
Gilang ingin melihat saat-saat Desta dipermalukan ketika jemputan yang dia katakan sudah datang nanti, karena pikirnya paling-paling yang datang nanti adalah taksi online.
"Aku kenal dengan Sebastian dan dia tidak mengenalmu, jadi jangan mengaku sebagai pemilik Heir Group..! Tapi jika kau mengaku sebagai satpam di Heir Group, mungkin aku akan percaya, Haha" ucap Gilang meremehkan.
"Pfff.. Hahahaha...!" Desta tak bisa menahan tertawanya, hal yang dikatakan Gilang sangat lucu baginya, begitu menggelitik di perut.
"Maaf maaf..! Aku tidak tahan mendengar ucapanmu yang begitu konyol" Desta tertawa sampai meneteskan air matanya.
"Huh, tertawalah ketika kau masih bisa, kita lihat saja saat taksi onlinemu datang nanti, apakah kau masih bisa tertawa seperti itu?" gumam Gilang dengan senyum liciknya.
"Oke oke, anggaplah aku percaya dengan omonganmu, tapi aku tetap tidak akan menerima pengajuan kontrak kerjasamamu" ucap Desta kepada Gilang yang membuat bingung para tamu yang lain.
Tak lama kemudian, semua orang mendengar sebuah bunyi klakson mobil, dan semua melihat ke arah sumber suara itu.
Suara klakson itu berasal dari mobil Rolls-Royce Cullinan milik Sebastian.
"Wah, itu Rolls-Royce Cullinan, mobil seharga hampir 6 miliar, mobil itu bahkan tidak bisa kau dapatkan dengan mudah di sini, pemiliknya pastilah sangat kaya, karena harganya saat diimpor ke Indonesia bisa mencapai 7 miliar" ucap salah satu tamu di situ
Semua orang kecuali Desta menjadi penasaran dengan pemilik mobil itu, sedangkan untuk tamu udangan sudah semuanya hadir, jadi, siapa pemiliknya?
__ADS_1
"Itu tidak mungkin jemputan Desta, ya, itu pasti orang penting yang diundang olehmu, kan?" Anton berkata sambil menepuk pundak Gilang.
"Ah, i-iya, itu tamu spesial yang kuundang untuk menghadiri pesta ini" Gilang tersenyum kecut saat mengatakannya.
"Sudah kuduga, kau memang hebat, Lang..!" jawab Anton.
Akhirnya saat yang ditunggu semua orang pun tiba, pemilik mobil itu membuka pintu belakangnya dan keluar dari mobil.
"Itu adalah Sebastian..! Si pemilik Heir Group..!" semua orang menjadi heboh karena mereka mengira Gilang yang mengundangnya untuk datang ke pesta ini.
"Wah, kau ternyata orang hebat ya Gilang"
"Wow, aku tak menyangka kau sesukses ini sampai-sampai bisa mengundang orang besar seperti itu"
Semua orang memuji Gilang karena mengira Sebastian datang karena diundang olehnya.
"E-eh iya, terima kasih, terima kasih" Gilang berkeringat dingin dan takut jika mereka tahu bahwa dia tidak mengundangnya.
Tapi di satu sisi, dia sangat bangga Sebastian datang ke acara pesta yang dibuatnya.
__ADS_1
Gilang pun langsung datang menghampiri Sebastian, "Tuan Sebastian, selamat datang di pesta ini, namaku Gilang dan aku adalah pemilik perusahaan Star Electro" Gilang menyambut Sebastian dan membawanya masuk, namun Sebastian hanya menganggukkan kepalanya.
Semua orang merasa iri dengan Gilang, dia bisa sedekat itu dengan Sebastian karena Gilang adalah orang hebat.
Lalu Desta pun datang menghampiri mereka berdua dan melihat ke arah sebastian.
"Paman, kau lama sekali..!" ucapan Desta membuat semua orang terkejut.
"Memangnya kau pikir siapa dirimu berbicara begitu ringannya kepada tuan Sebastian?" semua orang mengutuk Desta.
"Kau masih saja berpura-pura dan berlagak seolah kau pemilik Heir Group" ucap Gilang pelan.
"Ah aku memang pemiliknya, memangnya salah kalau aku berbicara seperti itu kepadanya?" ucap Desta santai.
"Hahaha, mimpimu terlalu jauh, bagaimana bisa tuan Sebastian, si orang terkaya di Jakarta menjadi kepala pelayanmu?" jawab Gilang yang semakin merendahkan Desta.
Namun seketika itu juga semua orang terdiam hingga ruangan pesta sebesar itu hening.
Sebastian membungkukkan badannya dan memberi hormat kepada Desta.
__ADS_1
Gilang dan Anton membuka mulutnya dengan sangat lebar seolah akan jatuh ke lantai, mereka tidak percaya akan yang mereka saksikan.
Siapa sebenarnya Desta ini, mengapa Sebastian bahkan sampai begitu hormat kepadanya.