
“Hmm, menarik sih, tapi aku tidak mengerti tentang sejarah dinasti song negeri cina, tapi kalau aku pikir-pikir lagi, mungkin ini bisa aku jadikan hadiah nanti untuk orang terdekatku yang menyukai sejarah negara cina” ucap Desta yang sudah 80 persen akan membelinya.
“Hehe, mungkin bisa seperti itu tuan, tapi mungkin saja Anda akan menyimpannya sendiri jika sudah mengetahui sejarah dinasti song nanti tuan” bujuk Benny yang masih berharap Desta membelinya.
“Okelah kalau begitu, aku akan membeli keduanya paman, tolong bungkus dengan rapi dan anti guncangan ya agar tidak rusak..! Dan aku akan membayarnya dengan kartu ATM ini” ucap Desta sambil mengeluarkan kartu ATM miliknya.
“Baiklah, terima kasih banyak tuan” jawab Benny dengan senyum yang lebar dan sangat bahagia, akhirnya kedua barang tersebut terjual.
10 menit kemudian Benny selesai membungkus kedua barang antiknya, dan sudah diterima oleh Desta setelah pembayaran berhasil.
Saat Desta akan keluar, ada seorang pria yang terlihat sangat ahli dalam barang antik masuk ke dalam toko Benny dan menanyakan soal batu giok yang baru saja dia jual kepada Desta, lalu pria itu pun mengejar Desta untuk membeli batu itu darinya.
“Tuan, tunggu dulu, apakah Anda bisa menjual batu giok itu kepadaku? Aku akan membayarnya dengan harga 100 juta..!” ucap pria tersebut dan tentu saja harga itu membuat Benny terbelalak.
Dia menjual dengan harga 8 juta kepada Desta, itu saja dia sudah sangat rugi, dan kini pria itu mau membelinya dengan harga 100 juta, Benny seperti ingin muntah darah saat mendengarnya.
“Ah aku benar-benar sial hari ini, kalau sudah begini hanya penyesalan yang bisa aku lakukan” gerutu Benny dengan mendengus kesal dengan situasi ini.
“Hmm, orang ini sungguh berani..! Aku saja membelinya dengan harga 8 juta, sedangkan pemilik toko ini membelinya tidak lebih dari 50 juta, berarti memang ada sesuatu pada batu giok ini yang aku ataupun pemilik toko ini tidak ketahui” gumam Desta yang semakin penasaran dengan yang baru saja dia beli.
__ADS_1
“Untuk harga segitu, mana mungkin aku jual” ucap Desta yang ingin mengetahui apakah benar yang dipikirkannya bahwa batu giok ini memang seharga lebih dari yang bisa ditawarkan oleh pria itu.
“Baiklah, aku akan menawarkan dengan harga 2 miliar tuan” ucap pria itu dan membuat Desta terkejut, dan Benny yang mendengarnya menjadi syok, dia sepertinya benar-benar akan muntah darah karena menyesal.
“Gila, sungguh gila..! Menawar dengan harga 2 miliar, ini berarti batu giok yang benar-benar langka, aku tidak bisa membiarkannya begitu saja, tapi kalaupun aku simpan, aku tidak mengerti keistimewaannya di mana, tapi ya aku akan memancingnya sampai batas terakhir yang bisa dia tawarkan, dan aku akan menggunakan uangnya untuk hal lain” gumam Desta dengan merencanakan sesuatu yang lebih bagus.
“Satu penawaran terakhir, buatlah aku tertarik untuk menjual batu giok ini padamu” ucap Desta dengan senyum liciknya.
“Hehe, ternyata Anda benar-benar pandai dalam bernegosiasi..! Baiklah, ini penawaran terakhir yang bisa aku berikan padamu tuan, 100,5 miliar..! Itu adalah seluruh uang yang aku punya saat ini” ucap pria tersebut.
Kali ini Benny benar-benar muntah darah mendengarnya, dia merasa seperti orang paling bodoh di dunia dengan menjualnya seharga 8 juta kepada Desta.
“Hmm, aku semakin yakin bahwa batu giok ini bisa berharga lebih dari 100 bahkan 200 miliar sekalipun, tapi untuk sekarang biarkan sajalah, aku akan memberikan kesempatan kepadanya saja, karena dia juga pasti sangat menyukai batu ini, dan jika pun dijualnya kembali, itu tidak merugikanku” gumam Desta yang berniat akan menjualnya kepada pria itu.
“Baiklah, aku setuju, 100,5 miliar dibayar penuh, baru aku akan memberikannya padamu” ucap Desta sambil membuka bungkus yang menutupi batu giok tersebut untuk diamati oleh pria itu terlebih dahulu.
“Benar..! Ini benar-benar yang asli..!” teriaknya kegirangan, dan langsung saja dia menanyakan nomor rekening Desta untuk mentransferkan uang kepadanya.
10 menit kemudian, ponsel Desta berbunyi dengan notifikasi masuk tentang transferan uang dari pria tersebut.
__ADS_1
“Oke, sudah tepat 100,5 miliar, batu giok ini milikmu” Desta menyerahkan batu giok itu kepadanya dan pria itu pun segera pergi dari toko barang antik milik Benny.
Pria itu memegang batu gioknya dengan erat seolah sedang membawa barang yang paling berharga dalam hidupnya, dan Desta hanya bisa menggelengkan kepalanya karena dia tidak habis pikir dengan dunia barang antik ternyata bisa begitu mahalnya.
“Hehe, paman, aku yakin kau pasti menyesal sudah menjualnya kepadaku dengan harga 8 juta saja” ucap Desta sambil berjalan masuk ke dalam toko barang antik milik Benny.
“Tentu saja..! Siapa pun pasti akan merasa seperti itu” ucap Benny dengan ketus, perasaan kesal, galau, dan terbodohi sedang melanda dirinya saat ini.
“Hehe, paman, sudahlah jangan menunjukkan ekspresi seperti sedang buang hajat seperti itu, aku akan memberikan sebagian hasil penjualan ini padamu, karena bagaimanapun ini kan karena kau mau menjualnya kepadaku, dan aku hanya sedang beruntung saja, jadi ini semua berkat kau juga paman” ucap Desta dengan meminta nomor rekening Benny untuk diberikannya sebagian dari hasil penjualan batu giok tadi.
“30 miliar cukup paman?” tanya Desta dengan santai dan tersenyum.
“Cu-cukup..! Sangat cukup..! Terima kasih banyak tuan, aku akan sangat senang melayani Anda jika kembali lagi ke sini” ucap Benny dengan wajah yang kegirangan karena baru ini dia memegang uang segitu banyaknya.
“Hehe, baiklah, kalau begitu aku pamit dulu ya, tunanganku sedang menungguku di rumah sakit” ucap Desta setelah transaksinya berhasil dengan Benny.
“Semoga lekas sembuh untuk tunangannya tuan Desta” ucap Benny dengan senyuman kebahagiaan yang tersungging dibibirnya.
“Mmm, terima kasih banyak paman, itu sangat berarti bagi tunanganku” jawab Desta dan dia pun keluar dari toko barang antik tersebut untuk kembali mencari sesuatu untuk Debby saat kembali ke rumah sakit nanti.
__ADS_1