Si Miliarder Muda

Si Miliarder Muda
Kunjungan Dari Master Kamandanu


__ADS_3

Desta menceritakan rencananya untuk menyewa pengawal kepada keluarga Debby, dia mengatakannya sambil berbisik pelan di telinga Debby.


"Mmm, aku rasa itu bukanlah ide yang buruk, terlebih belakangan ini terjadi sesuatu yang membuatku cemas, jadi sepertinya itu memang sangat dibutuhkan..!" Debby setuju dengan rencana Desta dan mengacungkan jempol padanya.


"Mereka akan mulai bekerja malam ini, jadi besok kita bisa pulang dengan tenang" ucap Desta.


Retno yang melihat Desta dan Debby berbisik-bisik hanya bisa menggelengkan kepalanya, "Dasar anak muda..!" ucap Retno sambil mengusap-usap rambut Anna yang masih tak sadarkan diri.


Tak lama kemudian ponsel Desta berdering, itu panggilan dari Andre dan Desta berjalan keluar untuk menjawabnya.


"Yo..!" ucap Desta yang memulai pembicaraan.


"Yo Desta..! Si Denis ini apakah kau yang meloloskannya? Aku tahu aku tidak punya hak untuk marah karena aku bisa bekerja di sini pun atas perintah darimu, tapi aku benar-benar tidak tahan dengan sifat dan sikap arogannya itu..!" Andre langsung membombardir telinga Desta dengan keluhan-keluhan yang dia rasakan.


"Jika bisa, aku ingin kau menggantikannya dengan orang yang lebih layak menjadi atasanku..! Atau aku akan berhenti dari Heir Group..!" Andre mencoba mengancam Desta.


"Ya sudah berhenti saja dan jadi gembel sana..!" jawab Desta yang berakting kesal.

__ADS_1


"E-eh kau benar-benar akan membiarkanku teman terbaikmu di seluruh penjuru galaksi ini menderita dan menjadi gembel? tega sekali" Andre menggerutu dan suaranya dibuatnya sedikit lebih imut.


"Ndre.." ucap Desta ketus.


"Coba ucapkan sekali lagi..!" jawab Desta yang terdengar sangat dingin dan membuat Andre merinding seketika.


"Eh anu, itu, aku akan berusaha menahan emosiku pada Denis, dan aku akan menyerahkan keputusannya padamu saja, aku tidak akan mengeluh lagi" tiba-tiba Andre menjadi anak baik dan menjawab dengan kata-kata yang sangat bijak.


"Sudah ya, aku harus menguras bak mandi dulu" Andre cepat-cepat mematikan panggilan teleponnya agar selamat dari tamparan Desta jika bertemu nanti.


"Bocah itu..! Tapi aku juga paham jika dia merasa seperti itu, aku akan membiarkannya sementara ini dan melihat 1 bulan ke depan" Desta tidak akan langsung memecat Denis karena dia yakin Denis masih bisa memenuhi harapannya walaupun hanya sedikit.


"Paman, aku akan melihat perkembangannya ke depan dulu, jadi Denis tidak akan aku pecat sekarang" ucap Desta yang langsung membahas inti pembicaraannya, atau begitulah menurutnya.


"Ah baiklah kalau begitu tuan muda, aku akan menurutinya..! Tapi maksudku meneleponmu bukan karena Denis" jawab Sebastian yang membertahukan Desta niatnya.


"Oh haha, maafkan aku paman, soalnya tadi Andre menghubungiku karena hal itu, jadi kupikir paman juga akan mengatakan hal yang sama" ucap Desta sambil menggaruk-garuk pipinya yang tidak gatal.

__ADS_1


"Haha, bukan masalah itu tuan, aku ingin memberitahukan kepada Anda bahwa tuan Kamandanu akan segera berkunjung ke Jakarta..!" ucap Sebastian.


"Hah? Kau serius paman?" jawab Desta terkejut.


"Benar tuan muda, aku baru saja dihubungi olehnya, dan dia bilang akan mengunjungi Heir Group setelah mengetahui bahwa pemiliknya adalah tuan muda Desta" ujar Sebastian.


"Yiha..! Akhirnya aku bisa berlatih tanding lagi dengan kak Danu..!" ucap Desta kegirangan.


Kamandanu adalah salah satu dari 30 master beladiri yang melatih Desta, walaupun akhirnya Kamandanu tumbang oleh gerakan langkah sunyi milik Desta, tapi Desta harus melakukannya dengan susah payah.


Jadi dengan kata lain, Kamandanu adalah yang terkuat dari ke 30 master beladiri yang melatih Desta, dan sekarang dia akan berkunjung ke Heir Group untuk menemui Desta setelah berlatih selama 3 tahun di pedalaman hutan pulau kalimantan.


Karena Kamandanu adalah orang pertama yang membuat Desta melawan dengan seluruh kemampuannya, Desta akhirnya mengakui Kamandanu sebagai lawan yang layak untuknya.


"Akhirnya lawan yang sepadan..!" jika tentang hal berkelahi dan makan, Desta akan selalu bersemangat.


"Baiklah paman, besok pagi aku dan Debby akan pulang ke Jakarta, lalu setelah mengantarkan Debby, aku akan segera menuju Heir Group" jawab Desta dengan penuh semangat yang membara, dia sudah tidak sabar lagi.

__ADS_1


"Aku mengerti tuan muda, kalau begitu aku pamit dulu" ucap Sebastian lalu mematikan panggilan teleponnya.


__ADS_2