Si Miliarder Muda

Si Miliarder Muda
Semua Orang Tercengang


__ADS_3

Desta akhirnya memutuskan untuk segera pergi ke aula utama setelah Lisa berteriak seperti itu.


“Huh, padahal aku masih ingin di sini sebentar lagi, tapi gara-gara wanita gila itu aku jadi sedikit malas” gumam Desta sambil berjalan ke arah seorang pelayan yang sedang membawa gelas minuman alkohol.


“Paman, jalan ke aula utama lewat mana ya?” tanya Desta dengan santai.


“Oh itu lewat sini tuan, tapi apakah anda ada undangan resmi dari tuan besar Sony?” tanya pelayan tersebut.


“Hah? Memangnya harus ada undangan seperti itu ya?” Desta menaikkan alisnya, memang dia tidak punya undangan resmi, tapi Sony sendiri lah yang sudah mengundangnya melalui telepon.


“Ah, untuk itu aku tidak punya paman, tapi aku sudah diundang oleh paman Sony sendiri untuk datang ke pesta ini” ucap Desta sambil menunjukkan riwayat panggilan teleponnya dengan Sony.


“Kalau begitu maaf tuan, Anda tidak bisa masuk ke dalam aula utama karena yang bisa masuk hanya yang memiliki undangan resmi dari tuan besar Sony” ucap pelayan tersebut.


“Hmm, tapi jika aku menelepon paman Sony untuk datang ke sini apakah aku diperbolehkan masuk?” tanya Desta dan pelayan itu langsung menatap merendahkan Desta.


Dia melihat penampilan Desta yang sangat biasa itu dengan pakaian yang paling-paling tidak lebih dari 3 juta saja, “Memangnya kau siapa?” pikir pelayan tersebut.


“Ya silakan saja jika memang Anda bisa membuat tuan besar datang ke sini” ucap pelayan itu dengan nada yang sedikit menghina.


“Oke, aku akan menghubunginya sekarang” jawab Desta dan segera menelepon nomor Sony.


Sayangnya, setelah beberapa kali Desta menelepon, Sony tidak kunjung menjawab panggilannya karena sangat sibuk dengan para tamu yang hadir di aula utama.


“Bagaimana tuan?” tanya pelayan itu dengan tatapan yang menghina.


“Ah, paman Sony pasti sedang sibuk, kalau begitu tolong beritahukan saja kepadanya bahwa Desta sudah ada di pestanya dan aku yakin dia pasti akan langsung berlari untuk menyambutku” ucap Desta dengan nada yang tegas.


“Cih, kau pikir kau itu sangat hebat hah? Memangnya kau pikir tuan besar Sony itu orang sembarangan hingga mau berlari hanya untuk menyambutmu?” gumam pelayan itu yang menatap kesal kepada Desta.

__ADS_1


“Tidak mau..! Tugasku masih banyak di sini, kau panggil saja sendiri” ucap pelayan itu dan langsung meninggalkan Desta.


“Wow, sombong sekali dia..! Ya sudah kalau begitu aku akan mencari cara agar paman Sony mau datang, lagi pula dia yang sudah mengundangku, jadi sudah seharusnya paman Sony sendiri yang menyambutku” ucap Desta dan dia pun kembali ke meja makanan untuk kembali makan.


“Tadinya aku tidak ingin terlalu mencolok, tapi kalau sudah diperlakukan seperti ini ya aku tidak bisa terima” gumam Desta sambil mengunyah makanan yang sudah diambilnya.


Tak lama kemudian, Della masuk ke dalam aula terkecil tersebut dan terlihat seperti sedang mencari-cari seseorang.


Semua orang yang melihatnya langsung heboh.


“Itu nona Della..!”


“Anak perempuan pertama dari tuan besar Sony yang juga merupakan seorang pewaris utama dari kekayaan perusahaan Sony Group”


“Sedang apa dia di sini?”


“Dia pasti sedang mencari seorang kekasih”


Lisa yang melihat Della seperti sedang kebingungan pun mencoba untuk mengambil kesempatan untuk mendekatinya.


“Nona Della, perkenalkan namaku Lisa, dan aku datang kemari bersama pacarku Edo dari perusahaan perhiasan Star Jewels” ucap Lisa yang berjalan mendekati Della.


Semua orang yang melihatnya pun menjadi iri karena Lisa bisa berbicara langsung sedekat itu dengan Della.


Namun Della hanya menjawab perkenalan itu dengan seadanya dan tetap terlihat sedang mencari-cari sesuatu dengan rasa cemas yang luar biasa.


“Nona Della, apa yang sedang Anda cari?” tanya Lisa penasaran dan berusaha membuat dia terlihat akrab dengan Della.


