Si Miliarder Muda

Si Miliarder Muda
Desta Selingkuh? Pt.3


__ADS_3

“Haha, apa benar ada yang seperti ini?” sekolah tersebut tidak memberikan sebuah tes atau wawancara apapun kepada Desta, dan dia langsung diterima begitu saja oleh kepala sekolah di SMA Swasta yang sangat bergengsi tersebut.


Sekolah tersebut bernama SMA Swasta Heidi yang sudah berdiri selama 12 tahun dan dengan cepat menjadi salah satu sekolah swasta mahal terbaik di Jakarta dengan jumlah kelulusan tidak pernah kurang dari 100 persen sejak awal berdirinya sekolah tersebut.


Tak lama kemudian ponsel Desta berdering oleh panggilan dari sebuah nomor tak dikenal.


Desta menepikan mobilnya lalu menjawab “Halo?”.


“Pak guru Desta, apakah hari ini Anda bisa datang ke sekolah untuk memulai pengajaran?” ucap seseorang yang sepertinya adalah seorang wanita di ujung telepon.


“Pak guru? Wow, aku sudah resmi menjadi guru nih?” gumam Desta dalam hatinya.


“Oh bisa saja, tapi jika hari ini untuk memulai pengajaran sepertinya hanya akan menjadi perkenalan saja” ucap Desta, dia sama sekali belum menyiapkan apapun untuk pekerjaan barunya karena memang dia tidak menduga hal ini.


“Baiklah, kalau begitu saya akan menunggu kedatangan Anda” ucap perempuan tersebut.


“Oke” panggilan pun dimatikan lalu Desta segera memutar arah dan menuju ke sekolah tersebut.

__ADS_1


Sekolah tersebut tidak terlalu jauh dari lokasi Desta saat ini, dan hanya butuh 30 menit Desta pun tiba di sana namun belum masuk ke dalam halaman sekolah tersebut.


“Wah, aku tidak menyangka..! Untuk ukuran sekolah, ini sangat luas..!” ucap Desta ketika melihat pagar yang membatasi lingkungan sekolah dengan tanah penduduk sekitar.


Dengan luas tanah kurang lebih 5 hektar, sekolah tersebut menjadi satu-satunya sekolah terbesar di Jakarta.


“Aku rasa para guru di sini pasti sangat makmur..!” Desta menduga gaji setiap guru di sini pasti sangat besar mengingat sekolah ini merupakan sekolah favorit dari kalangan orang kaya hingga konglomerat.


Akhirnya Desta pun tiba di dalam sekolah tersebut dan segera memarkirkan mobilnya di parkiran sekolah.


“Wow, lihat itu..!”


“Apa dia tidak malu membawa kendaraan jelek seperti itu?”


Beberapa dari guru dan murid mencibir kendaraan yang digunakan oleh Desta saat memasuki lahan parkir.


“Sekolah ini bagus, tapi aku yakin orang-orang yang punya mobil di sini pasti sangat suka menyombongkan kekayaannya” ucap Desta saat melihat sekelilingnya yang penuh dengan mobil-mobil mahal.

__ADS_1


“Sudah aku duga..! Semua guru di sini pasti sangat makmur” sambung Desta saat melihat ke arah barisan mobil bermerk mahal di sisi kanannya yang dia duga itu adalah mobil para murid di sekolah ini.


Desta turun dari mobil dan segera menuju lobby sekolah untuk menemui penjaga sekolah.


“Permisi, apakah aku bisa minta tolong untuk diantarkan ke ruang para guru?” ucap Desta kepada salah satu penjaga keamanan sekolah.


“Dan Anda adalah?” petugas keamanan tersebut melirik dan menaikkan sebelah alisnya ke arah Desta.


“Oh namaku Desta, aku guru olahraga baru di sekolah ini” jawab Desta sambil mengulurkan tangannya untuk berjabatan.


“Guru olahraga baru ya? Hmm, semoga beruntung kalau begitu..! Ruang para guru ada di sebelah sana, jalan lurus menelusuri koridor ini lalu belok kanan, naik ke lantai 2 lalu belok ke kiri tak jauh dari tangga akan terlihat papan nama ruang guru di depan pintu masuknya” jelas penjaga keamanan tersebut.


“Baiklah, terima kasih.. Cipto” ucap Desta saat melihat papan nama yang dikenakan oleh penjaga tersebut lalu dia bergegas menuju ruang guru sesuai arahan yang diberikan.


Sambil berjalan, Desta melihat-lihat ke dalam ruangan kelas para murid dan menemukan bahwa tidak satupun dari mereka terlihat seperti orang dari kalangan bawah.


Setiap kali Desta menoleh ke arah ruang kelas, ada beberapa murid yang ikut menoleh kepadanya dan sepertinya mereka adalah anak konglomerat yang tidak berani diganggu oleh guru.

__ADS_1


Terlihat jelas ketika Desta melihat guru yang sedang mengajarkan di dalam kelas itu membiarkan mereka asik berbicara dengan teman sebelahnya.


“Haha, jika ada di dalam kelasku, mereka tidak akan bisa melakukan itu kepadaku..!” gumam Desta sambil tersenyum kecil dan dia pun menaiki tangga menuju lantai 2 yang akhirnya dia tiba di depan sebuah ruangan yang bertuliskan ruang guru seperti yang dikatakan oleh petugas keamanan tadi.


__ADS_2