
"Wah, kau sampai menolakku menjadi pacarmu hanya untuk berpacaran dengan seorang gelandangan?" Herman tertawa menghina dan menggelengkan kepalanya, dia sudah semakin keterlaluan, rasanya Debby ingin sekali menampar wajah Herman.
"Pelayan, aku mau pesan" Desta memanggil seorang pelayan untuk memesan makanan kesukaannya di sini.
"Hei, apa kau punya uang untuk membayar pesananmu, tuan gelandangan?" Herman berteriak hingga membuat tamu yang lain melihat ke arah Desta.
"Ah tenang saja paman, uang yang terkumpul dari hasilku mengumpulkan botol plastik cukup untuk membayar, namun ini hanya cukup untuk punyaku sendiri, aku tidak bisa mentraktirmu saat ini" Desta menjawabnya dengan berakting sedih karena tidak menanggapi Herman dengan serius.
Debby yang mendengarnya langsung tertawa pelan, dia tertawa karena akting yang dilakukannya sangat jelek.
"Sialan, aku tidak setua itu, jangan panggil aku paman..!" Herman menggebrak meja makannya.
"Wah, maafkan aku paman, eh kakak Herman" Desta tetap mengejeknya.
"Ah sudahlah, tidak ada gunanya juga aku berdebat denganmu" Herman menurunkan emosinya lalu kembali berikap tenang.
"Hei, aku mendengar ada yang memukul meja, apa yang terjadi?" Anna kembali dari toilet dan langsung duduk.
"Bukan apa-apa, bibi" jawab Herman.
__ADS_1
Anna dan Herman pun berbincang-bincang, sedangkan Debby hanya menatap layar ponselnya dan tidak mempedulikan obrolan mereka sedikitpun.
"Setiap kali aku ke Jakarta, aku pasti mampir ke restoran ini, karena semua masakannya enak dan harganya pun sangat terjangkau" Anna yang mendengarnya sungguh terpukau, dengan harga semahal ini dia bisa bilang terjangkau.
Anna pun semakin berniat untuk menjodohkan Debby dengan Herman agar setidaknya dia bisa ikut menikmati sebagian hartanya.
"Debby, kau putuskan saja si satpam itu, lalu kau menikah dengan Herman, aku yakin kau akan hidup senang dengannya" Anna tidak menyaring omongannya lagi dan sama sekali tidak memikirkan perasaan anaknya, dia sudah dibutakan oleh uang.
"Hah? Kau serius berpacaran dengan seorang satpam, Deb?" Herman terkejut mendengar omongan Anna.
"Memangnya kenapa kalau dia seorang satpam? Lagipula dia sudah berhenti jadi satpam dan mulai bekerja di kantorku di divisi yang sama..!" jawab Debby sambil mengepalkan tangannya menahan rasa kesal.
"Pekerjaannya tidak akan menjamin kehidupanmu untuk ke depannya..! Sedangkan aku berani mengatakan bahwa kau akan hidup bahagia dalam kemewahan bersama Herman." Anna membuat Debby bertambah kesal hingga akhirnya dia berdiri dan berjalan menuju mejanya Desta dan duduk di sebelahnya lalu bersandar di pundak Desta.
Anna dan Herman tidak mempermasalahkan itu dan tetap melanjutkan obrolan mereka yang semakin mengarah kepada perjodohan Debby dengan Herman.
"Eh? Kau sudah selesai ngobrolnya? Desta bertanya setelah menelan makanan yang sedang dikunyahnya, tapi ada sesuatu yang membuatnya bingung, Debby mengeluarkan air mata.
"Deb, kau kenapa?" Desta akan sangat marah jika memang penyebab Debby menangis adalah laki-laki itu.
__ADS_1
"Tidak ada, aku hanya sangat sedih dan kecewa dengan ibuku, dia benar-benar akan memaksaku untuk putus denganmu dan menikah dengan Herman hanya karena dia sangat kaya" Desta merasa nafasnya terhenti mendengar itu semua.
"Lalu apa kau benar-benar yakin jika tetap bersamaku kau akan bahagia? Aku hanya seorang karyawan kantor biasa, sedangkan dia adalah orang kaya" Desta ingin memastikan perasaan Debby sebelum dia mengambil tindakan.
"Bicara apa kau? Aku tidak peduli pekerjaanmu apa, aku hanya ingin kau tetap menjadi Desta ku..!" Debby menangis tersendu, membuat Desta tidak tahan melihatnya.
Ucapan Debby membuat Desta semakin mencintainya, dan akan berusaha bagaimanapun sulitnya untuk menjadikannya sebagai istri.
Dia ingin sekali menjungkir balikkan si Herman itu, tapi dia harus tetap mencari cara agar dia tidak meninggalkan kesan buruk pada calon mertuanya.
Tapi tangisan Debby benar-benar membuatnya tidak bisa menahan amarahnya lagi, dia mengusapkan air matanya dan berbisik "Aku akan segera kembali".
Desta berdiri dan berjalan ke meja Herman dan Anna.
"Bibi, boleh aku bicara berdua saja dengan Herman?" Desta meminta dengan nada yang sangat sopan.
"Untuk apa?" tanya Anna, tapi Herman memberikan isyarat bahwa tidak masalah jika dia ingin bicara dengannya, lalu Anna mengangguk mengerti dan segera berpindah ke meja Desta tadi.
"Jadi, apa yang ingin dibicarakan oleh gelandangan ini?" Herman langsung menghina Desta.
__ADS_1
Desta menyandarkan tubuhnya di kursi dan menatap tajam pada Herman, sambil tersenyum sinis dia berkata "Aku hanya ingin bilang, Herman, kau tidak pantas untuknya..!"