“Ah, itu, aku sedang mencari seseorang dan dia adalah kenalannya ayahku, katanya tadi dia akan datang ke aula ini terlebih dahulu karena tidak mau ikut denganku saat bertemu di luar gedung tadi” ucap Della dengan suara yang lantang, dan sontak semua orang pun saling pandang dan mencari seseorang yang dimaksud oleh Della tersebut.

__ADS_1


Desta yang mendengarnya langsung berjalan mendekati Della yang belum melihat ke arahnya, “Della, aku di sini..!” ucapnya dengan santai dan Della pun melihat ke arah Desta dengan senyuman kecil.


Namun Lisa yang melihat ke arah Desta pun langsung tersenyum licik , pikirnya inilah saatnya membalas perlakuan Desta waktu itu dengan mencoba membuatnya malu di hadapan Della.


“Hei, mau apa kau datang ke sini? Apakah kau tidak dengar bahwa nona Della sedang mencari seseorang yang sangat penting? Memangnya kau pikir orang sepertimu adalah orang yang dimaksud nona Della, hah?” teriak Lisa dan kemudian dia menyunggingkan senyuman licik karena semua orang yang mendengar ucapannya tadi langsung berpikiran yang sama, karena jika dilihat dari penampilan Desta yang sangat biasa saja, mana mungkin dia adalah orang penting yang dimaksud oleh Della.


“Della, aku sebenarnya tidak ingin merepotkanmu, tapi karena aku sudah terlalu dihina seperti ini oleh wanita di sebelahmu itu tapi aku tidak terlalu memikirkannya karena dia memang otaknya tinggal seperempat..! Dan lagi pelayan yang sangat arogan di sebelah sana, aku ingin paman Sony memberikan pelajaran keras kepadanya” ucap Desta sambil menunjuk ke arah pelayan yang tadi menghina dirinya.


“Cih, kau masih saja berani membual seperti itu padahal sudah berada di hadapan nona Della? Apa kau tidak punya urat malu?” ucap Lisa sambil mendengus dingin kepada Desta.


“Oi, memangnya kau siapa berani berkata seperti itu kepada salah satu pelayan terbaik keluarga ini?” teriak pelayan tersebut dan membuat semua orang pun setuju dengannya.


“Haduh, kalian ini memang artian sampah yang sebenarnya..! Padahal hanya dari kalangan menengah saja sudah berani menilai orang dari penampilannya? Bahkan orang besar yang aku kenal pun tidak berani melakukan itu padaku” ucap Desta dan dia sudah berdiri tepat di hadapan Della dan Lisa.


Semua orang yang mendengar ucapan Desta merasa kesal dan menghujatnya habis-habisan, Lisa dan pelayan tadi terlihat sangat puas saat Desta dihina dan dicaci maki oleh orang sebanyak itu.


Namun sesaat kemudian, rahang semua orang pun menganga lebar seolah akan jatuh ke tanah ketika Della maju dan merunduk memberi hormat kepada Desta dan tidak mengangkat kepalanya bahkan dia tidak berani melihat ke arah mata Desta setelah dia mengatakan hal seperti itu tentang pelayannya.


“Tuan Desta, aku mohon maaf yang sebesarnya, aku akan membuat ayah memberikan pelajaran yang berharga kepada pelayan itu dan mohon maafkan ayahku yang tidak bisa menyambut kehadiran Anda secara langsung karena beliau sedang ada rapat kecil bersama tamu besar lainnya yang tidak bisa ditinggalkan” ucap Della yang masih merunduk dan hampir berlutut itu.


Semua orang yang mendengar ucapan Della pun semakin tidak mempercayai apa yang mereka dengar.


“Hei, aku tidak salah dengar, ‘kan? Nona Della memanggil orang tidak tahu malu itu dengan sebutan tuan?”


“Ya aku juga dengar dengan jelas nona Della memanggilnya seperti itu”


“siapa sebenarnya orang itu? Apakah dia benar-benar orang yang sangat penting hingga nona Della saja tidak berani bertindak ceroboh?”


Bisik-bisik seluruh orang yang ada di dalam aula itu terdengar seperti suara jangkrik saat malam hari.

__ADS_1


“Ya sudah aku tidak akan mempermasalahkannya selama yang aku minta tadi dikerjakan oleh paman Sony..!” ucap desta dan pelayan yang bersikap kasar kepada Desta tadi pun merasa ketakutan dan langsung berjalan perlahan mendekati Desta untuk meminta maaf kepadanya.


Namun Desta yang mengerti maksud dari pelayan itu langsung menghentikannya, “Aku ingin kau menyesali sikapmu dengan cara yang akan dilakukan paman Sony, sekarang sudah terlambat jika kau ingin meminta maaf kepadaku..!” ucap Desta dengan nada yang sangat dingin.


__ADS_2