
"Maaf jika aku bertanya, apakah ini sungguhan, tuan Sebastian? Bukankah tadi anda sudah menolaknya?" tanya Gilang untuk memastikannya lagi.
"Ya benar tadi aku menolaknya, tapi itu hanyalah akting untuk membantu Desta menyelamatkan wajahnya, karena aku pernah berhutang budi padanya dan karena itu juga aku tidak bisa menolak permintaannya yang aneh itu" jawaban Sebastian tepat seperti apa yang diinginkan Desta, dan dia mengedipkan matanya pada Desta menandakan bahwa rencana ini sepertinya akan berhasil.
"Baiklah kalau begitu tuan, terimakasih sudah menerima perusahaan kami sebagai rekan kerja sama dengan Heir Group" Gilang mulai terlihat kegirangan dan tersenyum lebar karena permohonan kerja samanya telah diterima oleh Sebastian.
"Mmm.." jawab Sebastian dengan singkat lalu panggilannya pun ditutup.
"Hah sudah kuduga semua ini ada yang aneh, ternyata dia sangat pandai berakting, aku saja sampai tertipu, kurang ajar kau Desta, beraninya kau membodohiku, tidak akan aku maafkan..!" Gilang mengepalkan tinjunya dengan penuh amarah dan ingin membuat Desta menyesal karena telah membodohinya.
"Semuanya, ternyata kita sudah dibodohi oleh desta." ucap Gilang dengan suara yang lantang.
Lalu diceritakannya semua yang dikatakan oleh Sebastian saat di telepon tadi.
Semua orang mengutuk desta dan mencibir bahkan menghinanya dengan rasa kesal yang tidak karuan.
"Sialan, aku sampai sakit kepala memikirkan bagaimana bisa dia menjadi seorang tuan muda, ternyata ini semua tipuannya saja".
__ADS_1
"Pantas saja aku merasa ada yang aneh, ternyata aku sudah ditipu olehnya, kurang ajar..".
Semua orang menjadi ribut dan suasana di dalam gedung pesta pun menjadi riuh karena hal ini.
Akhirnya Gilang mendapatkan rasa percaya diri lagi untuk menyombongkan dirinya.
Dia sangat menikmati suasana hinaan dan cemoohan yang dilontarkan semua orang kepada Desta.
Baginya, itu adalah suara kemenangan, dia pun berjalan dengan penuh kebanggaan dan kembali ke meja utama.
"Dia mempercayainya, jadi semua sudah dibawah kendali, tuan muda" jawab Sebastian memberikan kabar baik.
"Dengan sifat yang dimiliki Gilang, aku yakin seharusnya saat ini semua orang yang ada di sana sudah mengetahui hal ini, jadi untuk sementara aku bisa melupakan kekhawatiranku" Desta bersandar di sandaran kursi dan bernafas lega.
Sekarang yang dia pikirkan adalah bagaimana caranya membuat Debby percaya kepadanya, dan dia menarik nafas panjang karena dia tahu ini tidak akan mudah.
"Kau sudah sangat membantuku paman, terima kasih banyak..!" Desta memejamkan matanya dan tertidur sejenak hingga dia tiba di apartemennya.
__ADS_1
Di sisi Debby..
Ponselnya berdering dan sebuah pesan singkat masuk, "Deb, aku janji akan menjelaskan semuanya padamu, saat ini aku akan memberimu ruang untuk mencerna semua yang terjadi" itu adalah pesan dari Desta.
"Aku tidak marah padamu, aku hanya..." Debby ingin menjawab pesannya tapi dia memutuskan untuk menghapusnya dan membiarkan keadaan ini untuk sementara waktu.
Setelah diingatnya kembali, semuanya masuk akal jika Desta mampu membeli barang-barang mahal begitu mudahnya, dan Debby yakin uang yang dimilikinya bukanlah hasil menang undian.
Dia harus merahasiakan ini dari keluarganya untuk melindungi kenyamanan Desta.
Dia tidak ingin ibunya dan adiknya yang materialistis memanfaatkan Desta, dia memutuskan untuk membiarkan keluarganya tetap memandang Desta sebagai orang yang memenangkan hadiah utama dari sebuah undian.
"Aku jadi mengerti kenapa dia merahasiakan identitas yang sebenarnya..!" Debby menganggukkan kepalanya karena dia setuju dengan asumsinya setelah berkaca pada sifat ibu dan adiknya.
Desta tidak ingin orang-orang munafik yang hanya mendatanginya karena harta yang dimilikinya.
Kini dia mengerti perasaan kagum dan juga kecewa yang dirasakannya sejak tadi adalah kagum karena Desta tidak pernah memamerkan harta walaupun dia sangat kaya dan kecewa karena dia tidak pernah mempercayai perkataan Desta saat dia mengatakan yang sebenarnya tentang dirinya.
__ADS_1