desta.
"Aku minta tolong ya..! Kalau bisa mereka akan mulai bekerja malam ini, aku akan mengirimkan identitas keluarganya agar mereka tidak salah orang" ucap Desta.
"Tapi bos, bagaimana dengan upahnya? Mereka tidak ingin dibayar rendah" Febrianto mengatakan sesuatu yang membuatnya ragu untuk menyarankan Desta pada rekannya.
"Memangnya berapa yang mereka mau?" tanya Desta sambil menaikkan alisnya.
__ADS_1
"Mereka bertiga akan meminta bayaran masing-masing sebesar 2 miliar per tahun" jawab Febrianto dengan nada ragu.
"Hanya segitu?" tanya Desta.
"Gila..! 2 miliar per tahun dibilangnya hanya segitu? Seberapa kaya sebenarnya bos ini?" gumam Febrianto yang terheran-heran dengan ucapan Desta.
"Iya bos segitu yang mereka mau" jawab Febrianto yang menunggu respon Desta selanjutnya.
"Oke, asalkan mereka melakukan tugasnya dengan baik, aku tidak akan keberatan mengeluarkan uang segitu, bahkan aku akan memberikan bonus 2 kali upah mereka jika mereka bisa membuat keluarga Debby bebas masalah dalam 3 bulan ke depan..!" jawab Desta.
"Wow..! Eh maksudku oke bos, aku akan memberitahukan mereka agar mereka bisa mulai bekerja malam ini" ucap Febrianto yang mengiyakan permintaan Desta.
"Oke, tolong ya..! Dan salam untuk keluargamu di sana" ucap Desta lalu mematikan sambungan teleponnya dan kembali ke ruangan UGD.
"Deb, kemarilah" panggil Desta kepada Debby.
"Ada apa?" Debby berjalan menghampiri Desta dengan rasa penasaran.
__ADS_1