Si Miliarder Muda

Si Miliarder Muda
Bagaimana Dengan Perang Ini?


__ADS_3

Setelah bercerita, Desta akhirnya mendapatkan informasi yang sangat lengkap dari Rio dan dia pun tahu bahwa yang seharusnya dia tanya adalah Patrick karena dialah yang berhubungan langsung dengan Widodo.


“Hmm, sepertinya aku salah sasaran” Desta berjalan meninggalkan Rio dan langsung menuju ruangan di mana Patrick berada.


“Ah, di situ kau rupanya” Desta tersenyum melihat Patrick yang bersimbah darah setelah dihajar oleh Febrianto.


“Si..apa kau?” Patrick dengan seluruh tenaga yang masih dia miliki untuk menjaganya tetap tersadar, menanyakan identitas Desta.


“Oh perkenalkan, namaku Desta dan aku datang untuk merusak tubuhmu dengan parang ini jika kau memberikan jawaban yang tidak aku sukai..!” ucapan Desta benar-benar seperti psikopat profesional.


Patrick yang dikenal sebagai preman polisi di desa Kadipaten pun bergidik merinding ketika mendengarnya.


“Sekarang, beri tahu aku semua hal tentang bos Widodo ini..!” ucap Desta saat meletakkan parang yang ada di tangannya ke leher Patrick.

__ADS_1


“Mau apa kau dengan bos besar seperti itu, hah?” teriak Patrick, dia merasa sangat tidak suka dengan perlakuan Desta yang mengancamnya seperti itu.


“Hmm, aku tidak suka dengan jawabanmu itu, jadi,..” Desta tersenyum lalu menusukkan parang yang dipegangnya ke paha kiri Patrick.


“Aaaaarrrrrghh..!” rasa ngilu, sakit, dinginnya besi yang menancap di daging, serta panas karena adrenalin yang meningkat setelah tertusuk oleh benda tajam, itu yang dirasakan oleh Patrick saat ini.


“Dengar, aku sedang tidak bercanda karena aku masih harus mengurus banyak hal..! Jadi, kau hidup atau mati itu terserah dengan jawabanmu mulai sekarang” ucap Desta setelah menancapkan parang hingga tembus ke lantai.


“Oke” tapi yang dilakukan Desta malah sebaliknya, dia malah semakin mendorong parang tersebut hingga gagangnya pun menempel di paha bagian atas Patrick.


“Arrrrrgghh.. Apa yang kau lakukan? Dasar iblis..!” Patrick berteriak sekencangnya dengan rasa sakit yang luar biasa.


“Haha, bukankah aku sudah bilang sebelumnya? Jika kau memberikan jawaban yang aku tidak sukai, aku akan merusak tubuhmu..!” ucap Desta sambil tetap menekan gagang parang tersebut dan tersenyum jahat kepada Patrick.

__ADS_1


“Sekarang, katakan detail tentang bos Widodo ini, mulai dari keluarganya, usahanya, hingga lokasi tempat dia biasa nongkrong..! Kau tahu aturan mainnya..!” Patrick benar-benar sangat ketakutan dengan tatapan Desta yang seperti itu.


Dia tahu tipe orang seperti Desta ini tidak akan segan-segan melakukan apapun untuk mencapai tujuannya, dan untuk itulah dia tidak akan berani berbohong dengan setiap jawabannya.


Setelah diinterogasi selama 20 menit, Desta pun akhirnya mendapatkan semua informasi yang dia butuhkan untuk saat ini.


“Bagus, bagus sekali, kau benar-benar bisa menjadi orang yang jujur ya? Aku sangat bangga padamu, haha..!” Desta tertawa puas lalu berdiri dan meninggalkan Patrick dalam keadaan parang yang masih menancap di paha kirinya.


“Tunggu tuan, bagaimana dengan parang ini? Aku tidak bisa mencabutnya sendiri, aku mohon lepaskan dulu dari kakiku” Patrick memohon bantuan Desta untuk mencabutnya, tapi Desta tidak mau menolongnya dan hanya berjalan keluar dari ruangan tersebut tanpa menoleh sedikitpun.


“Tuan..! Tuan..! Siapa saja tolong aku..!” Patrick berteriak dan menangis seperti anak bayi tapi tak ada satu orangpun yang datang menolongnya hingga akhirnya dia pun pingsan karena rasa sakit yang tidak bisa dia tahan lagi.


Rio melihat Desta keluar dari ruangan atasannya dan diikuti dengan teriakan dari Patrick yang membuatnya merinding.

__ADS_1


__ADS_2