
“Febrianto, pengaw... maksudku temannya Desta” jawab Febrianto yang hampir membongkar penyamarannya.
Desta menyuruh supir taksi yang membawa mereka untuk mempercepat laju kendaraannya dengan jalur yang diberikan oleh Sebastian kepadanya, karena sebentar lagi acara peresmiannya akan segera dimulai.
Jalan yang diberikan Sebastian sangat menghemat waktu hingga 30 menit, yang seharusnya mereka tempuh dalam 1 jam, kini hanya 30 menit saja, karena memang jalan itu melewati jalan yang sepi.
“Paman memang hebat, sampai jalan seperti ini saja bisa dia ketahui, tapi sepertinya jalan ini memang sangat rawan jika malam hari tanpa adanya lampu penerangan, aku rasa itulah yang membuat jalan ini sepi” gumam Desta.
“Kita sudah sampai” ucap supir taksi yang membawa mereka.
“Terima kasih pak” jawab Desta dan membayarnya dengan memberi sedikit tip.
“Paman, aku dan yang lain akan duduk di kursi paling belakang” Desta melihat Sebastian dan mengirimkan pesan singkat kepada Sebastian yang memberitahukan kehadirannya di acara tersebut.
Mereka kini sudah menempati kursi paling belakang, walaupun Debby dan Febrianto bingung dengan pilihannya tapi mereka tetap mengikuti Desta.
__ADS_1
Tak lama kemudian orang-orang yang terlihat seperti orang penting pun bermunculan.
Mereka adalah para petinggi di perusahaan Heir Group, mulai dari manager hingga HRD yang sangat ditakuti oleh para pelamar pekerjaan di situ, walikota dan sekretarisnya, jenderal polisi, dan para wartawan dari berbagai macam media penyiaran.
“Para tamu undangan yang terhormat, terima kasih sudah menghadiri acara peresmian gedung perusahaan Heir Group hari ini” Sebastian membuka acara dengan kata sambutan.
“Seperti yang kalian ketahui, tahap pertama perekrutan sudah selesai dilaksanakan selama masa pembangunan, dan kini tahap kedua akan segera dimulai setelah acara ini selesai” lanjut Sebastian.
“Jadi, izinkan aku untuk mengucapkan selamat datang di perusahaan Heir Group kepada para kandidat yang sudah lolos perekrutan tahap pertama, mereka akan mulai bekerja besok hari” Sebastian bertepuk tangan yang diikuti oleh semua orang.
Kemudian walikota Jakarta pun berjalan ke arah podium untuk mengucapkan kata sambutan dan ucapan selamat seperti yang disampaikan oleh Sebastian.
“Aku Erik sebagai walikota kota Jakarta berharap, Heir Group akan melakukan yang terbaik untuk menjadi perusahaan teknologi nomor 1 di Indonesia dan akan membuat terobosan-terobosan baru yang akan membuat nama negara ini dikenal diseluruh negeri” ucapan Erik membuat semua orang semakin bersemangat dan bertepuk tangan dengan meriah, lalu dia berjalan kembali ke tempat duduknya.
“Wah, perusahaan ini sepertinya benar-benar akan mewujudkan harapan walikota dan lainnya”
__ADS_1
“Ya, aku dengar Heir Group sudah mempekerjakan ratusan peneliti berkelas dunia dari berbagai negara termasuk Indonesia”
“Wajar saja Heir Group menjadi topik hangat yang tidak pernah luput dari pembicaraan setiap orang”
Semua orang yang hadir di acara itu mulai bergosip dan terkesima dengan kemegahan dan kehebatan perusahaan ini, dari segi sumber daya manusia hingga sumber daya lainnya.
“Mantap sekali paman” Desta berbisik kecil dan mengacungkan jempolnya ke arah Sebastian.
Tak lama kemudian, dia melihat sekelilingnya dan menemukan Andre yang duduk di barisan paling depan dan terlihat sangat gugup.
“Haha, bocah itu pasti sangat gugup setelah dihadapkan dengan perusahaan sebesar ini” Desta tertawa kecil, dia tidak khawatir dengan Andre karena dialah yang memberikannya kesempatan bekerja di Heir Group bahkan tanpa proses seleksi, Desta sangat yakin dengan kemampuan yang dimiliki Andre.
Lalu tatapan semua orang tertuju ke arah panggung, mereka melihat Sebastian dan Erik beserta tamu penting lainnya berdiri.
Sebastian menyerahkan sebuah gunting besar kepada Erik untuk memotong pita yang menandakan gedung ini telah diresmikan.
__ADS_1
“Dengan ini, aku menyatakan perusahaan Heir Group secara resmi dibuka” lalu pita merah itu dipotong oleh Erik dan semua orang bertepuk tangan dengan meriah.