
“Pilihan ada di tanganmu..! Dan aku menginginkan jawabannya saat ini juga, karena besok aku akan memulai rencanaku” ucap Desta kembali.
“Apa ucapanmu itu bisa aku percaya?” tanya Boris sambil berdiri dan menepuk-nepuk celananya untuk membersihkannya dari debu.
“Kau..! Berani sekali kau meragukan ucapan tuan muda..!”
“Apa hakmu untuk mengatakan itu hah?”
Semua anggota Elang Hitam menjadi kesal mendengar ucapan Boris, tapi Desta hanya tersenyum saja karena dia sangat paham dengan situasi Boris yang membuatnya berkata demikian.
“Hehe, kau benar-benar sangat waspada ya? Baiklah, kalau kau memang belum mempercayaiku, silakan pilih dari kedua pilihan tadi dan aku akan segera memenuhinya” ucap Desta.
“Oke..! Kalau begitu aku akan memilih yang kedua” ucap Boris.
__ADS_1
“Hoo, sungguh di luar dugaanku..! Aku pikir kau akan lebih memilih yang pertama karena kau sudah tidak ingin terikat dengan siapapun. Oke, kalau begitu aku akan segera mewujudkannya..!” ucap Desta lalu dia menepuk kedua tangannya dan semua anggota Elang Hitam pun memberi berjalan mundur untuk memberi jarak pada Boris.
Tak lama kemudian, sebanyak 100 orang dari anggota Elang Hitam sudah berbaris di belakang Boris dan berteriak.
“Salam hormat untuk bos Boris..!” teriak ke 100 orang itu serentak sambil merunduk dan memberi hormat kepada Boris.
“Bos?” ucap Boris kebingungan sambil menaikkan alis sebelah kanannya.
“Ya, bos..! Mulai saat ini, mereka adalah bawahanmu dan kau bisa memerintah mereka untuk kepentinganmu..!” ucap Desta.
Dia tidak pernah memberi perintah kepada siapapun sebelumnya dan sekarang ada 100 orang yang siap untuk melakukan setiap perkataannya.
“Tenang saja..! Masalah bayaran untuk mereka semua aku yang tanggung..! Jadi kau hanya tinggal memerintah mereka dengan baik, dan sekarang coba kau cek saldo di rekeningmu..!” ucap Desta sambil menunjuk ke arah saku celana Boris lalu tersenyum kecil.
__ADS_1
“Saldo? Oh oke..” walaupun dengan ragu-ragu, Boris tetap mengambil ponsel miliknya dari dalam tas kecil yang dia bawa lalu mengecek saldo di rekeningnya secara online.
“Aku ingat terakhir kali saldoku sisanya 1,6 miliar..” seketika Boris terdiam saat melihat saldo di rekeningnya sudah berubah.
“Se-seratus miliar..!” wajah Boris pun menjadi sedikit pucat, dia tidak benar-benar percaya sebelumnya bahwa Desta sekaya itu, tapi kini dia yakin bahwa Desta benar-benar bisa membuat kehidupannya beserta Nina lebih baik lagi.
“Ta-tapi, bagaimana? Aku bahkan belum memberitahumu nomor rekeningku” ucap Boris terbata-bata dengan suara yang bergetar.
“Hehe, tidak usah kau pikirkan karena itu sudah ada ahlinya dan juga berada di luar dari jangkauan kemampuanmu..! Sekarang kau sudah resmi menjadi pengawal utamaku tapi tetap berada di bawah perintah kak Danu..!” ucap Desta sambil menunjuk ke arah Kamandanu lalu dia pun berjalan menuju pintu keluar untuk segera menyusun rencana bersama Sebastian.
“Terima kasih tuan muda..!” ucap semua anggota Elang Hitam termasuk Kamandanu yang merunduk seraya Desta dan Sebastian berjalan keluar.
Boris yang kebingungan dengan sikap apa yang harus dia berikan, akhirnya hanya mengikuti mereka merunduk saja meski ada sedikit keraguan yang tersisa.
__ADS_1
“Sialan, aku tidak tahu ternyata dia sekuat ini..! Aku harus lebih berhati-hati lagi dalam bertindak agar tidak menyinggungnya” gumam Boris yang masih merunduk memberikan hormat.