Si Miliarder Muda

Si Miliarder Muda
Peretas Suruhan Herman


__ADS_3

"Aku diperintah langsung oleh tuan muda Desta untuk membuatmu bekerja di Heir Group sebagai kepala teknisi" ucap Sebastian memberitahukan tujuannya menghubungi Andre.


"Wah, kebetulan aku sedang mencari pekerjaan" jawab Andre dengan nada kegirangan.


"Kalau begitu bisakah Anda datang di acara peresmian gedung Heir Group minggu depan, tepatnya hari rabu jam 9 pagi?" Sebastian mengundang Andre pada acara peresmian Heir Group untuk sekalian menandatangani surat kepegawaiannya.


"Baik pak Sebastian, aku akan datang tepat waktu" jawab Andre yang menjadi gugup.


"Baik kalau begitu aku akan menunggu" jawab Sebastian lalu menutup panggilannya.


"Kau memang sahabat sejati" Andre berterima kasih kepada Desta di dalam gumamannya.


Dia pun bergegas mandi dan mengistirahatkan badannya.


"Kak Andre, aku ingin menanyakan sesuatu padamu" Mita mengetuk pintu kamar Andre.

__ADS_1


"Masuklah, pintunya tidak dikunci..!" teriak Andre dari dalam.


"Kak, aku rasa kau tidak pandai berbohong" ucap Mita.


"Hmm? Maksudmu?" tanya Andre sedikit kaget, apa mungkin Mita menyadari tentang kartu ATM yang dia miliki.


"Maksudku, apa kau menyembunyikan sesuatu? Karena setiap kali kau berbohong, kau pasti akan menggaruk pipimu saat berbicara" ucap Mita dengan wajah yang serius.


"Eh itu, anu.." Andre terbata-bata karena dia ketahuan berbohong, memang dari semua anggota keluarganya, Mita adalah satu-satunya yang bisa mengetahui saat orang lain berbohong.


"Ah, bocah ini, itulah alasannya aku tetap menutupi yang sebenarnya, aku takut merusak pandangan mereka padaku saat mereka menyadari sifat aslinya" gumam Andre dalam hati.


"Sudahlah, daripada kau mengurusi teman-temanku, lebih baik kau fokus mencari kerja, siapa tahu orang kaya yang kau cari bisa kau temukan di tempat kerjamu nanti" Andre mencoba mengalihkan pembicaraan yang tidak jelas itu dari Mita.


"Huh, dasar pelit..!" Mita cemberut lalu berjalan keluar dari kamar Andre.

__ADS_1


Esok hari pun tiba tanpa ada kendala apa pun, Desta dan Andre bertemu untuk membicarakan tentang semua yang terjadi pada mereka belakangan ini hingga tentang rencana pernikahan Desta dan Debby.


Mereka sangat asyik mengobrol hingga lupa waktu dan hari pun mulai gelap, Desta berpamitan untuk pulang dari rumah Andre dan kembali ke apartemennya.


Malam harinya..


Ponsel desta berbunyi, "Tuan muda, sepertinya ada orang yang sedang mengacau, barusan aku diberitahu bahwa peternakan lele yang ada di daerah Jakarta selatan sudah hancur tak berbentuk” Sebastian mengabarkan Desta untuk menanyakan apa yang harus dilakukan.


"Apakah Herman penyebabnya?" Desta langsung mencurigai Herman, karena dia tahu orang seperti Herman pasti tidak akan pernah jera.


"Aku belum tahu pasti, tapi ada kemungkinan begitu, karena beberapa saat yang lalu setelah kabar kebangkrutan Herman diumumkan, ada sebuah akun tak dikenal yang meretas data tuan muda, tapi yang dia retas adalah data yang sudah dipalsukan" jelas Sebastian.


"Hmm, kalau begitu apakah paman bisa memeriksa akun ATM yang aku berikan pada Herman? Jika memang pelakunya dia, seharusnya uang yang digunakannya akan dialokasikan untuk menyewa peretas dan sekelompok orang untuk balas dendam" Desta berasumsi berdasarkan pemikirannya lalu memberikan detail tentang kartu ATM yang diberikannya kepada Herman.


Lalu Sebastian langsung memeriksa akun peretas itu dan dicocokkan dengan pengalihan uang dari Herman, dan ternyata hasilnya cocok.

__ADS_1


"Tepat sekali tuan, memang peretas itu adalah suruhan Herman, dan Herman telah melakukan transaksi dengan total 25 miliar rupiah untuk membeli instan 2 bus dan pengalihan dana kepada rekening atas nama Harianto" ucap Sebastian dengan menjelaskan ketepatan asumsi Desta.


__ADS_2