Si Miliarder Muda

Si Miliarder Muda
Aku Bisa Melakukan Semua Yang Kusuka


__ADS_3

"Tuan muda, mobil sudah siap, apakah anda ingin pergi sekarang?" ucap Sebastian.


"Sebentar..!" Desta melambaikan tangan dan memanggil Debby, pandangan semua orang pun tertuju ke arahnya.


"Tu-tunggu dulu, tuan Sebastian, apakah anda tidak salah orang?" ucap Gilang penasaran.


Sebastian tidak menghiraukan Gilang, dan langsung menyambut Debby yang datang mendekat.


"Ah ini pasti nona Debby, perkenalkan, namaku Sebastian, tuan muda sudah cerita banyak tentangmu" Sebastian menyambut Debby dengan penuh hormat.


Saat ini Gilang hanya memikirkan satu hal, kontrak kerjasamanya dengan Heir Group, jika benar Desta adalah pemiliknya, masa depan perusahaannya benar-benar sudah tamat karena dia sudah menyinggung Desta.


"Ah begini tuan Sebastian, mengenai kontrak kerjasama kita..." saat Gilang ingin meneruskan perkataannya, Sebastian menaikkan tangan ke arahnya untuk menyuruh berhenti bicara.


"Kau sudah menyinggung perasaan tuan muda, dan sekarang masih berbicara tentang kontrak kerjasama dengan perusahaanmu? Apa kau sudah gila?" semua orang yang mendengarnya benar-benar dibuat bingung.


Mereka masih berpikir bahwa Gilanglah yang telah mengundang Sebastian ke pesta ini, tapi mengapa sekarang malah berbalik memaki Gilang.

__ADS_1


Siapa sebenarnya Desta ini?


Jika mereka ingat kembali, mereka tidak benar-benar mengenal Desta, yang mereka tahu, Desta hanya seorang bocah biasa yang diantar jemput dengan sepeda onthel, bahkan Sebastian si orang terkaya di Jakarta pun memanggilnya tuan muda, sejak kapan dia menjadi seorang tuan muda? Ini benar-benar membuat kepala semua orang ingin meledak memikirkannya.


"A-aku tidak mengerti" jawab Gilang tergagap.


"Yang menentukan semua itu adalah tuan muda Desta, berlututlah dan minta maaf padanya..!" wajah Sebastian berubah menjadi penuh amarah karena Gilang membuat suatu kesalahan yang fatal.


"Haha, sudahlah, tidak perlu..! Aku sudah memaafkanmu atas nama teman lama" Desta menggelengkan kepalanya.


"Untuk masalah itu, sebaiknya kau mulai memikirkan untuk membuka usaha lain yang lumayan bagus..!" ucap Desta.


"Maksudmu bagaimana?" Gilang bertanya kembali dengan suara yang bergetar.


"Jadi maksudku di sini adalah, perusahaan Star Electro milikmu hanya akan ada 2 kemungkinan..!" jawab Desta dengan membentuk angka dua dengan jarinya.


"Yang pertama, Kontrak itu aku tolak dan perusahaanmu cepat atau lambat akan bangkrut karena klienmu akan berpindah ke perusahaan yang sudah kuterima kontrak kerjasamanya" seketika itu Gilang merasa nafasnya akan terhenti.

__ADS_1


"Dan yang kedua adalah, aku akan membuat semua klienmu berhenti bekerjasama dengan perusahaanmu yang akan berujung pada kebangkrutan instan" sambung Desta dengan tatapan tajam yang sangat jahat seperti tatapan seorang iblis.


"Silakan kau pilih cara mana yang kau suka" Desta melambaikan tangannya dan segera berbalik ke arah pintu keluar untuk meninggalkan gedung pesta.


"Tu-tunggu dulu, kau tidak bisa melakukan itu padaku..!" ucap Gilang yang langsung bersujud dan meminta maaf.


Desta berhenti dan menoleh ke arah belakang tanpa memutar balik badannya dan berkata, "Aku bisa melakukan semua hal sesukaku, dan kau sudah mencari masalah dengan orang yang salah..! Sudahlah, terima saja saranku tadi".


Ucapan Desta membuat semua orang merinding dan merasa beruntung tidak membuat masalah dengannya, jika Gilang saja bisa dibuatnya merengek seperti itu, apalagi mereka.


Desta, Debby, dan Sebastian pun berjalan menuju mobil dan segera naik untuk meninggalkan tempat itu.


"Huh, dengan ini identitasku akan sangat terancam terbongkar, ini salahku karena datang ke pesta reuni bodoh itu" Desta sedikit menyesal karena hal itu akan membuat identitasnya terungkap dan akan membuatnya repot nantinya.


Debby masih terdiam dan tidak mengatakan apapun di sepanjang perjalanan, dia masih tidak percaya Desta yang dia kenal ternyata bukanlah orang biasa.


Antara kecewa dan kagum, semua perasaan itu bercampur aduk pada Debby hingga membuatnya lebih memilih diam.

__ADS_1


__ADS_2