Si Miliarder Muda

Si Miliarder Muda
Sulit Menemukan Lahan Untuk Investasi Pt.1


__ADS_3

“Acaranya 2 hari dari sekarang tuan muda, aku akan membuatkan kursi khusus untuk Anda selama di acara nanti” jawab Sony sambil mengirimkan detailnya kepada Desta.


“Baiklah paman Sony, aku akan datang ke pestamu nanti, tapi tolong jangan persiapkan apapun yang istimewa untukku nanti, aku hanya ingin datang sebagai tamu biasa, aku tidak ingin menarik perhatian orang banyak” jawab Desta dengan tegas, dia sangat menghindari kerumunan orang-orang yang menurutnya aneh yang hanya bisa pamer ini dan itu dalam setiap pesta, terutama pesta ulang tahun.


“Terima kasih banyak tuan muda, aku akan sangat senang jika Anda bisa menghadiri pesta ini, dan aku tidak akan mengecewakan Anda” ujar Sony yang terdengar kegirangan dari nada bicaranya.


“Mmm, tidak masalah paman” jawab Desta santai dan panggilan telepon itu pun dimatikan.


“Deb”


“Tidak mau, aku tidak ingin ikut ke pesta apapun dulu sementara ini” jawab Debby dengan tegas sebelum Desta menyelesaikan ucapannya.


“Haha, kau ini memang sangat paham ya dengan apa yang aku pikirkan..! Okelah kalau begitu, aku akan pergi sendirian saja” ucap Desta sambil mencubit pipi Debby.

__ADS_1


“Tok.. Tok..” tak lama terdengar suara pintu diketuk dan dokter Ali pun masuk dengan seorang suster yang membawa beberapa obat untuk diminum oleh Debby.


“Setelah ini kau bisa pulang dari sini, karena obat ini adalah yang terakhir dan kau sudah bisa kembali beraktivitas seperti sedia kala” ucap dokter Ali seraya menyuruh perawat memberikan obat yang dimaksud untuk diminum oleh Debby dan selang infus yang menancap di pergelangan tangan kanannya pun dilepaskan oleh suster tersebut.


“Mmm, terima kasih banyak, dok..!” jawab Debby dan dia pun meminum obatnya, lalu dokter Ali dan suster itu keluar dari ruangan untuk jadwal kunjungan pasien yang berikutnya seperti biasa.


“Hehe, anak pintar..!” ujar Desta yang mengacak-acak rambut Debby setelah dia meminum obatnya.


30 menit kemudian mereka sudah keluar dari ruangan dengan Desta yang memapah Debby untuk duduk di kursi rodanya.


“Kata dokter, kau harus menggunakan kursi roda ini selama sehari penuh dari hari ini sampai besok agar ususmu yang telah dijahit tidak kaget dan kembali sobek” ucap Desta sambil mendorong Debby yang sudah duduk di kursi roda dan keluar dari ruangan.


“Mmm, terima kasih Bontet..!” jawab Debby.

__ADS_1


Setelah tiba di parkiran dan mereka sudah masuk ke dalam mobil milik Desta, Roger langsung menjalankan mobil dengan perlahan.


“Nona Debby, mulai sekarang aku akan menjadi supir pribadi sekaligus pengawal Anda, jika Anda butuh bantuanku, segera katakan saja” ucap Roger sambil mengemudi.


“Terima kasih Roger, untuk sekarang tidak ada yang harus kau lakukan untukku” jawab Debby dengan senyuman tipis yang sangat menawan.


“Roger, aku berharap banyak padamu, karena aku tidak akan bisa selalu ada di sisinya Debby untuk sementara ini, masih banyak hal yang harus aku lakukan agar kami bisa hidup tenang nantinya” ujar Desta sambil meliihat ke arah Debby.


“Serahkan saja padaku bos” jawab Roger.


Sebenarnya Desta masih ingin melakukan banyak hal seperti berkunjung ke kantor pusat maskapai penerbangan yang dia beli sebelumnya, mengurusi perusahaan Gloria, perusahaan Heir Group, belum lagi dia ingin membuka sebuah rumah makan karena kecintaannya kepada makanan laut setelah pertama kali mencicipi masakan di restoran d’Coins.


Tapi untuk hal seperti membangun restoran, dia berpikir untuk tidak membangunnya dalam waktu dekat, karena masih ada hal lain yang lebih penting untuk dipikirkannya, yaitu rencana pernikahannya dengan Debby yang hampir saja batal karena Debby tertusuk oleh pisau.

__ADS_1


__ADS_2