
"Menarik, oke aku akan memberimu 200 juta sekarang juga" Desta meminta nomor rekening Felicia dan langsung mentransferkan 200 juta kepadanya.
"Wow, bisa memberikan uang sebanyak itu dengan mudahnya, kau pasti seorang bos yang ingin minta perlindungan dari Leon kan?" tanya Felicia menyelidik.
"Tidak perlu tahu, aku hanya perlu kau menepati ucapanmu..!" jawab Desta sambil sesekali melihat wajah Felicia yang sangat menggoda.
"Haha, baiklah kalau begitu ikut aku sekarang" ajak Felicia sambil menarik tangan Desta dan berjalan melewati lorong kecil dan naik ke lantai 2 dengan tangga darurat.
"Demi menghancurkan Leon, aku rela diraba-raba oleh wanita lain selain Debby" terlihat wajah bersalah Desta karena membiarkan Felicia menyentuhnya.
Tak lama kemudian, Felicia berhenti dan menunjuk ke arah sebuah ruangan yang sangat besar.
"Di sanalah Leon si pemilik bar berada, kau tunggu di sini sebentar, aku akan memberitahunya" Felicia berjalan dan membuka pintu lalu masuk ke dalam ruangan itu.
"Hmm, menarik sekali" Desta memandangi seluruh ruangan yang terdapat banyak lukisan abstrak.
__ADS_1
10 menit kemudian Felicia keluar dan melambaikan tangannya memanggil Desta.
"Leon setuju untuk menemuimu, masuklah dan selamat berbincang" Felicia meremas paha Desta lalu pergi meninggalkannya.
"Benar-benar wanita yang berani" gumam Desta, kemudian dia berjalan masuk ke dalam ruangan Leon.
"Ah, sini masuklah" Leon menyambut Desta karena diberitahu oleh Felicia tentang dia yang memberikan uang 200 juta dengan mudahnya, jadi dia berpikir Desta pasti ingin bekerjasama dengannya untuk harga tinggi.
"Hehe, kesepakatan apa yang akan kita lakukan sekarang" tanya Leon sambil menghisap cerutu cuba yang diimpor langsung dari cuba.
"Haha, kau ini siapanya Anna? Apa kau yang akan melunasi hutangnya?" ucap yang terus menghisap cerutunya.
"Aku calon menantunya, dan benar, aku akan berusaha membantu calon ibu mertuaku melunasi hutangnya padamu" jawab Desta jujur.
"Oke, tunggu sebentar" Leon meletakkan cerutunya di atas asbak dan membuka laci meja yang ada di hadapannya untuk mengambil surat hutang dengan tanda tangan Anna.
__ADS_1
"Silakan lihat baik-baik" Leon menyerahkan surat hutang itu pada Desta.
Desta membuka pembungkus surat hutang itu dan membacanya baik-baik, lalu dia terkejut dengan jumlahnya yang tidak sesuai seperti yang diceritakan oleh Anna.
"Bos, bukankah jumlah pinjamannya sebesar 10 miliar saja? Kenapa yang tertulis di sini jadi 15 miliar?" Desta kembali menatap Leon yang hanya tersenyum melihat ekspresi Desta.
"Ya tentu saja, itu adalah jumlah yang wajar jika bunganya dijumlahkan selama 3 bulan" ucap Leon yang kembali menghirup cerutunya.
Desta ingin sekali menghajar rentenir seperti Leon ini, tapi dia merasa sudah cukup kekerasan yang dilakukannya selama ini.
"Bos, apakah surat hutang ini adalah yang asli? Apakah ini tidak tertukar dengan surat hutang orang lain?" ucap Desta yang memancing Leon karena dia ingin memastikannya sebelum bertindak.
"Aku bersumpah atas nama ayah dan ibuku, surat hutang itu adalah yang asli" jawab Leon dengan santainya.
"Baiklah kalau begitu aku akan melakukannya" Desta mengambil korek api yang ada di meja Leon dan membakar surat hutang itu.
__ADS_1
"Oi, apa yang kau lakukan?" Leon bereaksi dan mengambil surat hutang yang sudah terbakar setengahnya hingga jumlah dan tanda tangannya sudah tidak terlihat lagi.