Si Miliarder Muda

Si Miliarder Muda
Emblem Itu Hanya Untuk Orang Kaya


__ADS_3

“Selamat, Anda memenangkan 10 miliar rupiah atas kemenangan petarung hitam” suara yang tiba-tiba muncul dari belakang Desta dan Febrianto, membuat Febrianto berteriak karena kaget.


“Kurang ajar..! Kau mau membuatku jantungan ya?” bentak Febrianto kepada orang tersebut.


“Jadi, firasatku benar memang ada orang selain kita didalam ruangan ini..!” ucap Desta, dan dia pun menaikkan tingkat waspadanya.


“Hei, hei, tidak usah tegang begitu..! Aku di sini hanya bertindak sebagai pemberi pengumuman kemenangan kepada kalian” ucap orang tersebut dan perlahan-lahan dia berjalan maju ke arah Desta dan Febrianto.


“Kau kan..” Febrianto mengenali orang ini.


Dia adalah wanita yang menawarkannya untuk menukarkan uangnya menjadi kertas taruhan tadi.


“Oh, hai..!” ucap wanita tersebut sambil menoleh ke arah Febrianto dengan senyuman ramahnya.


“Pertama, selamat untuk kemenangan taruhan Anda” wanita itu berkata sambil melihat ke arah Desta.


“Kedua, perkenalkan, namaku adalah Siti” sambung wanita tersebut.

__ADS_1


“Terima kasih..! Jadi, kenapa kau ada di sini? Bukankah ruangan VIP seharusnya hanya berisi tamu VIP saja?” tanya Desta penasaran.


“Memang benar ruangan VIP hanya berisi orang-orang VIP saja, selama taruhan sedang berjalan” ucap Siti sambil tetap tersenyum.


“Jadi, kau bertugas untuk mengumumkan hasil pertandingan dan jumlah uang yang diperoleh ya?” ucap Febrianto dengan wajah yang berpikir keras.


“Ya, itu adalah tugasku di sini, dan jika kalian penasaran dari mana aku bisa masuk ke dalam sini sedangkan pintu sudah terkunci” Siti menunjuk ke arah sebuah pintu di belakangnya yang hampir tidak terlihat karena pencahayaan yang remang-remang.


“Hmm, oke..! Tadinya aku berpikir bahwa ingin mencelakai kami berdua” ucap Desta dan dia mengambil kertas-kertas yang diserahkan oleh Siti setelah masa taruhan selesai.


“Haha, tidak mungkin..!” Siti tertawa kecil dan mundur perlahan lalu keluar melalu pintu yang ditunjuknya tadi.


“Feb, aku tahu apa yang kau pikirkan, hentikanlah..!” ucap Desta.


“Eh hehe, tidak bos, aku tidak berani berpikir demikian” Febrianto sangat terkejut saat Desta berkata seperti itu, apakah Desta benar-benar bisa membaca pikiran atau tidak dia masih sangat ragu, tapi dia lebih memilih untuk diam.


“Apa kau tahu sesuatu tentang emblem ini?” Desta merogoh saku bajunya dan mengeluarkan 2 emblem yang diberikan oleh Lisna.

__ADS_1


“Ah, itu..” Siti terlihat sangat terkejut dan sikapnya pun berubah menjadi sangat sopan kepada Desta dan Febrianto.


“Kau kenapa? Beri penjelasan dulu sebelum merunduk memberi hormat..!” ucap Desta, dia memaksa Siti untuk menjelaskan emblem yang dibawanya sebelum dia pergi.


“Emblem itu pasti pemberian dari nyonya Lisna, ‘kan?” tanya Siti.


“Ya, karena kau sudah tahu, sekarang jelaskan..!” ucap Desta dengan nada yang sedikit memaksa.


“Emblem itu hanya diberikan untuk orang kaya saja..!” ucap Siti dengan nada yang sangat sopan.


Febrianto terkejut dengan penjelasan tersebut.


“Untuk apa wanita itu memberikan kami emblem seperti ini jika dia tahu bahwa kami adalah bawahan Widodo?” tanya Febrianto yang sangat penasaran.


“Mmm, aku yakin bukan hanya itu saja bukan?” tanya Desta kembali kepada Siti.


“Jika kenapa diberikan kepada kalian, maaf, aku pun tidak tahu alasannnya..! Tapi, yang pasti, emblem itu hanya untuk tamu dari kalangan yang setara dengan bos Widodo atau bahkan bisa lebih tinggi dari bos Widodo..! Oleh karena itu, bisa dibilang emblem itu diberikan hanya untuk orang kaya yang terhormat saja” ucap Siti dengan penjelasan yang akhirnya bisa diterima oleh Desta dan Febrianto.

__ADS_1


“Awalnya aku ragu jika itu adalah emblem asli dan kalian akan kami bereskan jika terbukti palsu..! Tapi, dengan jumlah uang yang ditukarkan oleh tuan ini, kini aku yakin bahwa emblem itu sangat asli..!” Siti menoleh kepada Febrianto dan merunduk memberi hormat dan dia pun pergi setelah menutup pintu rahasia tersebut.


__ADS_2