Si Miliarder Muda

Si Miliarder Muda
Atasan Baru


__ADS_3

Setelah tiba di sana, dia dikejutkan oleh Jenny yang sedang berdiri di depan barisan para satpam.


"Nona Jenny, sedang apa anda di sini?" Desta langsung bertanya karena ini adalah momen yang sangat langka.


"Ah, kau akhirnya sudah datang, cepat berbaris..!" teriak Erdi yang memarahi Desta karena terlambat.


Desta pun segera ikut berbaris, dia masih merasa bingung, "Apakah ada salah satu dari satpam yang melakukan kesalahan, atau jangan-jangan aku ketahuan mengikutinya malam itu?" dia pun memasang wajah tegang.


"Seperti yang sudah aku sampaikan tadi, mulai hari ini nona Jenny akan menjadi bagian dari divisi keamanan" semua satpam yang mendengarkan seketika menyunggingkan senyuman kesenangan.


"Bukan sebagai satpam, tapi sebagai kepala bagian logistik, dan karena di perusahaan ini divisi keamanan adalah cabang dari bagian logistik, maka nona Jenny adalah atasan dari divisi keamanan..!" Erdi menjelaskan dengan sangat tegas.


"Salam kenal semuanya, aku berharap kita bisa bekerjasama dengan baik, ya..!" Jenny tersenyum dan mengepalkan tangannya untuk memberi semangat kepada semua orang.


"Salam kenal dan selamat bertugas nona Jenny" semua satpam yang berbaris, serentak mengucapkan itu.

__ADS_1


"Huh, untunglah bukan karena yang kutakutkan" Desta tertunduk lega karena ini bukanlah mengenai hal yang dia pikirkan.


"Baiklah kalau begitu kalian bisa kembali bertugas" ucap Jenny dengan nada yang pelan.


Barisan pun akhirnya dibubarkan dan para satpam kembali ke posnya masing-masing.


Namun Desta melihat dengan jelas Jenny menunjukkan ekspresi tidak suka pada divisi keamanan.


Karena bagi Jenny, satpam adalah jabatan paling rendah yang bahkan tidak bisa dianggap keberadaannya.


Karena Desta sudah sangat sering melihat orang-orang yang selalu membanggakan dirinya sendiri dan memamerkan harta kekayaannya bahkan sampai merendahkan orang lain.


Dia sangat membenci orang-orang yang seperti itu, makanya dia selalu berusaha untuk bersikap sederhana dan menghindari mencari teman dengan menunjukkan harta kekayaannya, dia hanya ingin orang yang tulus dan bukan karena harta kekayaannya.


Walaupun karena beberapa kejadian membuatnya keluar dari pendiriannya itu, tapi itu tidak membuatnya lupa akan niatnya.

__ADS_1


"Aku tidak peduli kalian ada atau tidak, yang penting jangan pernah mencampuri masalahku dan aku tidak akan membuat pekerjaan kalian menjadi sulit..!" Jenny berteriak pada Erdi dan membuat beberapa satpam yang berjaga mendengar merasa kesal.


Meski begitu, mereka sama sekali tidak menunjukkan kekesalannya dan hanya bisa menurutinya.


"Kenapa kota ini penuh dengan orang yang sombong, seolah disetiap sudut pasti selalu ada orang seperti ini" Desta menghela nafasnya panjang.


"Apa aku salah pilih kota untuk merantau? Ah tidak mungkin, ini pasti bagian dari ujian untuk menguji niatku" Desta bergumam sambil menganggukkan kepalanya.


Setelah selesai bertugas, Desta segera menghubungi Debby dengan maksud untuk mengajaknya makan malam, tapi Debby kali ini menolaknya.


"Maaf ya Bontet, hari ini aku harus cepat pulang, keluargaku datang berkunjung dari Malang" ucap Debby.


"Wah kebetulan dong? Aku ikut denganmu saja sekalian berkenalan dengan keluargamu..!" Desta mencoba merayu Debby agar bisa mengenalkannya pada keluarganya.


"Hmm, sepertinya kali ini jangan dulu, aku akan jelaskan padamu nanti, sudah dulu ya, aku harus cepat pulang" ucap Debby terburu-buru.

__ADS_1


"Mmm.. Berhati-hatilah di jalan..!" Desta menganggukkan kepalanya dan menutup panggilannya.


__ADS_2