
"Dan berdasarkan itu juga, tidak mungkin Andre hanya seorang diri sebelum dia pulang kemarin, pasti antara kalian berdua yang memberikannya akses untuk membuka pintu saat dia pulang" ucap Sebastian yang mulai mengarah ke suatu konklusi.
Denis dan Firman semakin merasa terpojok, mereka melupakan hal sepenting itu, mereka lupa jika yang memegang akses hanyalah mereka berdua.
Saat seperti ini, Desta mulai berkeliling untuk mencari bukti yang disimpan oleh pelaku yang menuduh Andre di suatu tempat.
"Jadi maksudku menjelaskan ini adalah, tidak mungkin Andre bisa membuka pintu ruang mesin tanpa bantuan kalian berdua..!" Sebastian menunjuk ke arah Denis lalu ke arah Firman dan membuat mereka berdua berkeringat dingin karena ketakutan.
"Atau jangan-jangan, justru kalian berdualah pelakunya..!" bentak Sebastian.
Denis dan Firman mulai gemetaran karena tindakan mereka akan segera terbongkar.
"Bukan aku..! Itu pasti Firman yang telah membantunya..!" teriak Denis yang berupaya untuk menyelamatkan dirinya sendiri dengan menuduh Firman.
"Kau..! Tidak..! Aku hanya menuruti permintaan Denis untuk menghapus video rekaman CCTV yang merekamnya saat mencabut komponen dari mesin tersebut dengan imbalan uang sebesar 30 juta" Firman membalas Denis dengan membongkar semua kejahatannya kepada Sebastian.
__ADS_1
"Firman, kau..!" gertak Denis yang benar-benar terlihat panik.
"Haha, padahal aku tidak menuduh kalianlah yang melakukannya, tapi ternyata kalian benar-benar anak yang baik, mengaku sebelum tertangkap sedang berbohong" ujar Sebastian yang tertawa sinis.
Tak lama kemudian, Desta mengetuk pintu dan membawa sebuah kotak besar.
"Ehem, aku menemukan ini di ruangan manager Denis, kotak besar ini diletakkan di bawah meja kerjanya" ucap Desta sambil berjalan mendekat ke arah Andre.
"Kalau memang Andre pencurinya, untuk apa dia menyimpannya di dalam area yang dia curi? Bukankah itu suatu kebodohan namanya? Bahkan pencuri sendal pun tidak akan menyimpan hasil curiannya di dekat tempat yang dia curi..!" ujar Desta yang memberikan logika berpikir seperti pencuri.
"Haha, ternyata memang benar kecurigaanku, kaulah pelakunya..!" jawab Desta lalu berjalan mendekat ke arah Denis.
"Mau apa kau?"
"Buk.."
__ADS_1
Sebuah pukulan ke arah ulu hati Denis membuatnya kesulitan bernafas dan terduduk di lantai berusaha untuk menormalkan nafasnya.
"Kau berani memukul seorang manager di depan pak Sebastian? Apa kau sudah gila? Pasti itu kan yang ada di pikiranmu saat ini?" Desta berjongkok sambil menepuk-nepuk wajah Denis dengan telapak tangannya.
"Mulai hari ini, kalian berdua aku pecat..!" teriak Desta sambil menunjuk Denis dan Firman lalu berbalik berjalan ke arah Andre.
"Hei tunggu dulu, apa hakmu untuk memecat kami? Memangnya kau itu siapa?" teriak Firman yang tidak terima seorang yang tidak dikenal berkata seolah dialah yang berkuasa.
"Haha, ini bagian kesukaanku..! Kau bilang apa hakku? Memangnya aku siapa?" jawab Desta tanpa menoleh sedikitpun ke arah Firman.
"Aku adalah pemilik perusahaan ini, dan setiap perkataanku adalah peraturan di sini..! Dan kau masih bertanya tentang hakku? Aku rasa orang bodoh sekalipun tahu apa hakku di sini..!" jawab Desta dengan nada yang sangat Dingin.
Semua orang dibuatnya terkejut bukan main, orang yang masih sangat muda adalah pemilik dari perusahaan sebesar ini, sebenarnya apa identitasnya.
"Oh dan satu hal lagi..! Masalah kode akses itu, aku meminta paman Sebastian untuk memberikan setiap karyawan kodenya, tapi aku melarang mereka untuk menggunakannya ataupun membicarakannya dalam keadaan apapun..!" ucap Desta menjelaskan yang sebenarnya.
__ADS_1